
Setelah Lila selesai cek up langsung mengantarkan Lila ke rumah, dan dia melanjutkan ke kantor polisi. Dia akan menemui Gunawan yang tega melece*kan istrinya.
Tiga puluh menit Ray sampai di kantor polisi, disana sudah ada Juna juga Riko beserta pengacara Ray yang khusus terbang dari Jakarta, untuk kepentingan kliennya.
" Selamat siang pak Ray..? " sapa Ryan pengacara Ray melihat kliennya hadir di sana
" Siang Ry, gimana sudah beres semuanya?" tanya Ray dengan wajah yang bisa di bilang tak baik-baik saja.
" Insyaallah semua sudah pak. " ucap Ryan
" Giman keadaan Lila? " tanya Riko saat akan masuk ke dalam kantor polisi.
" Sudah mendingan soal traumanya, tahap pemulihan. sekarang dia masih takut di tinggal sendiri, makanya aku suruh Citra temani dia di rumah." ucap Ray
Mereka berempat masuk untuk menemui Gunawan dan menyerahkan bukti atas apa yang terjadi saat itu.
Saat keempat orang itu menunggu di ruang kunjungan menunggu Gunawan untuk bertemu dengan mereka.
Tak lama terlihat Gunawan yang berjalan di dampingi petugas lapas dan dengan tangan di borgol, wajah yang terlihat tak terawat.
Gunawan melihat keempat orang yang menemuinya. Dia tersenyum miring saat melihat Ray yang terlihat natapnya tajam.
" Selamat siang Dokter Gunawan, bagaiman kabarnya? " tanya Ryan pengacara Ray
" Mau apa kalian, mau buat peritungan.. jangan mimpi, kamu hanya pemegang saham terbesar di RS dan aku tidak takut akan kekuasaan kamu yang tak seberapa itu." ucap Gunawan dengan masih bersikap sombong.
" Kita lihat saja, jangan pikir kamu bisa lolos sekarang.. apalagi mengandalkan harta keluarga mu itu..jangan pernah berpikir aku akan melepas kan mu dari jerat hukum, itu tidak akan mungkin. " ucap Ray dengan senyuman devilnya
Gunawan yang melihat Ray berbicara lantang padanya hanya bisa menelan silvanya dengan susah payah.
" Dan perlu kamu ingat, aku bisa menghancurkan keluarga mu hanya dengan waktu singkat hemmm... harta yang kalian banggakan akan hilang dengan cepat ingat itu,jangan pernah kamu berfikir seorang Abraham akan berbelas kasih dengan apa yang kamu lakukan pada bagian keluarga Abraham.. mengerti..!! bisik Ray dengan penuh ancaman
" A_Abraham???" gumam Gunawan mendengar nama besar Abraham di dunia bisnis.
melakukan kunjungan singkatnya dan juga memberikan keterangan tentang kejadian yang menimpa Lila.
__ADS_1
Setelah sekian lama akhirnya mereka keluar dari kantor polisi.
" Ryan, terima kasih atas semuanya anda masih stay di sini buat beberapa hari? " ucap Ray pada pengacara nya.
" Sama-sama Pak Ray, saya sudah ber koordinasikan dengan team kami, dan sementara saya stay di hotel." ucap Ryan pengacara Ray
" Oh iya Ray.. kemungkinan ayah sama bunda akan kemari,karena Nadia juga sudah cerita tentang musibah yang dialami Lila pada mereka." ucap Riko pada Ray
Ray menghembuskan nafas kasarnya " Sudah aku duga Nadia bakal cerita , yah.. mudah-mudahan mereka membuat dampak yang baik buat kesembuhan Lila. " ucap Ray penuh dengan pengharapan tentang Istrinya.
Setelah merasa cukup untuk urusan hari ini, akhirnya Ray langsung pulang kerumah karena dia juga kepikiran tentang istrinya jika di tinggal lama olehnya.
Setelah tiga puluh menit Ray sampai di depan rumah Lila, dan Ray langsung menuju rumahnya dan ternyata Citra masih ada di rumah mereka.
