Istri Pengganti Tuan Saga

Istri Pengganti Tuan Saga
Tiga Puluh Enam


__ADS_3

Jangan lupa like, vote and komen nya yuks jadikan favorit


Lanjut


Rafi langsung bergegas mencari Laras , ia takut jika Luna melihat Laras disini.


Rafi tiba didepan kamar Laras


"Tuan mencari non Laras ?" tanya anak buah nya itu


"Iya ada didalam kan dia"


"Maaf Tuan non Laras baru saja keluar bersama bibi, katanya ingin memesan makanan " jawab nya


"Kenapa kalian tidak mengatakan nya pada saya" ucap Rafi dengan sedikit emosi


"Maaf Tuan saya kira non Laras sudah izin dengan Tuan"


"Bodoh kalian semua sekarang cepat cari Laras" perintah nya


Rafi terburu buru mencari Laras sebelum Luna bertemu dengan-nya.


Sedangkan Laras yang sedang ke arah meja makan bersama bibi tidak mengetahui apapun mengenai ini semua.


"Bik pesan makanan saja biar saya tunggu dimeja makan bik"


"Baik non "


Bibi yang memesan makanan dan Laras pergi sendiri, disaat itu pula Luna tiba tiba Luna memesan makanan juga.


"Permisi Saya ingin pesan spaghetti bolognese dan jus alpukat satu, tolong bawa ke meja itu sebelah sana ya" ucap bibi


"Permisi saya ingin pesan jus dua dan kentang goreng cepat ya" kata Luna


"baik mba saya akan bawakan, setelah membawa makanan pesanan ibu ini dulu"


ibu yang dimaksud adalah bibi, merasa dirinya tidak didahulukan membuat Luna sedikit naik darah


"Saya istri dari Tuan Adhitama tolong utamakan, memang nya siapa dia?" tanya Luna pada karyawan itu


"Maaf Non itu nyonya saya " jawab bibi


"Oh kamu pembantu nya " jawab Luna sambil melihat penampilan bibi itu


"Sebentar saya penasaran dengan nyonya kamu itu" Kemudian Luna menghampiri wanita yang dilihat nya itu


Luna hanya melihat dari belakang, berambut lurus hitam berkilau.


"Cacat gitu jadi nyonya " ucap nya sambil berjalan menuju Laras


Disisi lain Rafi tiba di meja makan dan melihat Laras sedang menunggu pesanan makanan, dan dia juga melihat Luna yang sepertinya mengarah pada Laras.


"Gawat kalo sampai dia tau pasti akan bahaya" ucap Rafi


"Kalian berdua sini" panggil Rafi pada kedua anak buah nya itu


"Kalian halangi sebentar wanita berbaju putih itu , tutupi saya dan Laras sebisa mungkin cepat " ucap Rafi


"Baik Tuan"

__ADS_1


Setelah itu kedua anak buah itu melancarkan aksinya mereka berpura pura, menabrak Luna dan membasahi baju nya.


"Brukk" air di gelas itu tumpah membasahi baju Luna


Kedua anak buah itu melakukan nya dengan sangat baik sekali.


"Maaf mba maaf kami tidak sengaja"


Sementara itu Rafi telah sampai pada Laras , ia langsung membawa Laras pergi dari sana.


"Mas Rafi mau kemana kita" ucap Laras yang merasa aneh dengan sikap Rafi , yang tiba tiba membawa nya pergi


"Ihhh kalian lihat ini baju mahal , pergi cepat sana dasar " ucap Luna dengan nada cukup kesal


ditambah lagi orang yang hendak dihampir nya tiba tiba menghilang


"Sial kemana orang itu , ini semua gara gara kedua laki laki itu awas kalian" ucap nya sambil membersihkan baju nya itu


Rafi membawa Laras menjauhi tempat itu agar tidak terlihat oleh Luna. Hingga ia berhenti suatu tempat.


"Mas kenapa bawa saya kemari?" Kata Laras dengan wajah bingung


"Saya sudah mengatakan jika kamu keluar dari kamar, pakai lah topi dan masker" jawab Rafi sambil melihat lihat disekitar takut jika Luna menemukan mereka


"Iya maaf saya lapar mas dan bosan dikamar"


Memang kali ini Rafi berhasil menyembunyikan Laras dari Luna, namun ia tak menyadari jika Zidan asisten Saga tak sengaja lewat dan melihat Laras.


