
jangan lupa vote, komen, yuks jadikan favorit 🥀
lanjut Handphone Luna terjatuh ,
"hallo Luna " ucap Saga , ia mendengar Luna sedang berbicara dengan seseorang
"mau apa kamu?" tanya Luna
"kamu kira setelah perbuatan kamu saya akan diam"
Luna ingin membuka pintu mobil itu walaupun ia tau mobil itu sedang berjalan
"saya sudah kunci semua pintu ini "
Luna ketakutan kondisinya baru saja kembali membaik sudah ditimpa kejadian seperti ini
Luna berteriak dan memukul mukul kaca mobil itu
"Tolong " teriak nya
Amara menarik rambut Luna
"awww lepasin " ucap Luna
Saga mendengar teriakan itu membuat nya bergegas keluar dan menyusul Luna
"Tuan mau kemana " tanya Zidan
"sudah cepat ikuti saya "
didalam mobil itu Amara menarik rambut Luna sehingga konsentrasi nya untuk menyetir berkurang
"Amara awas"
membanting stir hampir saja ia menabrak seorang nenek yang sedang menyebrang
"aww lepasin rambut saya apa mau kamu "
"Amara " teriakan kuat
dari arah samping truck itu menabrak mobil mereka hingga terguling dan terlempar
supir itu turun dan menyelamatkan kedua penumpang itu
namun Amara masih bisa membuka mata nya
Sedangkan Luna tergletak tak berdaya
Disaat bersamaan
"pyaarrr" gelas itu pecah berkeping-keping
"Kenapa tiba tiba perasaan saya tidak enak Luna, Saga " ucap Mamah Zoya
"pemirsa sudah terjadi kecelakaan di Jalan Amerta nomor 5 ,, menurut saksi kedua korban langsung dilarikan ke rumah sakit korban atas nama Luna Anindira Adhitama dan satu korban Amara Byanca"
Mamah Zoya tanpa sengaja mendengar berita itu dan langsung terkejut
"Tania sini cepet " teriak nya dengan keras
"ada apa sih mah?"
"itu kamu liat "
"bagus deh sekalian aja mati tuh perempuan kampung " ucap dalam hatinya
"Mamah harus telpon Saga segera "
handphone Saga berdering , namun tidak diangkat
__ADS_1
"mah mau kemana?" tanya nya
pergi begitu Saja tanpa menjawab pertanyaan Tania
"ada apa ini" tanya Saga
"itu Tuan sepertinya kecelakaan"
Saga turun dan melihat mobil itu
"permisi pak ini siapa yang kecelakaan"
"dua orang mas salah satu korbannya kalo ga salah nama nya Luna Anindira siapa gitu"
Saga dan Zidan seketika syok ,,,
"ayok cepat kerumah sakit sekarang"
sementara itu mereka berdua sudah tiba dirumah sakit dan sudah ditangani oleh dokter
"bagaimana ini dok pasien mengalami pendarahan sebelah wajah nya tak tertolong "
"baik siapkan ruangan operasi sekarang "
Tim medis harus segera melakukan tindakan agar nyawa nya dapat tertolong
Saga keluar dari mobil dan berlari tanpa sengaja ia melihat mamah nya itu
"Mah sebenernya ini ada apa"
"sudah kita temui ruangan Luna dahulu "
disisi lain lampu ruangan operasi sudah menyala ,,, ini sudah persetujuan mamah Zoya karena sebelumnya dokter telah menghubungi nya
detik per detik menit per menit operasi itu sudah berjalan cukup ,,dan akhirnya lampu itu mati menandakan operasi telah selesai dokter itu keluar
"bagaimana dok " tanya Mamah Zoya
Mamah Zoya, dan Saga bernapas lega seakan serangan jantung itu musnah seketika
Saga dan Mamah Zoya melihat kondisi Luna dari balik kaca ruangan
"Saga kamu mau kemana?" tanya nya
"Ada urusan yang harus saya cari tahu"
berjalan sambil menelpon " Zidan ada tugas untuk kamu "
"baik Tuan"
"temui saya didepan rumah sakit " ucap Tuan Saga
Saga berencana mencari tahu siapa sebenernya sosok satu wanita yang bersama Luna pada hari itu
