
jangan lupa like ,vote and komen yuks jadikan favoritš„
setelah hampir 3 hari Luna dirawat hari ini ia telah diperbolehkan untuk pulang , namun tetap jalani pemeriksaan rutin
"Taniaaaa (teriak nya ) ..lelet banget " ucap Amara
"ada apa nyonya " dengan rasa penuh terpaksa
"tolong kamu potong kuku kaki saya "
"apa?" dengan suara lantang
Amara berdiri dan hendak menyiksa Tania, namun tiba tiba ( tok tok permisi selamat siang)
"arrhhggg siapa lagi ganggu aja "membuka pintu
"siang anda siapa ya" melihat dari ujung kaki hingga kepala
"saya hanya diperintahkan agar sodara Amara meninggalkan rumah ini"
terkejut " apa.. ini rumah saya"
"bukan" sahut nya dari balik mobil
ternyata itu Luna beserta Mamah Zoya
"heh perempuan kampung semua ini sudah atas nama saya "
pergi kedalam untuk mengambil bukti hak milik atas semua nya "nih liat " melemparkan nya
Luna merobek surat itu tanpa melihat nya
"ini palsu "
tentu Amara kaget dong Mamah Zoya juga terkejut
"apa Maksut mu" tanya nya
"Saya sudah mengganti semuanya sebelum malam itu ,,," Luna menceritakan bagaimana dirinya mempersiapkan semua rencana ini sendirian
dengan sangat detail dan halus siapa sangka wanita itu ternyata diam diam sigap
"saya tahu kamu mengincar harta Tuan maka dari itu saya lakukan ini "
"boong itu tidak mungkin " memegang kepala nya sambil berteriak
"kamu " menghampiri Luna ,namun Mamah Zoya menjadi tameng bagi Luna
"cepat sodara pergi atau kami telpon polisi"
emosi nya semakin meluap , namun ia tidak bisa berbuat apa apa
"pergi cepat "
hanya terdiam mata nya memerah penuh dengan dendam pada Luna
Mamah Zoya menyeret wanita itu keluar dari rumah menjatuhkan nya didepan Luna
"awww" lirih nya
"pergi kamu cepat wanita licik" ucap Mamah Zoya
tentu saja Amara tidak akan menerima perlakuan ini dengan begitu saja sambil penuh dengan dendam ia mengatakan
"Awas kamu Luna suatu saat saya akan datang membalas semuanya " pergi dari hadapan mereka
"sayang " memegang pundak Luna matanya berkaca-kaca tidak tahu harus berkata apa dengan mantu nya itu
"Mah sebaiknya telpon Tuan dan Zidan "
mereka semua masuk kerumah itu ,, Tania terkejut dengan kedatangan Mamah nya ia langsung memeluk sang ibu
"Mamah" sambil menangis haru
__ADS_1
"Tania sayang" begitu pun sebaliknya
Mamah Zoya tidak tega melihat anaknya berpakaian seperti pembantu tak terurus sama sekali
"Maafin mamah "
"Tidak Mah " sahut nya
Mamah Zoya lantas menceritakan semuanya dari Luna membahayakan nyawanya demi sang kakak hingga rencana memalsukan surat hak milik
Tania terharu sehingga membuat nya menangis dan memeluk kakak ipar nya sambil meminta maaf jika selama ini sikap nya kurang baik
"maafin aku kak " sambil menangis haru
Luna tentu saja mudah memaafkan hatinya lembut dan baik
tak lama kemudian
"Saya tidak pernah Sudi akur dengan kamu ini hanya sandiwara belaka" ucap nya dalam hati nya
kirain beneran berubah dan minta maaf ternyata hanya sandiwara,,,licik sekali kamu Tania
Tak lama setelah itu Saga datang ia mencari wanita yang telah menipu nya itu
"dimana wanita itu" tanya nya
"sudah biarkan sekarang intinya rumah kita sudah kembali ,,,kamu harus berterimakasih pada istri kamu "
Luna hanya terdiam dia berharap Saga bisa lebih baik dari sebelumnya
"Antar istri kamu ke kamar"
Saga ingin menolak namun, mamah nya menentang " Jangan ada penolakan"
Saga menghela nafas ia mulai mendorong kursi roda Luna dan membawa nya ke kamar
dikamar itu hanya terdengar suara deting waktu berjalan mereka berdua hanya terdiam ..Luna hendak membaringkan tubuhnya di ranjang namun ia kesulitan
Saga respect membantu nya membopong nya hingga ke ranjang
"Hmm..tidak Tuan hanya ingin .."
