
suara riuh disebuah rumah
besar, dan kesibukan terlihat
Disan, acara pernikahan seorang
gadis cantik yang di jodohkan
dengan pria tampan dambaan kaum wanita.
kesibukan di rumah itu
terlihat saat semua sedang
mempersiapkan pesta pernikahan
yang diselenggarakan oleh
keluarga Hartawan, pernikahan
sang putri yang di selenggarakan
secara private.
di sebuah kamar yang luas
terlihat gadis cantik dengan
senyum manisnya sedang sibuk
merapihkan tampilannya dan
di sudut lain terlihat gadis yang
sedang duduk dan sedang
memoles wajahnya yang di
lakukan oleh tim MUA.
'' Reva...''
wanita cantik itu memanggil nama
seseorang yang dia ucapkan
sebuah nama.
'' amanda,lo panggil gw? ''
seorang gadis berhijab mendekat
pada wanita bernama Amanda
yang sedang dipoles wajahnya
memanggil namanya
''Reva..gw mau ngomong sama
lo... sekarang..!!
Amanda berbicara dengan mata sendu namun penuh keseriusan.
'' Lo mau ngomong apa? biasanya
juga langsung ngomong, coba
ngomong..gw bakal dengerin kok..
''
Reva langsung menarik satu kursi
dan duduk di dekat Amanda.
''Reva, tol.. tolong gw..'' kata itu
meluncur dari bibir perempuan
bernama Amanda.
Amanda memegang tangan Reva
dengan erat dan memandang
sahabatnya sekaligus adik
angkatnya dengan sendu,tak
terasa air mata Amanda keluar dengan sendirinya.
Reva yang melihat Amanda menangis dan menatap penuh tanya, apa yang sebenarnya terjadi pada Amanda.Reva langsung memeluk tubuh Amanda dengan erat.
'' Tenang man...Lo bisa cerita,
apa yang lo mau omongin sama
gw? apa hal yang mengganjal
hati lo? gw bakal dengerin Lo
kok... walaupun lo nanti sudah bersuami, Lo tetep sahaba.gw dan
kakak gw..''
Reva mencoba menenangkan Amanda yang tambah histeris. dengan situasi Amanda yang sekarang sangat kacau Reva mencoba menghubungi kakaknya
Amanda yaitu Widia.
Beberapa saat
kemudian, datanglah Widia dan
kedua orang tuanya masuk dalam
kamar pengantin.
'' Reva ada apa nak...''
ibu Amanda masuk Dangan Wajah
khawatir, dan menanyakan apa
yang terjadi pada sang yang
menangis begitu histeris.
'' Reva juga nggak tau Bun, Amanda
belum sempat ngomong sama
Reva.. dia udah nangis begitu.''
Reva bingung harus menjelaskan
apa, karena diapun tak tau apa
yang terjadi pada sahabatnya
''bundaaa.....ayah...ma..
Amanda.. nggak bisa nikah,aku mohon ayah...bun.. hiks..hiks..''
perkataan Amanda sontak membuat
semuanya kaget bukan main,
karena tak lebih dari satu jam Amanda akan melaksanakan ijaba
Qobul.
'' Reva ...!! kamu jangan main-main,
kamu kemarin sudah setuju sama perjodohan ini, terus kenapa sekarang kamu mau mempermalukan keluarga kita di depan keluarga Abraham !! ''
ayah Amanda yaitu Danu hartawan
sangat marah dengan perkataan sang putri yang seenaknya ingin
membatalkan pernikahan nya.
'' Ta.. tapi, akan lebih memalukan
kalau Amanda menikah dengan anak om Malik ayah .. meraka akan kecewa, karena Amanda.. sedang hamil ayah..hiks hiks..''
__ADS_1
bagai petir menyambar, tubuh mereka langsung lemas dan
terkejut dengan apa yang Amanda
katakan, mereka tak menyangka
jika Amanda sedang berbadan dua..
Reva yang mendengar sahabatnya
sekaligus saudara angkatnya mengguncang tubuh Amanda pelan,
dia kecewa kenapa dia sampai
dia kecewa kenapa dia sampai kecolongan karena Amanda hamil.
Rev... Reva ... maafin gw, maafin gw
Rev.. gw salah.. ini akibat apa yang
gw lakuin ke lo,gw pengkhianat
Rev.. maaf...'' kata kata yang
meluncur dari bibir Amanda membuat Reva semakin bingung.
Amanda bersimpuh di hadapan
Reva,dan semua orang melihat Amanda yang bersimpuh di hadapan Reva sontak kaget, bertanya-tanya apa yang terjadi antara mereka.
'' coba lo cerita ke kita kenapa
Lo bisa hamil dan siapa yang
ngelakuin semua ini sama Lo dek ?''
ucap Widia kakak Amanda.
Reva maafin gw, karena gw udah
berkhianat ke lo.. hiks..hiks''
ucap Amanda yang sudah menangis
sesegukan.
'' Galang.. dia yang lakuin ke lo ..??
jawab Amanda...!!bentak Reva pada
Amanda yang masih bersimpuh di
depan Reva.
bentakan Reva membuat Amanda
tambah histeris,dan kedua
orang tua Amanda pun tak bisa
berkata-kata lagi, yang di benak
mereka hanya bagaimana caranya
mereka menjelaskan pada keluarga
Abraham yang terkenal dengan
kekuasaan nya.
sementara Amanda masih bungkam siapa lelaki yang menodainya
sampai dia hamil.
