
Ayah Danu mulai bicara pada
calon besannya yaitu dari keluarga
abraham.
Terdengar suara dari kamar
sebelah, seorang laki - laki yang
dengan lantang menolak menikah
dengan pengantin pengganti, dan
menginginkan lebih baik ditentukan
dari pada menikahi wanita yang
tak tahu asal usulnya.
namun dengan bujukan sang ayah
juga sang kakek, terpaksa laki-laki
itu menyetujuinya, dan meminta
syarat untuk pernikahan itu di
rahasiakan, dalam waktu tak
di tentukan.
beberapa saat kemudian terdengar
kata
"SAH"begitu lantang di ucapkan.
kini di dalam kamar pengantin
itu terlihat garis cantik berhijab
mengenakan gaun pengantin
sedang melihat penampilannya
dalam hatinya dia hanya bisa
berdoa supaya dia bisa menjalani
rumah tangga yang tak pernah dia
bayangkan sebelumnya.
pernikahan reva Arian
aliansyah garis berhijab yang
rela menggantikan saudara
angakatnya
yang terpaksa menolak
pernikahannya di lanjutkan karena
telah berbadan dua, dan mirisnya
kehamilannya di dapat dari orang
yang sedang mendekati Arian atau
biasa disapa reva.
untuk membalas budi pada
keluarga Hartawan, reva rela di jadikan pengantin untuk
saudara angakatnya.
Flaback on
"Malik...aku ingin bicara dengan
mun dan juga anakmu"
Ayah Danu menemui papa Malik
abraham untuk berbicara tentang pembatalan pernikahan Amandanya
Hartawan dengan anak dari Malik
abraham,cucu dari konglomerat
Azman abraham pemilik
perusahaan raksasa dibidang
otomotif juga arsitektur" AZ
Group"
Gilbert Ray Abraham biasa disapa
Ray pria blasteran Indonesia-
italy ini mempunyai bentuk wajah bulenya, dan banyak di gilai kaum
wanita.
papa Malik menyetujui namun
banyak tanya di benaknya pada
sang sahabat "ada apa Danu..?
saat ini mereka berada di dalam
ruang kerja Danu, ada kakek
Azman, papa Malik..dan juga
Mama Jasmine dan ada Ray sang
calon pengantin.
ayah Danu terlihat
menghembuskan nafasnya dengan
kasar dan memandang wajah
setiap orang yang ada di ruangan
itu.
"sebelumnya kami sekeluarga
mengucapkan permintaan maaf
kami pada keluarga kalian,
karena peristiwa ini membuat
kami dilema, anak ku Amanda
calon menantu kalian menolak
menikah dengan Ray, karena dia
sedang mempunyai gubungan
dengan seseorang Dan ternyata
mereka sudah melangkah terlalu
jauh dan sekarang Amanda sedang
mengandung, dan baru saja Amanda menangis dan menceritakan jika dia sedang berbadan dua, jadi tak bisa melanjutkan pernikahan ini, karena tak mau buat keluarga kita tambah malu "betapa terkejutnya mereka dengan penjelasan Danu membuat keluarga Abraham tak serta Merta percaya penuturan sang calon besan.
Ray terlihat mengeratkan
rahangnya yang mengeras
menatap tajam kearah ayah Danu"
"Lalu bagaimana sekarang?"
Ray menatap dingin kearah
Danu. dengan nada datarnya.ray
menanyakan perihal
pernikahannya.
Danu memandang wajah calon
menantunya, terlihat kekecewaan
mendalam di hati Ray
__ADS_1
"sebelumnya saya dan keluarga
sudah pertimbangankan, jika Ray
masih bisa menikah dengan putri
kami yang lain yaitu Reva.."
ungkapan Danu membuat keluarga Abraham bertanya-tanya seperti
apa bakal mantunya kini.karena
mereka baru mendengar nama Reva
di keluarga Hartawan.
"perasaan Kumu punya dua anak saja dan, kenapa sekarang ada
tiga?"
pertanyaan kakek Azman
membuat Danu menundukkan
wajahnya dan terlihat sedih.
