
Sementara Raffi yang sedang menunggu jawaban dari Laras , begitupun Luna yang terus berusaha bagaimana caranya agar Saga jatuh hati padanya.
Malam itu keluarga Adhitama sedang mempersiapkan dinner bersama di kediaman nya, tetapi tiba tiba tanpa mereka tahu Zidan datang kerumah itu.
"Selamat malam" ujar nya yang tiba tiba datang entah apa yang dilakukan nya malam malam begini
"Eh Zidan kebetulan sekali , mari ikut kami makan malam" ucap Mamah Zoya yang sedang mempersiapkan minuman untuk keluarga nya.
"Iya Tante terimakasih" disitu Zidan sangat memperhatikan Luna karena ia tau kebusukan gadis peniru itu.
Sedangkan Luna yang sedang duduk mempersiapkan segalanya asik tak melihat ataupun melirik Zidan sama sekali.
"Tante Tuan Saga kemana?" tanya nya
"Sebentar lagi pasti datang, nah itu dia"
Baru saja Tante bilang eh dia sudah datang
Saga datang dari arah kamar nya , ia terkejut melihat Zidan yang ada di rumahnya malam malam begini.
"Tumben kesini malam, ada apa " ketus nya sembari duduk
"Klien kita ingin membahas beberapa berkas penting " ucap Zidan
Luna melihat Saga telah duduk dimeja makan , ia kemudian langsung beraksi berpura pura untuk mengambilkan nasi dan lauk yang sudah tersedia.
"Sini Tuan biar saya ambilkan" ujar Luna mengambil piring Saga, namun apa daya pria batu itu menolak mentah mentah tawaran Luna
"Saya bisa sendiri" ujar nya mengambil kembali piring ditangan Luna
Gadis itu kemudian menghela nafas nya, sudah banyak sekali usaha yang dia lakukan tetapi tetap saja Saga tak melirik nya sama sekali.
Zidan tertawa kecil melihat bagaimana Saga memperlakukan Luna itu dengan sangat buruk.
"Saga dia istri mu , biarkan dia melayani mu dengan hak nya" ujar Tante Zoya yang selalu menasehati Putra sulung nya agar dapat menghargai Luna.
karena tak ingin berdebat dengan sang ibu,Saga kemudian memberikan Luna melayani nya dengan baik. Gadis itu mulai tersenyum lebar.
"Ayo Zidan mari makan" ucap Tante Zoya
****
Disaat mereka sedang menikmati makanan, tiba tiba saja Tania baru keluar dari kamar nya dan datang ke meja makan.
"eh sayang kenapa kamu baru keluar,,,dari tadi bibi sudah memanggil" ujar Nya
"Iya Mah, tadi Tania agak malas" ujar nya gadis itu lalu duduk tepat sekali didekat Zidan
__ADS_1
awal nya ia tak menyadari jika itu Zidan, karena pakaian yang ia gunakan sangatlah berbeda, tetapi ketika Tania hendak mengambil sendok sayur tiba tiba tangan Zidan juga mengarah ke arah yang sama.
Diatas meja itu terjadilah kejadian yang tak pernah terduga, mereka berdua terkejut bagaimana bisa ini terjadi. Mereka akhirnya saling memandang satu sama lain.
"ini beneran Zidan, kenapa gue baru sadar ya kalo dia ganteng juga" ujar hati Tania menatap mata pria yang ada didepannya itu.
"Ehemmm ehemm" ucap Saga yang melihat kemesraan itu terjadi di depan matanya
mendengar hal itu mereka berdua langsung menarik kembali tangannya, dan mereka mulai tersenyum kecil.
"Hmm kamu duluan aja" ucap Zidan ia merasa malu kepada keluarga Adhitama karena kejadian itu.
Sedangkan Tania memalingkan wajah nya dan seperti nya ia pun merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan Zidan.
Dinner malem ini terlihat begitu hangat, sebelum Luna mengatakan hal yang membuat telinga Zidan sangat panas.
