Istri Pengganti Tuan Saga

Istri Pengganti Tuan Saga
best moment


__ADS_3

Jangan lupa vote, like and komen nya🥀


Saga kini menemani Luna di satu ruangan duduk disebelah nya


"Saya harap kamu bisa pulih "


Dia bingung setelah Luna pulih dimana akan tinggal seluruh aset rumah, kantor telah diambil wanita itu


Saga saat ini lebih fokus pada kesembuhan Luna . Ia tertidur lelap sambil memegang tangan Luna


Dalam ruangan itu hanya bunyi jam dan detak jantung Luna ,


kondisi nya semakin membaik setelah operasi itu , namun ia belum sadar


setelah beberapa jam jari tangan nya mulai bergerak Saga merasakan pergerakan itu dan langsung bangun


"Luna ...Dok dokter " panggil nya


"ada apa pak "


"dok tadi tangan istri saya bergerak tolong periksa "


dokter memeriksa kondisi Luna


"Ini suatu keajaiban hanya setelah beberapa jam kondisinya bisa membaik, dan pasien sudah bisa keluar dari masa kritisnya"


Saga tersenyum lega begitu pun Mamah Zoya


reflek Saga memegang kepala Luna dan berkata " saya yakin kamu kuat "


Mamah Zoya hanya bisa tersenyum ia senang putra nya sudah bisa menerima Luna


"eh kamu mau kemana" ucap wanita itu


" ini rumah saya kenapa kamu ngatur " ucap Tania adik Saga itu


"Tania yang polos " sambil memegang rambut nya


"liat nih seluruh aset rumah ini sudah atas nama saya "


Tania terkejut dan tidak menyangka


"tidak mungkin " sambil ingin mengambil bukti itu


Namun wanita itu melarang nya


"lalu bagaimana dengan kakak saya" tanya nya


"heh kakak kamu sudah saya usir"


"ternyata kamu licik, perempuan kampung ga tau diri" ucap Tania


Wanita itu marah dengan perkataan Tania itu dia langsung menjambak Tania dengan keras


"awww" lirih nya


"mau kemana kamu" ucap wanita itu


"saya ingin menyusul kakak saya"


"Apa? kamu bakal jadi pembantu saya disini "


Tania terkejut mendengar itu dia akan menolak keras ucapan itu


"Tidak saya tidak mau "


"Kalau kamu tidak menuruti saya semua kejahatan kamu akan saya bongkar "


Tania langsung terdiam , terpaksa ia mengikuti permintaan wanita itu


"panggil saya Nyonya Amara "


Tania menyahuti nya " hah nyonya?" ucap nya


"kenapa kamu tidak mau?"


Tania langsung mengangguk


"baik tugas kamu hari ini ngepel nyapu bersihin semua rumah ini "

__ADS_1


Saat Amara berbicara seperti itu terdengar ketukan pintu ( tok tok ) " permisi selamat siang"


"kamu ke belakang saya mau buka pintu dulu "


membuka pintu Amara kaget melihat polisi dan Zidan datang


" siang ada apa pak "


"begini saya mendapat laporan jika anda yang telah menculik Tuan Saga "


pura pura tidak tahu" mana bukti nya pak "


"kami tidak ada bukti, tapi ada saksi mata sodara Zidan"


"pak jangan asal nuduh jika tidak ada bukti , "


"he kamu perempuan licik , saya lihat kamu menculik Tuan "


Amara menutup pintu nya tanpa memperdulikan omongan Zidan dan polisi itu


Sedangkan dirumah sakit kondisi Luna sudah membaik ,namun belum sadarkan diri


"Saga lebih baik kamu istirahat" ucap mamah Zoya


"Tidak mah saya ingin menemani Luna sampai siuman "


"Tapi kamu harus jaga kesehatan juga , biar Luna mamah yang jaga "


Saga lantas menurut perintah mamah nya, setelah Saga hendak pergi tiba tiba tangan Luna memegang tangannya ...


