
jangan lupa vote like and komen yuks jadikan favorit 🥀
ketika Luna sampai dirumahnya dia dikejutkan dengan foto nya bertemu Laki laki itu
ia hendak mengambil handphone itu
"ets mau apa cewek kampung bukti ini bakal saya kasih kak Saga "
ucap Tania
Luna berpikir darimana dia dapat foto itu
"kamu boleh selangka dari saya tapi saya dua langkah didepan kamu" ucap Tania dengan sombong nya
Tania langsung pergi ke kamar nya sembari melihat lihat foto itu
Luna sangat cemas dan bingung bagaimana caranya menghapus bukti itu dari hp Tania
sedangkan di kantor tanpa sengaja Saga memikirkan Luna
"Kenapa saya jadi teringat wanita itu ,, sadar Saga "
lalu ia melihat foto Aulia istri pertama nya yang selalu ada di ruangan itu bersama nya
"Aku tetap teguh dengan keyakinan ku pada mu" ucap Saga sembari melihat bingkai itu
Sedangkan disisi lain Rafi mendapat kabar dari anak buah nya
"hallo bos "
"Ada kabar apa " tanya nya
"Bos saya melihat seperti nya dia mulai sadar tangan nya mulai bergerak"
Rafi terkejut dan langsung menuju rumah nya di kediaman Argantara
siapa yang dimaksud anak buah dari Rafi itu?
dikamar Luna sedang melihat foto keluarga Adhitama yang disilang merah oleh nya sambil menunjukan wajah dendam nya
"Satu persatu dari kalian akan merasakan apa yang seharusnya" ucap nya
boom seperti bom meledak apa maksudnya. Jadi selama ini dia menikah dengan Saga, karena ingin menghancurkan keluarganya atau bagaimana?
"Misi pertama dimulai " sambil memukul meja rias nya
"Hallo kamu siapkan semuanya saya tunggu malam ini"
dengan menunjukkan emosi yang membara
"Sudah cukup sandiwara ini " ucap Luna dengan tegas
malam hari nya Tania bersemangat untuk memberi tahu kakak nya mengenai foto itu. dimeja makan ia memulai pembicaraan nya
"Kak aku ingin menunjukkan sesuatu"
Saga hanya terdiam mengingat perilaku adiknya itu
"Kak tolong dengerin aku sekali ini , coba liat ini" memberi gambar itu pada Saga
Luna hanya terdiam sembari memainkan garpu dan sendok nya
"Kakak lihat kan bagaimana istri kakak ini bertemu Laki laki "
melirik nya dengan tajam
"ulah apa lagi yang kamu buat? " tanya Saga dengan tegas
"Kak maksud kakak apa " sahut nya dengan bingung
"Lihat sendiri" memberikan handphone kepada nya
Ia pun terkejut melihatnya , bagaimana bisa foto itu berubah menjadi dirinya bersama laki laki di cafe.
__ADS_1
"Kak tapi tadi" bantah nya dengan membela dirinya
Saga menarik tangan Tania dan membawa nya ke kamar nya
"Sakit kak lepasin,"
"Saya sudah peringatkan kamu , dan sekarang kamu sudah berani bertemu Laki laki dan menuduh kakak ipar mu"
sudah begitu kesal nya dengan perilaku adik nya itu sangat menjengkelkan
"Cukup, mulai sekarang kamu tidak boleh pergi kemana pun sebagai hukuman"
"Kak tapi Saya mohon jangan beri hukuman seperti itu"
Saga tidak menghiraukan permintaan adiknya, ia langsung mengunci pintu. Memberi tahu seluruh anggota rumah, bahwa tidak ada yang boleh membuka nya kecuali memberi nya makanan
Saga langsung pergi keluar disusul dengan Luna
ia duduk di taman rumah sambil memikirkan sesuatu
Luna datang menemani suami nya yang sedang dipenuhi masalah
"Hmm Tuan apa tidak berlebihan seperti tadi" ungkap nya
"Dia adik saya jadi jangan pernah membantah keputusan itu" sahut nya
"Tuan saya ngerti tapi , saya takut jika Tania melakukan hal yang aneh"
"kamu sudah dituduh berapa kali kenapa masih membela nya" melihat wajah Luna
"Yang terpenting tuduhan itu tidak benar" Luna mencoba menenangkan Saga dengan perlahan, namun pasti
Disaat momen itu tiba tiba ada panggilan masuk dari Rafi
"sebentar Tuan saya angkat telpon "
menjauh dari Saga
"Ada apa telpon malam malam begini " ucap Luna
"Apa bagaimana bisa apa kamu tidak memberikan suntikan itu" sahut nya
"Saya sudah jalankan sesuai yang kamu perintah kan"
"Baik besok saya kesana "
menutup telpon dan kembali dengan Saga.
