
Jangan lupa like,vote and komen nya yuks jadikan favorit 🥀
sebelum lanjut ke episode selanjutnya,,, thanks banget yang sudah ikuti alurnya sampe disini semoga kalian tidak bosan..
"Non mau beli apa sebenernya sampai ke supermarket kan bibi juga bisa sendiri" Ucapnya
"Tidak apa apa bik saya bosan dirumah"
Laras memang dibebaskan untuk kemana pun agar dirinya tidak cepat bosan.
Sedangkan mobil keluarga Adhitama sudah sampai di lokasi butik milik mereka,,, butik nya besar dan maju. Tentu saja mereka kan keluarga ternama.
"Mah mau ngapain kesini ?" tanya Tania
"Mamah mau kenalin kamu ke semua karyawan sayang" Sahut Mamah Zoya
Mereka berdua keluar dari mobil berjalan menuju butik itu , Namun sepertinya ada yang tertinggal dimobil
"Mamah duluan saja hp Tania tertinggal dimobil"
"Baik lah Mamah tunggu didalam "
Tania berjalan ke mobil sambil mencari cari hp nya di tas siapa tau ia lupa menaruh nya.
Setiba di mobil dia membuka pintu nya mencari dimana hp nya
"Dimana ini hp nya pake lupa segala"
dia menengok ke arah depan kaca mobil nya , matanya terlihat rabun , namun tak mungkin salah
"Itu bukannya cewek kampung itu, ngapain disini dan kenapa pakai kursi roda"
Saat ia hendak menghampiri nya , Laras sudah masuk mobil duluan
"Saya harus memastikan" karena jalanan padat kendaraan langkah nya terhenti.
"Sial sudah pergi , tapi saya yakin tidak mungkin salah liat ini sudah kedua kalinya "
"Tania" memegang pundak anak nya itu
Tania terkejut dan langsung menoleh
"Mamah bikin Tania kaget saja " sahut Tania
"Kamu ngapain disini bahaya kalo sampai tertabrak" Tanya nya
"Itu Mah tadi Tania liat kak Luna disana , dan dia pake kursi roda " dengan wajah serius
"Ngacok kamu sayang mereka kan lagi honeymoon dan Luna dia Baik baik saja "
Tania tetap kekeh dengan apa yang dilihatnya tidak mungkin dia salah liat.
Tak lama setelah pernyataan Tania hp mamah Zoya berdering " panggilan video masuk dari Luna"
"Nah pas banget ini kakak ipar mu telpon "
"Hallo sayang gimana perjalanan nya " ucap Mamah Zoya
"Baik mah cuma ada kendala sedikit tadi"
"Sayang tadi kata Tania dia liat kamu di supermarket depan butik Mama ini"
Wajah Luna langsung tegang dan pucat mendengar nya
"A,,,apa Mah engga mungkin , paling Tania salah liat" sampe gagu gitu ngomong nya
"Pasti itu Laras yang dilihatnya Rafi sangat ceroboh" Kata pikiran Luna
Mendengar pengakuan itu Tania semakin merasa bingung dengan semuanya, tak mungkin untuk kedua kali nya ia salah liat.
"Yasudah Mah Luna tutup dulu mau lanjut perjalanan"
__ADS_1
Sesudah menutup telpon wajah Luna semakin terlihat tegang dan keringat dingin membasahi dahi nya .
"Kenapa kamu keringatan " Tanya Saga
Sepertinya Luna tak mendengarkan apa yang dikatakan suami nya
"Saya bertanya dengan mu?" ucap nya tegas dan cukup keras
Luna terkejut
"Hmm tidak Tuan "
Kecemasan akan terbongkarnya semua rencana dan rahasia ini membuat Luna semakin stress.
Setiba Laras dirumah ia dikejutkan dengan Rafi yang sudah menunggu nya diruang keluarga.
"Pak Rafi " ucap nya
"Darimana kalian " tanya Rafi
"Maaf pak saya hanya menemani bibi belanja, saya bosan dirumah"
Wajah Rafi yang tegang sekaligus sedikit menyeramkan membuat Laras ketakutan.
"Laras saya tidak pernah larang kamu untuk keluar, tetapi lain kali kamu pakai topi dan masker "
Laras sedikit demi sedikit merasa aneh mengapa dirinya harus menyembunyikan wajah nya dari dunia.
