Istri Rahasia Sang Cassanova

Istri Rahasia Sang Cassanova
# SAH


__ADS_3

Ayah Danu mulai bicara pada


calon besannya yaitu dari keluarga


abraham.


Terdengar suara dari kamar


sebelah, seorang laki - laki yang


dengan lantang menolak menikah


dengan pengantin pengganti, dan


menginginkan lebih baik ditentukan


dari pada menikahi wanita yang


tak tahu asal usulnya.


namun dengan bujukan sang ayah


juga sang kakek, terpaksa laki-laki


itu menyetujuinya, dan meminta


syarat untuk pernikahan itu di


rahasiakan, dalam waktu tak


di tentukan.


beberapa saat kemudian terdengar


kata


"SAH"begitu lantang di ucapkan.


kini di dalam kamar pengantin


itu terlihat garis cantik berhijab


mengenakan gaun pengantin


sedang melihat penampilannya


dalam hatinya dia hanya bisa


berdoa supaya dia bisa menjalani


rumah tangga yang tak pernah dia


bayangkan sebelumnya.


pernikahan reva Arian


aliansyah garis berhijab yang


rela menggantikan saudara


angakatnya


yang terpaksa menolak


pernikahannya di lanjutkan karena


telah berbadan dua, dan mirisnya


kehamilannya di dapat dari orang


yang sedang mendekati Arian atau


biasa disapa reva.


untuk membalas budi pada


keluarga Hartawan, reva rela di jadikan pengantin untuk


saudara angakatnya.


Flaback on


"Malik...aku ingin bicara dengan


mun dan juga anakmu"


Ayah Danu menemui papa Malik


abraham untuk berbicara tentang pembatalan pernikahan Amandanya


Hartawan dengan anak dari Malik


abraham,cucu dari konglomerat


Azman abraham pemilik


perusahaan raksasa dibidang


otomotif juga arsitektur" AZ


Group"


Gilbert Ray Abraham biasa disapa


Ray pria blasteran Indonesia-


italy ini mempunyai bentuk wajah bulenya, dan banyak di gilai kaum


wanita.


papa Malik menyetujui namun


banyak tanya di benaknya pada


sang sahabat "ada apa Danu..?


saat ini mereka berada di dalam


ruang kerja Danu, ada kakek


Azman, papa Malik..dan juga


Mama Jasmine dan ada Ray sang


calon pengantin.


ayah Danu terlihat


menghembuskan nafasnya dengan


kasar dan memandang wajah


setiap orang yang ada di ruangan


itu.


"sebelumnya kami sekeluarga


mengucapkan permintaan maaf


kami pada keluarga kalian,


karena peristiwa ini membuat


kami dilema, anak ku Amanda


calon menantu kalian menolak


menikah dengan Ray, karena dia


sedang mempunyai gubungan


dengan seseorang Dan ternyata


mereka sudah melangkah terlalu


jauh dan sekarang Amanda sedang


mengandung, dan baru saja Amanda menangis dan menceritakan jika dia sedang berbadan dua, jadi tak bisa melanjutkan pernikahan ini, karena tak mau buat keluarga kita tambah malu "betapa terkejutnya mereka dengan penjelasan Danu membuat keluarga Abraham tak serta Merta percaya penuturan sang calon besan.


Ray terlihat mengeratkan


rahangnya yang mengeras


menatap tajam kearah ayah Danu"


"Lalu bagaimana sekarang?"


Ray menatap dingin kearah


Danu. dengan nada datarnya.ray


menanyakan perihal


pernikahannya.


Danu memandang wajah calon


menantunya, terlihat kekecewaan


mendalam di hati Ray

__ADS_1


"sebelumnya saya dan keluarga


sudah pertimbangankan, jika Ray


masih bisa menikah dengan putri


kami yang lain yaitu Reva.."


ungkapan Danu membuat keluarga Abraham bertanya-tanya seperti


apa bakal mantunya kini.karena


mereka baru mendengar nama Reva


di keluarga Hartawan.