'' gimana ini ayah, pasti keluarga
Abraham sangat marah, mereka
juga pasti nggak akan tinggal diam
dengan apa yang Amanda perbuat,
semoga keluarga kita selamat dari
kemiskinan.. jika, pernikahan ini di
ucap Widia pada kedua orang tuanya,
karena dia juga khawatir dengan
nasib keluarganya, dia tahu semua
bagaimana sang ayah merintis usaha mereka dengan jerih payah
sang ayah yang sangat gigih
sehingga keluarganya sudah
dibilang berlebih.
''Reva siapa Galang?kamu belum
pernah cerita sama kita?
Ayah Danu menatap Reva dengan pandangan yang sulit diartikan.
''dia.. dia teman Reva ayah, dia
seorang dokter disalah satu
rumah sakit swasta.
penjelasan Reva membuat
ayah Danu berfikir sejenak,
dan memandang Reva dengan
pandangan yang datar.
ayah Danu membelai kepala Reva
yang terbalut hijab.
''Reva... mau kan kamu menolong
ayah nak? demi keluarga
Hartawan..? ayah Danu menatap Reva dengan pandangan sendu dan
sulit diartikan
Reva menatap ayah angkatnya
dengan wajah sedihnya'' apa
yang harus Reva lakukan untuk
menolong ayah, dan keluarga
hartawan,kalau Reva bisa bantu
pasti akan Reva lakukan '' tanya Reva dengan mengusap lengan sang
ayah angkat.
mendengar penuturan Reva ayah
Danu tersenyum kearah Reva.
'' Reva, ayah mohon menikah lah
dengan Ray..kamu juga anak ayah
juga bunda, sama saja keluarga
Abraham menikahkan anaknya dengan keluarga Hartawan.''
Betapa terkejutnya Reva mendengar
permintaan Danu yang membuat
dirinya terlihat mematung.
Amanda tak tega melihat sahabat juga adik? angkatnya itu terlibat ayah..Reva...
__ADS_1
'' kamu diam Amanda, pikirkan
langkah apa yang akan kamu
ambil setelah kejadiannya seperti
ini.''
ayah Danu memotong perkataan
Amanda yang ingin mewakili Reva
untuk menolak permintaan
ayahnya.
'' ayah .. tapi, Reva itu..
bunda Maya ibu dari Amanda
mencoba untuk membantu Reva
untuk menolak namun..
''bun.. ayah enggak ingin dengar
kamu mengungkit apa yang terjadi
di masa lalu, dan jika kamu.
sampai mengungkit,aku juga
akan mengingatkan jika kamu
sudah berjanji pada kedua sahabat
kita untuk merawat Reva seperti
Widia juga Amanda..''
ayah Danu lagi-lagi memotong
perkataan sang istri yang akan mengungkit jika Reva hanya anak
angkat mereka.
''aku sebenarnya kurang setuju
jika Reva di libatkan dengan urusan antara kakek dengan keluarga
Abraham, bukan karena Reva hanya
adik angkatku, tapi.. dia berhak
untuk memilih jalan hidupnya sendiri, Widia lihat memang Reva
juga nggak kalah penampilannya
dengan Amanda... dia cantik, pintar
juga baik.. tapi, kakak hanya ingin Reva ikhlas dengan keputusan yang Reva ambil jika menyetujui usul ayah, yang terpenting kamu juga
bahagia Reva..''
Widia mengutarakan apa yang
ada di benaknya, walaupun Reva
bukan adik kandungnya namun
dia menyayangi Reva sama seperti
sayang nya ke Amanda.
bunda Maya menggenggam erat tangan Reva'' bunda sebenarnya setuju-setuju aja tapi, apa kamu
mau nak.. apakah kamu belum
mau nak.. apakah kamu belum
punya pacar atau mungkin sedang dekat dengan seorang pria..''
bunda Maya bukan tak setuju dengan usul sang suami namun
bagaimana dengan keluarga Abraham yang menginginkan keturunan kandung dari hartawan.
" bagaimana reva? apapun yang kamu putuskan,kami tetap
menyayangimu ."ucap ayah
Danu menupuk-nupuk bahu putri
angkatnya.
" apa yang harus aku lakukan, apa
ini saatnya aku balas Budi pada mereka karena merekalah aku
hidup dengan layak"
batin Reva mencoba menenangkan
dirinya dan menatap kedua orang tua yang membesarkannya.
melihat Widia yang menjadi
kakaknya yang menyayangi Nya, Amanda yang menjadi sahabat Dan saudaranya yang selama ini selalu ada untukmu, walau kenyataannya
dia sudah bermain di belakang Reva
bersama Galang pria yang dulu
selalu berusaha mendapatkan
cinta Reva .
terlihat Reva menghela nafas panjang dan menyembuhkannya
dengan kasar"
bismillahirrahmanirrahim.. apapun keputusan kalian
aku terima.."
ucapan Reva sontak membuat senyum yang tadinya redup kini
menghiasi wajah mereka.sedang
Amanda langsung menghabur dalam pelukan Reva
" maaf... maafin gw re ...gw salah,
gw...
Amanda menangis sedih mengingat
apa yang dia lakukan pada saudaranya itu.
"ssssttt...Lo bukan pengkhianat,
lo berhak bersama siapapun, karena Galang bukan siapa-siapa
gw, dan setelah beres semuanya..gw
bakal temenin Lo buat tuntut
tanggung jawab Galang"ucap Reva dengan menangkup wajah kakaknya itu dan menghapus air mata di wajah Amanda
"Reva....hiks.. hiks..."
Amanda menangis haru dengan pengorbanan sang sahabat untuk keluarga nya terutama dirinya.
Bersambung
ketemu lagi sama karya terbaru ku
semoga kalian suka..
jangan lupa like..comment juga
vote setiap episodenya...
Jangan sampe kalian lewatkan
Kisah selanjutnya....
__ADS_1
salam sehat untuk kita semua.❤️❤️❤️