" Assalamu'alaikum." salam Ray saat masuk ke dalam rumah
" Wa'alaikum salam. " jawab mereka yang sedang ada di ruang tv.
" Daddy,Dee kangen...?!! " seru gadis kecil yang berlari ke arah Ray.
" Nggak kok, seharian aku sama tante Citra juga sama mommy, trus aku juga bobo siang..kayak apa yang di suruh daddy. " terang Deeba dengan memberikan ciuman di pipi sang daddy
" Pinter putri daddy.. oke, sekarang daddy mau mandi dulu, nanti kita masak buat mommy sama kita makan malam okey? " kata Ray
Interaksi anak dan ayah itu tak luput dari pandangan Lila dan Citra.
" La, alhamdulillah sekarang suami mu sudah dirumah, kamu harus semangat.. demi mereka .
Lupakan sedikit demi sedikit tentang peristiwa itu, berdamailah dengan perasaan kamu, jadi kan hatimu untuk dua orang itu. " ucap Citra memberikan semangat untuk sahabatnya.
" Makasih ya.. Cit, selama ini kamu selalu ada buat aku. " ucap Lila dengan tulus dan mata yang sudah berkaca-kaca.
Setelah berpamitan pada Ray juga Lila, Citra dan Anakny pulang kerumah mereka.
Dan Ray sedang membersihkan dirinya,sementara Lila menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya itu.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama, Ray keluar dari kamar mandi dengam melilitkan handuk di pinggangnya, dan dada yang ter ekspos begitu kokoh dan juga seperti tempat ternyaman jika ada dalam dekapannya.
Bagaimana mungkin pesona seorang Gilbert Ray Abraham akan di tolak, bahkan banyak wanita yang menggilainya. Rela menjual harga dirinya demi naik ranjang pria Cassanova di eranya.
" Mas.. cepat pakai bajunya, aku keluar dualuan." ucap Lila dengan memunggungi tubuh kekar Ray.
Bukan nya menuruti perkataan Lila, Ray malah bikin Lila menegang dan seketika tubuhnya lemas seperti tak bertulang. Ray dengan cepat memeluk tubuh ramping Lila dari belakang menghirup wangi khas milik Lila.
" Biarkan sebentar saja.. aku suami kamu, dan akan selalu melindungimu." ucap Ray dengan maksud untuk bisa membuat Lila lupa dengan kejadian tak menyenangkan itu.
" Ma_mas,aku...
Belum lanjut Lila mengatakan sesuatu,Ray membalikkan tubuh Lila di hadapannya dan mengangkat dagu Lila dan setelah sepersekian detik bibir Ray sudah menempel di bibir Lila dengan lembut, Ray menye sap bibir manis Lila meluma*nya dengan dalam,dengan lembut Ray membuai Lila dalam adegan itu dan Lila. memejamkan matanya namun dengan cepat Lila mendorong tubuh kekar Ray .
" Aaaaa... " teriak Lila dengan pandangan yang penuh ketakutan
" Sayang.. are you okey, sorry..." ucap Ray terkejut dengan reaksi Lila barusan.
Tubuh Lila meringkuk di samping ranjang dan bergetar hebat.
" Aku jijik... dia.... dia.. aaaaaa... " teriak Lila dengan air mata yang sudah membanjiri matanya dan mengusap usap bibirnya dengan kasar.
" Sayang..sayang... sadar.. heii, stop.. sorry aku terlalu memaksamu, maaf.. tadi aku suami mu bukan orang lain.. " ucap Ray dengan pelan dia mendekati tubuh Lila yang masih bergetar dan langsung merengkuhnya dalam dekapannya.
" Ternyata dia sudah membuat Lila menderita seperti ini, aku pastikan kamu membusuk di penjara Gunawan " gumam Ray geram dengan mengingat kejadian yang menimpa Lila
Lila sudah terlihat tenang dan Ray dengan cepat mengangkat tubuh Lila ke atas kasur nya dan menyelimuti tubuh itu, Lila terasa lelah menangis sampai dia tertidur pulas.
Bersambung
Dukung terus cerita ini dan jangan lupa mampir juga ke cerita aku yang lain
*Kesucianku
* Saat Hati Memilih
__ADS_1