" sebenarnya dia adalah anak
angkat kami, dia anak sahabat
kami yang kami angkat sebagai
anak karena dia tak
siapapun di dunia ini, kenapa
saya bilang dia putri kami.. karena
kami menyayanginya tak ubahnya seperti anak kandung,tak pernah
sedikitpun kami ingin menganggap dia orang asing, karena dia
anugrah yang paling indah di
berikan tuhan untuk keluarga
Hartawan.memang selama ini dia
hidup dilingkungan kita, tapi..dia
seorang yang sederhana.
perkataan Danu membuat
keluarga Abraham sangat
penasaran dengan wajah calon
menantu mereka.
papa Malik memandang anak
Sulungnya" "bagaimana Ray..?
kini papa Malik menanyakan
keputusan Ray.
Ray menatap dingin kearah Danu
dan orang yang ada disana"
Ray menolak pernikahan ini di
lanjutkan,Ray sangat muak
dengan keadaan seperti ini,
om Danu dengan seenaknya menikahkan Ray dengan wanita
yang Ray tak tau dia dari mana
dan pantas atau tidak nya dia ada
di samping Ray"
perkataan Ray membuat semua
orang saling pandang, dan menghela nafas berat.
sedang papa Danu merasa tak terima anak angkatnya dihina
saja seorang Reva yang di bilang
gadis paket komplit.
" papa juga Kakek, mengharapkan
kamu tetap menikah, karena bagaimana pun kamu harus menjaga marwah keluarga kita"
ucapan sang papa membuat Ray sangat kacau, banyak yang
dia korbankan untuk menyetujui permintaan kakeknya yang sangat dia sayangi, namun dengan
begitu mudahnya sang calon istri
mengecewakan kedua keluarga.
" baik,aku akan menikahinya..
namun dengan hanya akad
nikah,dan setelah itu aku akan
pergi.. karna tugasku sudah
selesai"
perkataan Ray membuat
semuanya kaget apalagi Danu
sebagai ayah dia sangat benci
dengan kata-kata Ray, bagaimana pun Reva juga putrinya, jika
pernikahan itu tak terjadi maka taruhannya nama baik dan juga mereka siap untuk tidak punya apapun.
" baik,selagi kamu bisa bersikap baik pada Putri kami.."
"Hemm"
flashback off
setelah selesai dengan dokumen
yang harus di ganti, karena
mempelai wanitanya harus diganti.
Tak butuh waktu lama akhirnya
Ray melakukan ijab qobul dengan lancar dan hanya satu
tarikan nafas Ray menyelesaikan
nya dengan lancar.
setelah selesai ijab qobul, Ray menandatangani dokumen pernikahannya dan dengan
cepat dia beranjak dari tempat duduknya.
semua orang yang melihat Ray bangkit dari tempat duduknya pun ikut berdiri.
Malik menepuk bahu Ray pelan
" sabar, istrimu masih diatas,
duduklah..nanti muncul Dan
duduk di samping kamu.."
goda sang papa yang melihat tingkah sang putra seperti tak
sabar.
Ray medapat sang papa jengan
pandangan jengan " Ray mau pergi, karena tugas Ray sudah selesai..
terserah kalian, mau diapakan
terserah kalian,mau diapakan
wanita itu... Ray permisi"ucap Ray dan langsung melangkah keluar
dari kediaman keluarga Hartawa.
" Ray... Ray.... Mike cepat susul
Ray.."teriak papa Malik pada
__ADS_1
asisten Ray sekaligus sahabatnya dan dengan cepat Mike melangkah meninggalkan tempat acara.
disisi lain Reva yang sudah melangkah ke meja akad dengan
di temeni Widia ,melihat punggung lebar nan kokoh seorang pria yang
melangkah pergi dari meja akad
dengan sangat buru-buru.
sementara semua orang meneriakinya, untuk berhenti
namun dia dengan langkah pasti
dan tampah menoleh ke belakang
pergi dari tempat acara.
visual Reva arina Aliansyah
" ayah... ada apa yah? suara
lembut Reva mengalihkan
pandangan para tamu yang hadir pada gadis dengan balutan gaun pengantin warna putih dan dengan dandanan sederhana namun tak mengurangi kecantikan alaminya.
