
Jangan lupa like, vote and komen nya yuks jadikan favorit 🥀
happy Reading
Persiapan honeymoon Saga dan Luna sudah mencapai titik akhir. Kini mereka tidak akan bisa menolak permintaan sang Mamah
Namun Saga tidak tau jika yang bersama nya selama ini adalah Amara yang menirukan sosok Luna.
"Saga Luna kemarin cepat " panggil Mamah Zoya
Mereka berdua keluar dari kamar dengan pakaian yang rapi.
"Mah kenapa banyak sekali koper nya " Tanya Luna
"Sayang kalian kan bakal honeymoon dan itu tidak sebentar jadi semua ini Mamah siapkan"
"Tapi apa tidak bisa ditunda Mah" Tanya Luna kembali
Luna tak ingin pergi karena urusannya dirumah ini belum usai, ditambah kecemasan dengan sadarnya sosok Luna asli.
"Sayang ini sudah hari yang tepat jadi kalian harus pergi benar kan Saga"
Saga hanya terdiam cemberut wajah nya datar tanpa polesan senyum diwajahnya.
"Serah Mama" sambil berjalan pergi keluar
"Sudah susul suami kamu Sayang " Ucap Mama Zoya
Mamah Zoya mengantarkan Luna dan Saga sampai didepan pintu utama.
"Hati-hati kalian nikmati honeymoon nya sayang"
Pergilah Luna dan Saga hanya mereka berdua tanpa dampingan Zidan atau supir.
baru kali ini mereka berdua pergi dan itu pun pergi untuk berlibur.
Â
Sedangkan di kediaman Rafi Laras semakin hari kondisinya semakin membaik.
"Non ngapain disini biar bibi saja yang masak"
"Tidak bik saya bosan dikamar , saya ingin memasak untuk Pak Rafi karena dia baik sekali." Ucap Laras
kini kehidupan nya berubah setelah identitas baru nya itu .
"Nah seperti nya Tuan Rafi sudah datang "
"Iya bik saya akan bawakan makanan dimeja makan"
Saat Rafi datang dan masuk kerumah ia melihat Laras bersusah payah untuk membawakan makanan itu.
"Laras kenapa kamu repot repot" tanya Rafi
"Tidak pak ini hanya masakan Sederhana semoga bapak suka"
Laras memang sangat baik walau identitas nya baru , namun sikap nya begitu peduli dan baik.
"Mau kemana kamu sini makan dengan saya"
Ucap Rafi
"Tidak Pak saya tidak enak dengan bapak"
"Sudah tidak apa apa "
Mereka berdua makan bersama dimeja makan itu , Rafi sangat bersikap baik pada Laras.
"Bapak mau saya ambilkan?"
"Boleh " sahut Rafi
Siapa pun yang didekat Laras akan merasa nyaman oleh sikap nya itu , bahkan orang jahat sekalipun.
"Kamu sungguh baik Laras, baru kali ini saya kenal Wanita seperti kamu"
"Tapi nasib mu sungguh malang" ucap Rafi dalam hatinya sambil memandangi Laras
"Ini Pak"
__ADS_1
"Baik terimakasih Laras , kamu juga makan "
Â
Kita beralih ke Tania
Sedangkan kondisi rumah sudah tidak ada Saga dan Luna, kini saatnya ia bisa membuka data data itu.
"Saya yakin ada sesuatu yang dirahasiakan wanita itu " Ucap Tania
Ia membuka nya perlahan, satu demi satu ia baca dengan sangat teliti. Lembaran demi lembaran tak ada sesuatu yang aneh.
saat hendak membuka lembaran selanjutnya Mama Zoya memangil nya.
"Tania sayang kemari" teriak nya
" iya Mah...Haduh Mamah kenapa lagi sih" ucap nya di dalam kamar
"Ada apa Mah?" tanya nya
"Nanti kamu ikut ke butik untuk kontrol disana "
"Tapi Mah" bantah nya
"sayang kamu anak perempuan di keluarga Adhitama jadi kamu harus menjadi penerus Mamah" sambil mengusap pundak Tania
"Iya Mah" sahut nya
Diperjalanan menuju tempat honeymoon Luna dam Saga hanya terdiam. Ia memikirkan bagaimana dengan rencana selanjutnya, sedangkan Saga sibuk menyetir mobil.
