
hari berlalu dengan begitu cepat,namun sedikit pun tak mengubah kenyataan bahwa Suami nya sedang terpengaruh oleh wanita licik itu
( tok tok ) bunyi pintu diketuk Luna masuk ke kamar Saga
"Tuan " panggil nya
melihat kesana kemari tidak terlihat ada pergerakan apapun dari kamar itu
seseorang memegang pundak Luna membuat nya terkejut menoleh kebelakang rupanya wanita itu
"ngapain kamu ke kamar Saya" ucap nya
"ini kamar Tuan Saga bukan kamar kamu " sahut Luna dengan tegas
bertepuk tangan " oh jadi kamu sudah berani dengan Saya"
"saya tidak pernah takut dengan kamu , saya tau kamu bukan Aulia"
persaingan sengit diantara mereka, terdengar suara langkah kaki. namanya juga perempuan licik pasti tetap begitu , ia berpura pura jatuh dan menuduh Luna mendorong nya
"aduh,,aw " jerit nya
ternyata Saga yang datang perkiraan nya sungguh hebat
"Sayang kamu kenapa" tanya nya
"Ini sayang sepertinya perempuan ini tidak menyukai ku dia sengaja mendorong ku " dengan sedikit senyum licik nya
membantu nya berdiri
Saga menyeret Luna keluar dari kamar nya mendorong nya dengan kedua tangannya hingga terjatuh
"Tuan, bukan saya yang mendorong nya itu fitnah " bersimpuh memegang kaki Saga
"boong itu sayang jelas jelas aku terjatuh, sampe lebam "
dengan licik nya ia mengatakan itu didepan Saga
"saya sudah menampung kamu disini , berani nya kamu menyakiti istri saya "
air mata nya terurai disana
"Tuan percaya lah bukan saya itu fitnah "
Mamah Zoya datang
"Luna bangun apa yang kamu lakukan"
Mamah Zoya datang membela Luna berusaha untuk menjelaskan semua nya pada Saga
,namun sedikit pun Saga tidak mempercayai nya
"mamah tidak usah membela perempuan kampung ini " ucap nya
"Saga sadar dia istri sah kamu , dan wanita ini bukan istri kamu "
Wanita itu bersilat lidah dengan manis nya
"Mah kenapa mamah tidak suka dengan aku, apa salah ku mah " kata nya sambil mengeluarkan air mata buaya nya
Saga pergi dengan wanita itu disisi lain Luna menangis bersedih dirinya tak dihargai sama sekali
"hallo bagaimana tugas kamu " ucap adik Saga itu
"semua berjalan sesuai rencana "
__ADS_1
"bagus terus buat dia sengsara"
sebenernya siapa yang berbicara dengan Tania? apa tujuan dia dan mengapa
Wanita itu merengek pada Saga untuk mengajak nya dinner malam ini , awalnya Saga menolak tetapi ia tidak tega
Wanita itu mempunyai rencana licik
"sayang bagaimana jika kita mengajak wanita kampung itu"
"mengapa begitu" sahut Saga
"ya hitung hitung bisa dijadikan asisten , aku mohon sayang"
Saga menyetujui nya , Wanita itu langsung menghampiri Luna dan mengatakan akan mengajak nya dinner bersama Saga , tentu saja Luna akan mengiyakan nya ia takut ada hal buruk menimpa suami nya itu
"ayok sayang kita pergi oh iya kemana cewek kampung itu"
Luna datang dengan pakaian sederhana nya karena semua pakaian nya entah kemana menghilang secara aneh
"upps sekali wanita kampung mau dinner juga kayak mau ngemis "
terus saja hinaan yang dilontarkannya Luna terus menerima nya selagi bukan Saga yang menghina nya , dia masih bisa bersabar dan bertahan
tiba di cafe mewah elegan tentu cafe khusus orang kolongmerat , semua melihat Luna tentu dengan pakaian yang aneh , melihatnya dengan tersenyum menghina
"ini yang saya harapkan" ucap hati wanita itu
"Sayang mau pesan apa , kita pesen makanan kesukaan kita ya sayang"
se detail itu bahkan ia tau makanan kesukaannya
"etss kamu mau apa"
"sebentar " memanggil pelayan cafe
"tolong kamu ambil kursi apa saja yang ada berikan pada wanita itu "
Sungguh Luna sangat dipermalukan disitu satu cafe itu mentertawakan Nya , mata Luna mulai berbinar , namun ia ingat semangat nya masih membara
wanita itu mengedipkan matanya pada seorang pelayan dan benar saja , pelayan pembawa minuman itu berpura pura terjatuh mengenai baju Luna .
