Istri Pengganti Tuan Saga

Istri Pengganti Tuan Saga
Empat puluh


__ADS_3

Zidan yang ditugaskan Saga untuk pulang dan mengambil berkas dirumah nya telah sampai dengan selamat.


Sesampainya ia disambut oleh pertanyaan Mama Zoya


"Zidan kenapa kamu pulang? dan dimana Saga" tanya nya


"Saya disuruh Tuan mengambil berkas penting Bu, Tuan esok hari baru pulang"


Setelah itu Zidan masuk ke ruangan Kerja Saga namun ia tak menemukan berkas itu.


"Apa mungkin dikamar Tuan" Ucap Zidan


***


Disisi lain Luna palsu itu menelpon Tania sepertinya dia akan menyuruhnya melakukan sesuatu dan melanjutkan rencananya, menghancurkan keluarga Adhitama melalui Tania.


Handphone Tania berdering


panggilan masuk dari Luna


"Tumben ni cewek nelpon saya" ucap hati nya


"Halo ada apa?" kata nya


"Apa kabar adik ipar ku" jawab Luna dengan sangat lembut dan manis


"Tidak usah basa basi langsung saja ke inti"


"Sabar nanti darah tinggi"jawab Luna dengan santai


Tanpa di sengaja saat Zidan hendak ke kamar Saga ia melihat pintu kamar Tania yang sedikit terbuka.


Niat awal nya hendak menutup nya, namun rupanya Tania sedang berbicara pada seseorang ditelpon


"Dengan siapa dia bicara kenapa bisik bisik" ucap Zidan yang penasaran dengan siapa ia berbicara


"Kamu Tenang saja saya tidak memberitahu siapapun soal rahasia ini" ucap Tania


Mendengar itu membuat Zidan semakin penasaran, rahasia apa yang dimaksudkan oleh Tania.


"Rahasia" ucap Zidan dengan raut wajah penasaran


"Tapi jika kamu macam macam dengan saya, Saya tidak segan memberitahu soal operasi wajah palsu itu" ungkap Tania


Ia tidak tahu jika Zidan sedang menguping pembicaraan mereka.


Setelah mendengar kurang lebih nya itu Zidan langsung pergi dan tak sengaja ia menyenggol meja yang disampingnya itu.


Mendengar itu Tania terkejut dan langsung menutup telponnya, ia pun berjalan keluar melihat siapa yang ada didepan kamarnya itu.


"Kenapa dia menutup telpon tiba tiba" ucap Luna


Jantung nya sudah berdebar kencang jika ada yang mendengar pembicaraan nya dengan Luna tadi.


Saat membuka pintu nya ia tak melihat siapapun, tetapi siapa tadi yang menyenggol meja itu.


"Tidak ada siapapun, lalu suara itu....mungkin bukan dari arah sini" ungkap nya


Dari kejauhan Zidan rupanya sedang mengumpat, dia takut jika Tania melihatnya karena tak sengaja menyenggol meja itu.


"Untung Saya cepat cepat pergi, tapi operasi wajah palsu apa maksudnya" ungkap Zidan yang keringat nya mengucur pada dahi nya


"Apa ada hubungannya dengan wajah Nyonya Luna yang mirip itu"


Pada saat sedang berpikir tiba tiba bibi datang dari belakang dan membuat nya kaget


"Mas Zidan" sambil menepuk bahu nya


"Ehhh bibik buat saya kaget "

__ADS_1


"Lagian ngapain mas bengong disini, hayo lagi mikirin apa"


"Tidak bik "


"Jangan bohong Mas dari raut wajah Mas aja keliatan"


Setelah mendengar ucapan Tania tadi Zidan lantas menanyakan mengenai Luna setelah dia keluar dari rumah sakit itu.


"Bik saya ingin bertanya, tapi janji jangan bilang ke siapapun" ucap Zidan


"Siap Mas tenang bibik bisa jaga rahasia" jawab bibi


"Menurut bibi setelah Nyonya Luna keluar dari rumah sakit, apa ada yang aneh bi?" tanya Zidan


Awalanya bibi mengatakan tidak ada , namun dia berpikir lagi dan mengingat beberapa hal aneh menurut nya.


"Oh ya bibi baru ingat, setelah dari rumah sakit itu , Nyonya Luna sedikit berbeda"


"Maksud bibi beda gimana" Jawab Zidan


"Saat saya berikan jus kesukaan nya tiba tiba non menolak dan itu bukan hanya sekali, tingkah nya juga sangat aneh"


Setelah mendengarkan pengakuan dari bibi, kini kecurigaan Zidan semakin besar dan ia ingin mencari tau ada apa sebenarnya.


***


Disisi lain Laras sudah mulai berkemas untuk pergi dari sana ,ia tak bisa membantah perintah Rafi karena selama ini hanya dia yang menolongnya.