"ada apa Tuan " tanya nya
"kamu pergi ke TKP bersama beberapa anak buah saya cari tau bukti apapun itu"
"Baik Tuan" Zidan pergi melaksanakan perintah dari Saga
"dok bagaimana keadaannya " tanya mamah Zoya yang sedang berada di ruangan dokter
"begini Bu saya terpaksa harus mengoperasi sebagian wajah nya karena sudah tidak dapat tertolong "
"maksut dokter"
"wajah Luna akan memakan waktu untuk sembuh pasca operasi. Saya semaksimal mungkin tidak mengganti nya hanya memperbaiki beberapa bagian saja"
Mamah Zoya menghela nafas sedangkan Saga mondar mandir di depan ruangan rawat Luna
__ADS_1
handphone nya berdering
"gimana " tanya Saga
"Tuan ternyata Amara yang bersama Nyonya ,,,menurut beberapa saksi Amara dinyatakan hilang setelah dibawa ke rumah sakit itu"
"okey Zidan kamu kesini bawa mereka dan jaga ruangan ini 1×24, jam "
"baik Tuan "
apa yang terjadi sama Luna dan kemana kah Amara setelah kecelakaan itu sungguh menjadi misteri
Saga memasuki ruangan Luna melihat nya untuk yang kedua kali nya berbaring tak berdaya
"Maaf untuk kedua kali nya saya tidak bisa membantu mu " penyesalan selalu ada di akhir
padahal Saga ingin membuka hati nya perlahan lahan , namun sekali lagi Luna menjadi korban akibat semuanya ini
dokter masuk memeriksa kondisi Luna
"bagaimana dok" tanya Saga
"kondisi nya sudah stabil, bahkan terbilang cepat menurut saya ini sedikit aneh, jika seperti ini terus perban nya kita bisa buka esok hari "
"baik dok " Saga duduk mendampingi Luna sehari semalam hingga tak makan dan minum sampai Luna tersadar kembali
"Tu,,tuan" panggil nya dengan nada suara lemah mata nya begitu sayu pandangan nya kosong
Saga terbangun
memencet tombol ,,hingga dokter dan suster langsung datang
"Bu harus istirahat jika kondisi nya semakin baik besok saya akan lepas perban dan melihat perkembangan wajah nya "
Luna hanya menengok kesana kemari tak mendengarkan dokter itu
"Luna sayang " ucap Mamah Zoya
"Mamah.."
"sudah tidak usah istirahat saja,, Tuan kemana"
"itu tadi..." entah tiba tiba Saga menghilang kemana ,padahal sebelumnya ia selalu stay menunggu Luna
keesokan hari nya kondisi Luna sangat membaik begitu cepat,, sedikit aneh namun itu lah yang terjadi Pelepasan perban itu dimulai
ada Saga dan Mamah Zoya tentukan
"mari kita buka perban itu "
situasi yang menegangkan karena jika itu tidak berhasil wajah nya akan rusak dan terpaksa akan dioperasi kembali
setelah perban itu dibuka ,,dan ternyata hasilnya itu tentu nya berhasil wajah Luna kembali ,namun ada beberapa bekas pemulihan yang harus dituntaskan
"coba ibu liat di cermin" melihat wajah nya memegang pipi nya
"Alhamdulillah semua nya berjalan tapi ibu harus selalu check up untuk mengetahui perkembangan wajah ibu"
Mamah Zoya memeluk Luna senang karena semuanya baik baik saja ,,
Namun satu orang merasa ada yang aneh dengan kejadian ini yaitu Zidan
bagaimana bisa seseorang yang kecelakaan begitu parah pulih secepat itu , namun dia hanya bisa terdiam
"Tuan " panggil nya
"Bagus kamu sudah sadar" dengan wajah yang datar
"Saga ini istri kamu baru pulih kenapa kamu seperti itu"
__ADS_1
Saga sebenarnya peduli ,namun ia tidak memperlihatkan nya didepan Luna hanya menjadi penjaga rahasia nya saja
sampai sini dulu kisah nya ,,,kalau ada yang curiga mengenai kecelakaan itu bisa komen ya,,, tunggu kelanjutannya segera