"Tu..an" panggil nya walau belum tersadar


"Saga terkejut dan kembali ke posisi nya "


"Mah Luna " dengan ekspresi senang


Mamah nya mengelus pundak nya dan tersenyum


Luna mulai membuka matanya perlahan lahan terlihat kabur dan aneh itu yang dirasakan Luna


bekas operasi itu pun masih terasa nyeri, menengok ke kanan dan kiri terlihat seorang wanita dan laki laki disamping nya


"Luna sayang kamu sudah sadar " dengan senyuman


Namun Saga entah mengapa malah semakin menjauh dari posisi Luna, apa perasaan bersalah nya membuat nya seperti itu .


pengorbanan Luna sungguh besar untuk Saga


menengok ke arah nya


"Tua.nn" panggil nya dengan suara lembut nya


menyentuh hati Saga


"Saga kenapa kamu menjauh ini istri kamu sudah sadar "


"Tidak mah Saga harus pergi mamah temani dia saja " sikap yang aneh


"Mah..kenapa Tuan " memotong pembicaraan


"sudah jangan dipikirkan sekarang fokus kesembuhan kamu saja "


Saga berdiri didepan itu mengintip dari kaca hatinya bersedih dan merasa tak berdaya


"Maaf saya yang membuat kamu seperti ini "


memegang kedua kepala nya terlihat kekesalan penyesalan dan perasaan hancur


ia pergi keluar , Luna sangat memikirkan Saga mengapa sikap nya seperti itu


"Tuan apa kamu tidak pernah sungguh melihat saya sedikit saja " meneteskan air mata


"ibu ini makanan nya mau saya bantu" ucap perawat itu


Tania tidak mendengar bahkan mengetahui suster itu datang


"ibu "


"iya sus tidak perlu biar saya saja "

__ADS_1


"baik Bu saya tinggal dulu "


bagaimana ia ingin makan untuk duduk saja tak mampu, ia memaksakan dirinya


Saat dirinya hendak terjatuh seorang laki laki datang membantu nya


"Tuan?"


Saga membiasakan perasaan nya


"Kenapa saya hanya membantu "


walau masih seperti itu Luna tetap senang dengan pertolongan nya


Saga mengambil wadah makanan itu dan menyuapi nya


Luna memegang tangan Saga


"ada apa " tanya Saga


"apa Tuan sedikit pun tidak ada rasa apapun ke saya "


Ia terdiam bingung ingin menjawab apa


"sudah makan dulu jangan ngancok kalo tanya "


"kenapa lagi" Tanya Saga


"Tuan porsi makan orang sakit engga segitu "


Saga menghela nafas nya


"Segini?"


Luna mengangguk


"Tunggu dulu"


"kenapa lagi ada yang salah"


"Tuan itu sedikit panas "


"terus saya harus kipasin sampe dingin?" ucap Saga


"Tiup Tuan bukan kipasin , ya kalo Tuan tidak mau biar saya saja "


Saga mendinginkan makanan itu lalu menyuapi nya dengan sangat hati hati , disela sela makan Luna tersedak dan batuk


"uhuk uhuk "


Saga memberi nya minum , Luna hanya bisa tersenyum walau sikap Saga masih seperti itu


Diam diam mamah Zoya ternyata melihat mereka sedang berduaan


"semoga kalian semakin akur Amin" ucap nya


"HM HM "


Saga terkejut dengan kedatangan mamah Nya dan langsung menaruh Wadah makanan itu


"Mamah sejak kapan disitu" ucap nya


ia hanya tersenyum" kenapa Lanjutkan, mamah tidak ganggu kan"


"engga mah masuk saja , ucap Luna"


"eh mau kemana kamu Saga "


"hmm..Saga ingin ke toilet" sepertinya dia malu dengan kejadian tadi


Mamah Zoya hanya tersenyum melihat sikap anak nya


"Luna sayang kamu kenapa " terlihat murung dan sedih


"Mah apa pada saat Luna terluka, Tuan tidak peduli pada Luna "


"kamu salah sayang, justru Saga lah yang menemani kamu, bahkan dia yang mendonorkan darah nya untuk kamu"


Luna terkejut mendengar itu bahkan hampir tidak menyangka seorang Saga bisa sepeduli itu pada nya.

__ADS_1


Sampai sini dulu ya ,, tunggu kelanjutannya see you


__ADS_2