Gadis itu sedang menatap langit yang cerah entah apa yang sedang dipikirkannya, raut wajahnya terlihat sangat murung, Sebelum tiba tiba datang laki laki menghampirinya.


"Saya tau kamu kecewa dengan keputusan saya" melontarkan kalimat nya langsung


Seketika ia menengok ke arah nya dan melihat pria yang sedang berdiri disampingnya.


"Saya tidak kecewa "


ia tak bisa mengelak lagi kali ini , memang hatinya sangat berat meninggalkan tempat ini. Entah ada apa padahal ia hanya berlibur saja disini, seperti akan meninggalkan separuh hati nya.


"Saya tunggu kamu di luar " pergi setelah mengatakan itu


Melihat banyak bodyguard nya yang sedang berkemas kemas, Saga yang tak sengaja lewat langsung menghampirinya.


Ia terlihat bingung dengan semua nya


"Tunggu, Ada apa ini?" tanya Saga


"Tuan Rafi hari ini harus pulang " jawab nya


"Bukannya seharusnya esok hari"


"Maaf Tuan saya tidak tau mengenai masalah itu"


Luna yang melihat Saga sedang berdiri disana langsung memanggilnya


"Tuan" panggil nya


Luna menghampiri Saga dan melihat semua ini


"Tuan kenapa disini?"


"Seharusnya saya yang tanya kenapa kamu selalu mengikuti saya"


"Ini ada apa ya?"


Saat ia bertanya seperti itu ia seperti mengenal salah satu mobil itu, persis sekali seperti mobil milik Rafi.


"Bukan urusan kamu kan" jawab Saga dengan cuek


"Ini Bu Tuan saya akan pergi dari sini" jawab Supir Rafi itu

__ADS_1


Saat supir itu dan Luna sedang berbicara Rafi hendak keluar untuk melihat persiapan nya apakah sudah usai. Saat ia melihat ke kaca itu ia terkejut melihat Saga dan Luna.


Terpaksa Rafi bersembunyi sambil mendengarkan apa yang dibicarakan mereka, Rafi selalu memasang alat pendengar suara di sekitar mobil nya. Jadi tak heran jika terdengar percakapan itu


"Tuan? siapa nama Tuan kamu"


"Tuan saya bernama R,,,,"


Saat supir itu hendak menjawab tiba tiba dengan sigap Rafi menelponnya.


"Bentar Bu"


"Halo Tuan"


"Kamu jangan beri tahu nama saya di depan wanita itu" ucap Rafi


"Tapi kenapa Tuan"


"Sudah ikuti saja, cepat kamu masuk mobil sekarang "


Untung Saja Rafi dengan cepat menelponnya jika tidak pasti akan ketahuan.


Usai menutup telpon supir itu malah Masuk ke dalam mobil, itu membuat Luna semakin penasaran dengan Tuan yang disebutkan nya itu.


Ketika Luna hendak menghampiri Supir itu Saga menghentikannya


"Mau kemana kamu?" tanya nya


"Itu Tuan saya ingin,,,"


"Besok kita akan pulang , sebaiknya kamu rapikan semuanya hari ini" ucap Saga


"What? besok? kenapa mendadak Tuan"


"Saya ada urusan penting "


Belum saja mereka dapat menghabiskan waktu berdua, malah Saga mengajak Luna pulang. Tapi syukur lah setidaknya mereka tidak dapat waktu berduaan.


Luna pergi masuk ke dalam, sedangkan saat itu juga Rafi membalikkan badannya agar tidak terlihat oleh Luna.


Bukan Luna nama nya jika ia tidak menuntaskan rasa penasarannya itu.


Ia dengan pandai nya bertanya pada bagian resepsionis siapa daftar tamu yang akan pulang sore ini.


"Permisi saya ingin menanyakan daftar tamu yang akan pulang sore ini?" tanya Luna


"Maaf bu saya tidak bisa memberi tahu soal nama tamu kami , ini sudah ketentuan kami" ucap nya


"Saya istri dari Saga Adhitama, apa anda tidak akan memberi tahu?"


Setelah mendengar itu tentu saja dia takut walaupun hanya mendengar nama nya saja.


"Baik Bu Hari ini ada 5 orang yang akan pulang sore ini"


"Siapa saja sebutkan" ucap Luna


Karyawan itu sudah menyebutkan 4 nama salah satu nya tidak ada yang menyebutkan nama Rafi , namun tinggal satu yang belum disebutkan.


"Yang terakhir nama nya Tuan Ra..."


Luna sudah deg degan mendengar huruf awalnya ia yakin jika itu adalah Rafi


"Randy Agra Bhuana sudah Bu itu semua daftar tamu yang pulang hari ini"


Ternyata bukan Rafi lalu mengapa nama Rafi tidak disebutkan padahal hari ini mereka akan pulang sungguh aneh.


Bersambung


Bagaimana episode hari ini ? yuks bom komen and like nya

__ADS_1


__ADS_2