Matanya seperti melihat seseorang yang tidak asing, membuat nya membalikkan badannya kembali


"Itu Luna sedang apa dia disini, memakai kursi roda dan itu kan rekan kerja Tuan" ucap Zidan


"Zidan" ucap Saga


"Eh Tuan" jawab nya


"Mau kemana kamu" tanya Saga


"Itu Tuan saya ingin menghampiri Nyonya Luna" sambil menunjuk ke arah yang dilihat nya tadi


Saat ia ingin menunjukkan kepada Saga ,Luna sudah tidak ada disana dan itu membuat Zidan bingung sekaligus berpikir dua kali.


"Ha Luna mana tidak ada" Jawab Saga


"Tapi Tuan saya tadi...."


Tiba tiba dari kejauhan Luna datang dengan memanggil Saga dan tentu nya baju yang berbeda.


"Tuan" panggil nya


Saat Zidan melihatnya dia semakin bingung bagaimana bisa ia disini, dan memakai baju yang berbeda dan dimana kursi roda nya.


"Nah itu Luna "


"kenapa kamu melihat saya seperti itu" tanya Luna pada Zidan


"Nyonya bukannya tadi disana, dengan kursi roda dan kapan nyonya mengganti baju?"


Perkataan itu membuat Luna semakin pusing , dengan apa yang dikatakan Zidan ia merasa tidak pernah disana dan baru ini dia datang.

__ADS_1


"Kursi roda? apa maksudmu saya baik baik saja dan sejak kapan saya pakai kursi roda"


"Mungkin saya salah lihat, permisi Tuan nyonya ada beberapa hal yang harus saya urus"


Zidan pergi dari tempat itu , namun ia yakin bahwa penglihatan nya tidak mungkin salah.


Mendengar perkataan Zidan yang ngawur itu membuat otak nya berkerja,


"Yang dibilang Zidan tak mungkin asal berkata, yang mirip dengan aku hanya lah Luna asli" ucap Luna palsu dalam hatinya itu


pikirannya mulai merangkai kata kata Zidan itu,


Sementara Saga yang melihat istrinya terdiam langsung menanyakan nya.


"Hello" ucap Saga


"Iya Tuan" jawab Luna


"Kamu kepikiran yang dikatakan Zidan tadi?" tanya nya


"Tidak Tuan , mari makan saya telah pesankan makanan ringan"


Sementara Saga pergi ke meja makan , Luna palsu itu mengambil handphone nya dan menelpon Rafi .


Telepon Rafi langsung berdering


"Gawat kenapa wanita ini menelpon saya" ucap Rafi


"Halo" jawab nya


"Halo kamu dimana sekarang" tanya Luna palsu itu


Rafi bingung akan menjawab apa , jika dirinya menutup telpon tanpa memberi alasan maka wanita itu akan curiga.


"Sa,aaya sedang di kantor meeting ada apa "ucap nya dengan nada agak gagu


"Okeyy, dan dimana wanita itu "


"Dia aman bersama saya " jawab Rafi


"Ingat jika kamu berani membohongi saya, kamu akan tau akibatnya" langsung menutup telpon dan menyusul Saga


Sementara Rafi sudah tidak tahu apa yang harus dilakukan, jika ia tiba tiba pergi dari sini maka Laras akan curiga mengenai itu. Jika tidak maka rahasia ini akan terbongkar


Melihat Rafi yang terlihat cemas dan khawatir Laras yang penasaran langsung menanyakan nya


"Mas Rafi kenapa , siapa yang telpon?" tanya Laras


"Oh itu urusan kantor hanya soal jadwal meeting "


"Tapi kenapa wajah mas Rafi cemas dan panik" kata kata itu membuat nya tersudut


"Tidak saya baik baik saja tidak ada cemas atau panik, Sudah lah mari saya antar untuk istirahat"


Tentu saja Laras tidak akan percaya begitu saja dengan ucapan Rafi apalagi melihat kondisi nya sekarang


Bersambung


Tunggu next episode nya jangan lupa like and komen

__ADS_1


Kira kira berapa lama Rafi akan mampu menyembunyikan Laras ya?


__ADS_2