"Baik Pak"
"Jangan panggil saya Pak, panggil saja Mas Rafi "
"Baik Mas Rafi "
Laras pergi setelah itu wajahnya sedikit bersedih dan banyak pertanyaan dalam benak nya . ia memilih untuk menyendiri sementara waktu.
"Bik tinggalkan saya disini "
"Sudah bik saya tidak apa apa "
Laras termenung didepan halaman belakang Kediaman Rafi , banyak sekali hal yang tidak ia mengerti satu demi satu pertanyaan muncul di benak nya .
"Sebenernya apakah aku benar Laras dan siapa keluarga ku " ucap hati dan pikirannya
Tak sengaja seklebat bayangan buram melintas dipikiran nya .
dia memegang kepalanya
"Kenapa kepala saya sakit ,,,aww" lirih nya
"Bik bibik" panggil nya dengan suara kesakitan
"Astaga non kenapa "
"tidak tau bik kepala saya sakit sekali" ucap Laras
"Sebentar bibik panggil Tuan Rafi "
Mungkin ini petunjuk dari Tuhan agar Laras sedikit demi sedikit kembali ingatan nya
Rafi datang dan melihat kondisi Laras
"ini kenapa bik?" tanya Rafi
"Saya tidak tau Tuan"
Dengan cepat Rafi menggendong Laras dan membawa nya ke kamar nya
Rafi membaringkan Laras ditempat tidur nya
dan langsung menelpon dokter pribadi khusus menangani Laras.
__ADS_1
"Hallo dok cepat kemari " ucap Rafi
ia panik melihat kondisi Laras yang tak berdaya entah ada apa dengannya.
--------------------------------------
Disisi lain Saga dan Luna sudah tiba ditempat tujuan mereka perjalanan cukup melelahkan, bahkan Saga tidak dapat istirahat.
"Sudah sampai ayo turun" ucap Saga
Tak ada jawaban dari Luna sedikit pun suasana tetap sunyi
"Saya bilang kita.....( menengok ke arah Luna )"
rupanya Luna tertidur pulas pantas saja tidak ada jawaban
"Saya lelah menyetir dia enak enakan tidur " ucap Saga , ia berniat untuk membangunkan nya.
Namun sepertinya tidur nya sangat pulas sehingga ia mengurungkan niatnya
"Selamat datang di penginapan kami pak ada yang bisa saya bantu" ucap salah satu pegawai disana
"Iya tolong bawa tas di bagasi mobil saya" ucap Saga sambil melihat lihat suasana disana
"Pak ini istri nya tidak dibangunkan"
"Kamu bawa saja barang biar istri saya urusan saya"
Sepertinya Saga tidak menyukai siapapun yang berani mengatakan apapun tentang istri nya itu.
-------------------------------------------
Sementara itu dokter pribadi Laras telah datang dan memeriksa kondisinya
"Bagaimana dok?" tanya Rafi
"Dia tidak boleh stres atau memikirkan sesuatu yang berlebihan, jika dibiarkan dia akan semakin drop"
"Lalu saya harus bagaimana dok"
"Itu kali ini saya sudah berikan obat , namun ingat sewaktu waktu ingatan nya akan pulih kembali jika ada kemauan dari dirinya "
mendengar ucapan dokter itu membuat Rafi cemas dan takut , ia takut jika rahasia nya terbongkar
Dengan cepat dia berniat memberi kabar ini pada Luna , ia menelpon Luna
Hp Luna berdering, dan itu di dengar oleh Saga Sedangkan Luna masih saja tertidur
"Suara hp siapa itu" ucap nya sambil mencari sumber suara itu
Suara itu berasal dari dalam tas Luna,
"Jika saya bangunkan dia terlihat sangat lelah"
Ia membuka pintu bagian tempat Luna tertidur,
"Maaf sebelumnya" ucap nya dengan pelan
Wajah Saga sangat dekat dengan Luna , namun karena suara resleting tas Luna , membuat ia terusik dan terbangun
Saga tak bisa berbuat apapun tubuh nya terjepit
membuka matanya " Tuan mau apa " ucap nya dengan keras
bersambung
sampai sini dulu episode nya , tunggu episode selanjutnya ya , semoga kalian suka
Jangan lupa like nya jika sudah membaca ya satu like sangat berarti
bisa komen juga dibawah gimana episode hari ini
__ADS_1
Â