"perasaan Kumu punya dua anak saja dan, kenapa sekarang ada


tiga?"


pertanyaan kakek Azman


membuat Danu menundukkan


wajahnya dan terlihat sedih.


" sebenarnya dia adalah anak


angkat kami, dia anak sahabat


kami yang kami angkat sebagai


anak karena dia tak


siapapun di dunia ini, kenapa


saya bilang dia putri kami.. karena


kami menyayanginya tak ubahnya seperti anak kandung,tak pernah


sedikitpun kami ingin menganggap dia orang asing, karena dia


anugrah yang paling indah di


berikan tuhan untuk keluarga


Hartawan.memang selama ini dia


hidup dilingkungan kita, tapi..dia


seorang yang sederhana.


perkataan Danu membuat


keluarga Abraham sangat


penasaran dengan wajah calon


menantu mereka.


papa Malik memandang anak


Sulungnya" "bagaimana Ray..?


kini papa Malik menanyakan


keputusan Ray.


Ray menatap dingin kearah Danu


dan orang yang ada disana"


Ray menolak pernikahan ini di


lanjutkan,Ray sangat muak


dengan keadaan seperti ini,


om Danu dengan seenaknya menikahkan Ray dengan wanita


yang Ray tak tau dia dari mana


dan pantas atau tidak nya dia ada


di samping Ray"


perkataan Ray membuat semua


orang saling pandang, dan menghela nafas berat.


sedang papa Danu merasa tak terima anak angkatnya dihina


saja seorang Reva yang di bilang


gadis paket komplit.


" papa juga Kakek, mengharapkan


kamu tetap menikah, karena bagaimana pun kamu harus menjaga marwah keluarga kita"


ucapan sang papa membuat Ray sangat kacau, banyak yang


dia korbankan untuk menyetujui permintaan kakeknya yang sangat dia sayangi, namun dengan


begitu mudahnya sang calon istri


mengecewakan kedua keluarga.


" baik,aku akan menikahinya..


namun dengan hanya akad


nikah,dan setelah itu aku akan


pergi.. karna tugasku sudah


selesai"


perkataan Ray membuat


semuanya kaget apalagi Danu


sebagai ayah dia sangat benci


dengan kata-kata Ray, bagaimana pun Reva juga putrinya, jika


pernikahan itu tak terjadi maka taruhannya nama baik dan juga mereka siap untuk tidak punya apapun.


" baik,selagi kamu bisa bersikap baik pada Putri kami.."


"Hemm"


flashback off


setelah selesai dengan dokumen


yang harus di ganti, karena


mempelai wanitanya harus diganti.


Tak butuh waktu lama akhirnya


Ray melakukan ijab qobul dengan lancar dan hanya satu


tarikan nafas Ray menyelesaikan


nya dengan lancar.


setelah selesai ijab qobul, Ray menandatangani dokumen pernikahannya dan dengan


cepat dia beranjak dari tempat duduknya.


semua orang yang melihat Ray bangkit dari tempat duduknya pun ikut berdiri.


Malik menepuk bahu Ray pelan


" sabar, istrimu masih diatas,


duduklah..nanti muncul Dan


duduk di samping kamu.."


goda sang papa yang melihat tingkah sang putra seperti tak


sabar.


Ray medapat sang papa jengan


pandangan jengan " Ray mau pergi, karena tugas Ray sudah selesai..


terserah kalian, mau diapakan


terserah kalian,mau diapakan


wanita itu... Ray permisi"ucap Ray dan langsung melangkah keluar


dari kediaman keluarga Hartawa.


" Ray... Ray.... Mike cepat susul


Ray.."teriak papa Malik pada

__ADS_1


asisten Ray sekaligus sahabatnya dan dengan cepat Mike melangkah meninggalkan tempat acara.


disisi lain Reva yang sudah melangkah ke meja akad dengan


di temeni Widia ,melihat punggung lebar nan kokoh seorang pria yang


melangkah pergi dari meja akad


dengan sangat buru-buru.


sementara semua orang meneriakinya, untuk berhenti


namun dia dengan langkah pasti


dan tampah menoleh ke belakang


pergi dari tempat acara.



visual Reva arina Aliansyah


" ayah... ada apa yah? suara


lembut Reva mengalihkan


pandangan para tamu yang hadir pada gadis dengan balutan gaun pengantin warna putih dan dengan dandanan sederhana namun tak mengurangi kecantikan alaminya.