Wajah nya terlihat cemas dan dahi nya mulai dipenuhi keringat
kedua tangannya mengepal
"siapa yang telpon kenapa kamu berkeringat" tanya Saga
"Tadi bapak saya menelpon katanya mamah sedang sakit "
Saga sepertinya terlihat curiga dengan gerak gerik Luna
"Lalu mengapa kamu berkeringat"
"Oh ini saya hanya khawatir Tuan , apa boleh besok saya kesana " tanya Luna
Saga hanya mengangguk dan setelah itu pergi meninggalkan Luna sendirian diluar
disisi lain Tania merengek menangis karena tidak ada yang percaya padanya . Ia juga merasa bingung bagaimana gambar itu bisa berubah
pesan masuk dari Luna
"bagaimana permainan awal saya , saya menang lagi dan jangan pernah coba coba ikut campur urusan saya" kata kata dari pesan Luna
"Arhhh Awas kamu cewek kampung semua penderitaan ini akan saya balas " mengacak ngacak meja rias
sudah hampir lebih dari sebulan mereka menikah , tapi mereka masih tidur dengan berpisah ranjang
__ADS_1
kali ini rupanya Saga tertidur di ruang tamu tepat nya di kursi mewah nya
sedangkan Luna tidur dikamar Saga ia terbangun , melihat keluar kamar
"Tuan " ucap nya
mengambilkan selimut untuk Saga , karena sepertinya ia kedinginan
memandang wajah nya yang tertidur sambil tersenyum
"Tuan jika sedang tidur galak nya hilang " dengan senyum manis nya
lebih lama untuk memandang Saga
"Luna ingat misi awal kamu " ucap pikiran nya
Ia langsung tersadar
"Ingat ini hanya sandiwara Luna jangan pernah bawa perasaan"
saat Luna hendak pergi rupanya Saga terbangun ,,,
Luna tentu panik harus bagaimana
"Kamu kenapa disini "
"Saya hanya memberi selimut "
"sudah kamu kembali ke kamar " perintah Saga
Malam ini Luna merasa bimbang antara pikiran dan hati nya yang berbeda arah.
"Luna ingat tujuan kamu " ucap sisi jahat dari Luna
"sudah ikuti kata hati mu Luna " ucap sisi baik Luna
"Stopp" memegang kedua telinga nya
keesokan pagi nya Luna bersiap untuk pergi
"Tuan saya pamit " ucap nya
"Hati hati ya sayang " ucap Mamah Zoya
"Saga kenapa kamu tidak mengantar istri kamu " tanya nya
"Tidak usah Mah saya bisa sendiri "
"Saya juga tidak ingin mengantar nya " sahut Saga
Saga pergi terlebih dahulu meninggalkan Luna, tetap saja sikap keras nya belum berhasil di luluhkan
"Nyonya Silahkan masuk" ucap supir
"Tapi pak Tuan bagaimana"
"Tadi Tuan sendiri yang menyuruh saya untuk mengantar nyonya "
Lagi lagi kepedulian Saga berhasil menyentuh hati Luna
"Tuan sikap ini yang membuat aku bimbang "
"Saya naik taksi saja "
"Tapi nyonya nanti Tuan memarahi saya "
"Baik kalo begitu kamu antar saya sampai mall depan lalu saya naik taksi"
Luna tak ingin jika satu pun tau kepergian nya itu bukan kerumah orang tua nya , melainkan kerumah Rafi.
next sampai sini dulu ya, jangan lupa like komen cerita ini Thanks yang sudah like☺️
Yang penasaran sama seseorang yang dirahasiakan Rafi dan Luna bisa komen yuks
__ADS_1
Tunggu kelanjutannya ya segera