"maaf mba saya tidak sengaja "
tangannya sambil menunjukkan jempol nya pada wanita licik itu
"eh tidak usah kamu ke belakang saja , biar wanita ini yang membersihkan pecahan gelas itu "
kalau saya jadi Luna sudah pergi jauh tidak ingin berada dekat dengan wanita licik itu sabar ya Luna
Luna mengambil pecahan gelas itu satu persatu seperti seorang pelayan , " aw" tangannya tergores
Saga melihat Luna terluka seperti sedikit mengingat memori masa lalu nya , ia memegang kepalanya
"sayang kamu kenapa " tanya wanita itu
"tidak apa apa sedikit pusing saja "
"Tuan kenapa " tanya Luna sambil memegang tangan Saga
"lepaskan pergi kamu jauh jauh dari saya " ucap Saga sambil melepaskan tangannya
"tapi Tuan "
"sini kamu ikut saya " menyeretnya di hadapan semua orang membawa nya keluar
__ADS_1
"sakit Tuan " merengek kesakitan
"saya sudah mengatakan jangan pernah sentuh saya , liat penampilan kamu lebih baik pelayan tadi ketimbang kamu " ucap Saga sungguh menyakiti perasaan Luna
perkataan itu membuat nya sangat kecewa, walau selama ini Luna tak pernah mengharapkan pernikahan nya ini.
Seiring waktu perasaannya semakin dekat dengan Saga
"mari Sayang " ucap Saga
"Tuan " panggil nya dengan denting suara penuh haru
"pulang saja kamu berjalan kaki , kamu bukan istri saya selamanya akan begitu"
sakit tak berdarah itu lah yang dirasakan nya menjadi istri pengganti memang tidak mudah
Luna menyusuri jalan setapak tanpa memakai alas kaki. pandangannya kosong rambut nya aut autan pakaian nya kotor terkena tumpahan minuman tadi
hujan turun menandakan kesedihan yang melanda hidup dan hati nya
di mobil Saga melihat ujan , entah mengapa perasaan nya tidak nyaman seperti ada yang mengganjal
"kenapa saya memikirkan wanita itu , sedangkan disini sudah ada istri saya " ucap nya dalam hati nya
Luna bersimpuh dibawah deras nya ujan
"Tuan " teriaknya sambil menangis
"ini saya Luna, " kata kata nya terbata bata
dia mengingat memori dahulu dimana Saga sering memarahinya, mengunci nya digudang menggendong nya , dan memberi satu kepercayaan semua berubah dalam satu malam
"Luna kamu tidak boleh rapuh ingat Tuan Saga telah memberi kamu satu kepercayaan" semangat nya bangkit meski dirinya telah dipermalukan
mengusap air mata nya , bangkit dan terus berjalan
Saga dan wanita itu sampai dirumah , mamah nya menanyakan kemana Luna
"mah dia katanya ingin pulang sendiri " ucap wanita licik itu
"tidak mungkin Luna mengatakan itu, pasti kamu telah menghasut anak saya "
"mamah ku tersayang cukup diam, atau Saga akan saya ( bahasa isyarat ) " sambil memegang wajah mamah Zoya
tiba tiba Luna datang basah kuyup dengan pakaian bisa dibilang tidak layak ,
"Luna kamu kemana saja "
"tadi Luna pengen pulang sendiri "
"eh wanita kampung sampai juga dirumah, saya kira tidak selamat" dengan wajah licik nya
mamah Zoya sudah tidak bisa berdiam diri dengan kelakuan wanita itu
"saya peringatkan kepada kamu , tidak lama lagi kedok kamu akan terbongkar . ini rumah keluarga kami"
ucap mamah Zoya sambil memegang tangan wanita itu dengan keras
Zoya memegang tangan mamah nya berusaha menghentikan kemarahannya
semakin seru dan penasaran siapa wanita yang masuk dalam keluarga itu dan memanfaatkan situasi Saga
Jangan lupa like vote and komen nya ya
happy Reading
__ADS_1