Danu kaget dengan sentuhan


tangan Reva, dan memandang


sendu sang putri angkat ..


lalu menuntun ke bangku kosong


di meja akad.


" silahkan tanda tangani berkasnya


nona arina"ucap sang penghulu


menyerahkan semua dokumen


yang perlu ditanda tangani..


setelah selesai akhirnya sang penghulu mohon pamit karena


akan ketempat lain.


kini Reva di bimbing oleh sang ayah kearah keluarga sang mertua.


Mama Jasmine melihat


menantunya tersenyum lebar dan


tiba-tiba sangat senang melihat


sang menantu sesuai dengan keinginannya selama ini.


" Reva ini mereka keluarga


suamimu, ini ibu mertua kamu


Jasmine, papa mertua kamu


Malik, kakek suami Kamu Azman


Abraham, dan si Cantik ini adalah arina menantu kalian"ucap Danu saling mengenalkan diri.


"masyaallah menantu ku cantik sekali" puji mama Jasmine melihat wajah cantik milik Reva.


"Ah.. Tante bisa aja, Tante juga cantik.."ujar Reva mencoba untuk bersikap biasa saja walaupun harinya terasa sakit ini.


bagaimana tidak, dia harus


menerima kenyataan jika saudara


angkatnya hamil dengan laki-laki yang di impikan menjadi


suaminya,trus harus menikah dengan calon dari saudara angkatnya Tanpa saling mengenal dan tanpa saling melihat wajah


masing-masing dan sekarang dia


di tinggal oleh suaminya sendiri


yang baru saja menikahinya dan menolak melihat wajahnya.


sangat miris nasip seorang arina saat ini.


namun apapun itu sudah jadi


takdir yang harus di jalani saat ini.


" mulai saat ini tolong panggil saya


Mama, ini papa dan ini kakek yaa..


kamu sekarang menantu keluarga Abraham " ungkap nyonya


Jasmine pada Reva.


Reva hanya bisa patuh pada


mertuanya, dan di atas lantai dua terlihat Amanda melihat perlakuan Rey yang sangat tega meninggalkan


Reva membuat hatinya sakit karena


nya Reva harus mendapatkan harga


mahal yaitu istri yang hanya di


atas kertas,.


"kamu kenapa?kok nangis?


sedih?menyesal? atau


jangan-jangan kamu merasa


bersalah dengan keadaan Reva


sekarang? tanya Widia tiba-tiba


yang sudah ada disampingnya.


" kak, ini semua kesalahanku tapi..


liat, Reva yang menanggungnya..


aku jahat kak.. hiks.. hiks.."ungkap Amanda dengan deraian air mata yang jatuh dari matanya.


" sudahlah itu sudah terjadi, mau


di balikin ke semula juga nggak


akan bisa, yang ada malah tambah


kacau"ujar Widia berusaha


menenangkan hati sang adik.


di depan rumah sudah tak ada


tamu datang mereka semua telah


kembali sekarang, tinggal keluarga Abraham dan juga keluarga Danu.


" sayang,kamu kemasi barang-barang kamu dan nanti


kamu ikut kita."ucap Mama


Jasmine.


"iya kak, biar dini ada temennya..


BT tau nggak sih,mama kalau


Udah arisan sosialitanya.."sela


dini adik dari Ray.


" pa, kakek, Mama juga dini maaf sebelumnya boleh Reva disini saja bersama ayah juga sama bunda, sebelum mas Ray menjemput Reva


sebagai istri dia, Reva tidak akan tinggal dengan kalian"ucapan Reva membuat mereka saling pandang.


papa Malik menghela nafas


berat dan terpaksa mengiyakan


keinginan menantunya itu.


**B e r s a m b u n g


jangan lupa**


Like


cement


vote

__ADS_1


__ADS_2