Danu kaget dengan sentuhan
tangan Reva, dan memandang
sendu sang putri angkat ..
lalu menuntun ke bangku kosong
di meja akad.
" silahkan tanda tangani berkasnya
nona arina"ucap sang penghulu
menyerahkan semua dokumen
yang perlu ditanda tangani..
setelah selesai akhirnya sang penghulu mohon pamit karena
akan ketempat lain.
kini Reva di bimbing oleh sang ayah kearah keluarga sang mertua.
Mama Jasmine melihat
menantunya tersenyum lebar dan
tiba-tiba sangat senang melihat
sang menantu sesuai dengan keinginannya selama ini.
" Reva ini mereka keluarga
suamimu, ini ibu mertua kamu
Jasmine, papa mertua kamu
Malik, kakek suami Kamu Azman
Abraham, dan si Cantik ini adalah arina menantu kalian"ucap Danu saling mengenalkan diri.
"masyaallah menantu ku cantik sekali" puji mama Jasmine melihat wajah cantik milik Reva.
"Ah.. Tante bisa aja, Tante juga cantik.."ujar Reva mencoba untuk bersikap biasa saja walaupun harinya terasa sakit ini.
bagaimana tidak, dia harus
menerima kenyataan jika saudara
angkatnya hamil dengan laki-laki yang di impikan menjadi
suaminya,trus harus menikah dengan calon dari saudara angkatnya Tanpa saling mengenal dan tanpa saling melihat wajah
masing-masing dan sekarang dia
di tinggal oleh suaminya sendiri
yang baru saja menikahinya dan menolak melihat wajahnya.
sangat miris nasip seorang arina saat ini.
namun apapun itu sudah jadi
takdir yang harus di jalani saat ini.
" mulai saat ini tolong panggil saya
Mama, ini papa dan ini kakek yaa..
kamu sekarang menantu keluarga Abraham " ungkap nyonya
Jasmine pada Reva.
Reva hanya bisa patuh pada
mertuanya, dan di atas lantai dua terlihat Amanda melihat perlakuan Rey yang sangat tega meninggalkan
Reva membuat hatinya sakit karena
nya Reva harus mendapatkan harga
mahal yaitu istri yang hanya di
atas kertas,.
"kamu kenapa?kok nangis?
sedih?menyesal? atau
jangan-jangan kamu merasa
bersalah dengan keadaan Reva
sekarang? tanya Widia tiba-tiba
yang sudah ada disampingnya.
" kak, ini semua kesalahanku tapi..
liat, Reva yang menanggungnya..
aku jahat kak.. hiks.. hiks.."ungkap Amanda dengan deraian air mata yang jatuh dari matanya.
" sudahlah itu sudah terjadi, mau
di balikin ke semula juga nggak
akan bisa, yang ada malah tambah
kacau"ujar Widia berusaha
menenangkan hati sang adik.
di depan rumah sudah tak ada
tamu datang mereka semua telah
kembali sekarang, tinggal keluarga Abraham dan juga keluarga Danu.
" sayang,kamu kemasi barang-barang kamu dan nanti
kamu ikut kita."ucap Mama
Jasmine.
"iya kak, biar dini ada temennya..
BT tau nggak sih,mama kalau
Udah arisan sosialitanya.."sela
dini adik dari Ray.
" pa, kakek, Mama juga dini maaf sebelumnya boleh Reva disini saja bersama ayah juga sama bunda, sebelum mas Ray menjemput Reva
sebagai istri dia, Reva tidak akan tinggal dengan kalian"ucapan Reva membuat mereka saling pandang.
papa Malik menghela nafas
berat dan terpaksa mengiyakan
keinginan menantunya itu.
**B e r s a m b u n g
jangan lupa**
Like
cement
vote
__ADS_1