Tak lama diperjalanan tiba tiba mobil yang dikendarai nya mati
"kenapa mati sih nih mobil "
Ucap Saga sambil turun untuk mengecek nya
Luna tetap berada didalam mobil,
"Tuan ada apa dengan mobil nya " tanya Luna
"Saya ini pengusaha bukan montir , mana saya paham dengan urusan mobil" Sahut Saga dengan sinis
"Coba Tuan buka lalu cek " Ucap Luna
"Kamu nyuruh saya?" sahut Saga
"Tidak seperti itu Tuan, saya hanya memberi saran"
Saga lalu menuruti perkataan Luna dan mulai melihat ada apa dengan mobil nya itu.
beberapa menit Saga mengecek tetap saja tidak ketemu permasalahan nya
Karena cuaca sedang panas Luna pun merasa kepanasan ia mulai merasa gerah.
"Kamu kenapa panas?" Tanya Saga
"Tidak Tuan saya tidak apa apa" sahut Luna
Saga mengusap pipi dan kening nya , karena terlihat sedikit berkeringat.
"Saya tidak menemukan masalah apapun"
sahut Saga
"terus bagaimana Tuan..." sambil melihat lebih seksama ada noda oli di wajah Saga
Luna tersenyum kecil melihatnya
"Kamu kenapa senyum senyum " Tanya Saga
"Itu Tuan ada noda oli di wajah Tuan " sambil menunjuk nya
"Dimana disini ?" mengusap nya dengan perlahan
"Tidak Tuan geser sedikit "
"Disini ?"
"Agak atas dikit"
__ADS_1
"Sini Tuan maaf sebelumnya" Luna membantu Saga menghilangkan noda itu dengan tangannya
Luna mulai mendekat , menjinjit sedikit dan mengusap wajah Saga
Saga hanya memandangi Luna , sebaliknya Luna membalas pandangan suami nya itu
"Hmm sudah Tuan "
"Terimakasih" ucap Saga
"kenapa saya jadi deg degan setiap kali dekat dengannya seharusnya tidak seperti ini" Kata Luna palsu tersebut
Â
Sedangkan dirumah Rafi , Rafi sedang mengajarkan Laras untuk berjalan seperti biasa.
"Tapi apa tidak merepotkan bapak ?" Tanya Laras
"Tidak sama sekali mari saya bantu, perlahan saja"
"Baik pak "
Rafi mulai membantu Laras untuk menginjak kan kakinya ,
"Tunggu perlahan saja " ucap Rafi
"Okey mari berdiri satu, dua, tiga"
Laras mulai berdiri dengan bantuan Rafi , langkah demi langkah ia berjalan
"Pelan saja, gimana sudah bisa" tanya Rafi
"Iya Pak ,coba saya sendiri "
Rafi melepaskan tangannya dari Laras dan membiarkan nya berjalan sendiri
"Perlahan saja "
satu langkah Laras masih bisa , namun sangat langkah ketiga kaki nya tak mampu menompang kembali.
Tubuh nya hendak jatuh, reflek Rafi berlari dan membantu nya
Apakah Rafi akan suka pada Laras , atau hanya kasian padanya?
Rafi dan Laras saling bertatapan wajah cantik dan mata yang indah membuat Rafi sangat terpana.
"kenapa saya grogi di dekat nya " ucap hati Rafi
"maaf pak saya jadi merepotkan"
"Tidak apa apa lain kali hati hati , kita sudahi saja sepertinya kamu lelah.
"Bik tolong bawa Laras ke kamar saya ada urusan sebentar"
"Baik Tuan "
Rafi sepertinya akan menghubungi Luna dan menanyakan langkah selanjutnya.
"Hmm Laras jika kamu ingin keluar atau bosan pergi sama bibi dan sudah saya siapkan mobil "
Rafi pergi setelah mengatakan itu .
"Bik kenapa pak Rafi baik sekali" tanya Luna
"Non mungkin pak Rafi anggap non sudah seperti keluarga nya "
Namun dalam pandangan Laras dia sangat baik sekali padanya, semua fasilitas dia berikan padahal dirinya bukan siapa siapa.
"bik bagaimana jika nanti kita pergi supermarket"
"mau Ngapain non"
"sudah nanti bibik tau sendiri"
bersambung
episode kali ini sampai sini dulu ya jangan lupa like and Komen nya sebagai dukungan kalian
semoga kalian suka alur nya. thanks yang sudah ikuti sampe episode ini
__ADS_1