"sudah tidak usah mengucapkan terimakasih" bagaimana Saga tahu jika Luna ingin mengucapkan terimakasih
"Tuan" langkah nya terhenti menengok ke samping
"apa" sahut nya
"apa Tuan tidak ada rasa peduli dengan Saya" pertanyaan itu membuat Saga kesulitan menjawab nya
"menurut kamu gimana " sahut nya dan pergi meninggalkan nya
Ia keluar dari kamar pergi keruang kerja nya duduk sambil melihat foto nya dengan istri pertama nya itu
terlintas dipikirannya pertanyaan Luna itu
"Sejak kejadian itu saya mulai peduli dengan mu ,,,namun itu perlu waktu" ucap nya
(tok tok )
"masuk" membuka pintu
"kakak" ucap Tania
"ada apa "
"dipanggil Mamah kemeja makan"
Saga pergi ke meja makan... pandangannya melihat ada satu kursi yang kosong
"dia belum keluar?" tanya nya pada Ibu Zoya
"Mamah seneng kamu sudah mulai peduli pada Luna "
__ADS_1
"Sudah lah ma saya senang dia tidak datang "
Mamah Zoya tersenyum dibalik tangannya itu ia tahu jika anak nya memiliki gengsi yang besar untuk mengutarakan sesuatu
"bi tolong bawa ini ke kamar Luna "
"tunggu bik,,biar saya yang bawa" ucap Saga
tumben sekali ia membawa kan makanan ke kamar Luna
dikamar Luna terlihat memikirkan sesuatu sehingga tak menyadari Saga datang
"ini makanan kamu" ucap Saga
tak ada respon dari Luna
"saya bilang ini makanan kamu" dengan suara lebih keras Luna terkejut
"ehh Tuan "
"kamu kenapa cerita sama saya"
Luna agak canggung untuk bercerita pada Saga
"Saya terpikir oleh kata kata Amara"
"dia tidak akan macam macam lebih baik kamu makan "
Luna mulai memakan makanan itu saat Sedang asik menyantap tiba tiba dirinya tersedak
"uhuk uhuk "
Saga reflek langsung memberi nya Minum bahkan meminumkan nya (so sweet) diam diam peduli
Luna melihat perubahan baik para diri Saga ia sangat senang dengan sikap Saga ...
Saga pergi setelah itu
"Terimakasih Tuan" ucap Luna ketika Saga hendak pergi
"saya harap kamu ingat posisi kamu disini "
pergi meninggalkan Luna walau begitu ia tetap senang saat ini sikap Tuan nya sudah semakin membaik
diluar tepat nya di taman rumah Saga duduk sendiri, sambil menatap langit malam serta ditemani bintang bintang
ia ingat dengan kejadian bagaimana Luna menyelamatkan nya dari peristiwa itu . Cara Luna berlari dan memeluk Saga melindunginya dari peluru itu hingga kini masih terbayang
"Aulia seandainya kamu masih ada " memejamkan mata nya
"Sayang ,,,"ada yang memanggilnya
membuka mata nya ia terkejut tiba tiba Aulia ada disamping nya
menepuk pipi nya
"ini benar kamu ?" dengan wajah terkejut
ia hanya tersenyum
"Dia tulus " hanya ucapan itu yang diberikannya dia siapa ya?
tersadar dari bayangan nya
"Sayang ...Aulia " panggil nya
menengok kesana kemari
"Saga sadar itu hanya bayangan " ucap hati nya
lalu duduk memegang kepala dan menghela nafas nya
"kamu tetap yang utama "
__ADS_1
Saga memang sangat mencintai istri pertama nya itu melebihi siapa pun
sampai sini dulu ya ,,,tunggu kelanjutannya ikutin terus apa Kira kita Saga bisa jatuh cinta lagi dengan Luna ? melihat setianya pada istri pertama nya itu