"Maaf Tuan apakah Tuan sudah tahu jika rekan kerja Tuan, yaitu Pak Rafi akan segera menikah" ujar nya didepan semua orang
Mendengar perkataan itu membuat Zidan tiba tiba batuk batuk seperti nya ia terkejut mendengar hal itu.
"Bukan urusan saya" sahut Saga ketus
"Kamu tau dari mana Luna?" tanya Mertua nya
"Oh saya tak sengaja mendengar nya Mah dari teman saya lewat sosmed" ujar nya mencari alasan
Zidan yang mulai risau jika hal ini benar benar terjadi, ia tiba tiba meminta pamit untuk pergi dari rumah Saga dan meninggalkan makan malam nya.
Padahal ia mengatakan akan membahas berkas penting dengan Saga, tetapi mendengar itu semua ia merasa tak tahan dan harus berbuat sesuatu.
"Eh Zidan kenapa buru buru" jawab Tante Zoya
sesampainya diluar Zidan langsung mengambil handphone dan menghubungi anak buah nya yang bertugas disana.
"Ini ga bisa dibiarkan " ujar nya menelpon salah satu anak buah nya
"Hallo" ujar nya panik
"Ada apa Bos" sahut nya
"Apa benar akan terjadi pernikahan Raffi dan Laras" ujar nya
"Pernikahan itu belum dipastikan karena Nyonya Laras belum memberikan kepastian" sahut nya
Zidan langsung menutup telponnya setelah mendengar penjelasan dari anak buah nya, ia segera masuk ke mobil dan pergi.
Ia terlihat sangat cemas, bahkan ia mengemudi dengan keadaan khawatir, pria itu memegang kepala nya ia kembali berpikir bagaimana caranya agar itu semua tak terjadi.
__ADS_1
"Saya harus cari cara,,, " berpikir sejenak sembari kembali mengemudi
Pria itu tiba tiba memukul setir kemudi
"Nah,,ini satu satunya cara untuk menyelamatkan nyonya Luna,,, tidak ada cara lain" ujar nya tersenyum
setelah memikirkan nya dengan matang Zidan mengambil ponsel nya, dan ia memberikan pesan ke pada anak buah nya untuk bertemu dengannya esok pagi di tempat biasa.
*****
Keesokan pagi nya di kediaman Adhitama
Saga terlihat sedang berusaha mencari jas hitam nya yang biasa dia gunakan, tetapi tak kunjung ditemukan.
kebetulan Luna masuk ke kamar nya dan melihat Saga sedang mencari sesuatu
"Hmm Tuan sedang mencari apa?" tanya nya agak gugup
tetapi ia hanya terdiam dan sibuk membongkar semua lemari baju , ditambah waktu nya sudah mulai siang.
Gadis itu tak menyerah ia kemudian mendekati Saga dan menanyakan nya kembali
"Ada yang bisa saya bantu Tuan" tanya nya sekali lagi
"Tidak" ucap nya ketus
"Tapi siapa tau saya bisa membantu" jawab nya kembali
"Yasudah cari jas hitam saya cepat, kamu ini sudah mulai banyak berbicara" ucap Saga dengan nada suara keras
"Jas hitam yang mana ya Tuan" tanya nya lagi
"Memang saya berapa punya jas hitam"
"Ohh itu ada di sofa sudah saya siapkan sejak tadi" ujar nya menunjuk ke arah sofa itu
Saga kemudian mengambil nya dan dia melemparkan gantungan jas itu ke lantai, dan ia kemudian pergi dari kamar itu.
",Ihhh tuh orang hati nya udah beku kalik ya,,, cape gue kayak gini terus,,, pura pura baik lembut ini itu iihhh" menggerutu kesal karena banyak sekali usaha yang ia lakukan tetapi tak ada yang berhasil
Sementara disisi lain Gadis malang berkursi roda itu sedang duduk di taman menikmati suasana pagi, tetapi sayang nya pikiran nya selalu membuat nya bimbang.
ditambah ajakan pernikahan yang dilontarkan oleh Raffi membuat nya semakin bingung, apakah dia harus menerima pernikahan ini atau tidak?
Bersambung
.
__ADS_1
.
.