
Deeba diantar Riko kerumah dan meminta bantuan pada Citra sahabat Lila selama di Lamongan, dan Riko menceritakan apa yang menimpa Lila pada Citra, dan Citra sangat kaget karena setahi dia Lila dengan keadaannya memang selama ini menyembunyikan pernikahannya cuma, beberapa bulan lalu, status Lila yang mempunyai anak baru terkuak karena Deeba bersama Riko di RS menemui Lila.
Riko kembali ke RS untuk mengantar beberapa potong baju ganti untuk Lila.
Di Rs.
" Sayang.. bangunlah, cepet sembuh yaa.. Deeba cariin kamu terus." ucap Ray dengan menusap kepala Lila yang masih setia dengan mata tertutupnya.
" Maafin aku, nggak bisa jagain kamu.. aku sangat tak berguna yangg... tapi, yang perlu kamu tahu aku sangat menyayangi kamu dan mencintai kamu ,entahlah rasa ini kapan tumbuh namun, saat aku berusaha menerima mu dulu,aku sudah sayang sama kamu. Karena kebodohanku, aku di jebak dan aku menyakiti kamu,dan kamu pergi.. saat itu duniaku runtuh yangggg... merasakan sakit karena sudah berbuat jahat sama kamu dari awal kita menikah, kalau aku tahu.. Allah memberikan kamu,sosok yang aku dambakan dalam hidupku menjadi seorang pendamping.. aku akui Cassanova itu julukanku, tapi.. sebejat-bejat nya aku, mendambakan istri yang sholehah.. waktu itu aku terlalu kecewa dengan keadaan ku, saudaramu membatalkan pernikahan karena mengandung, dan di gantikan dengan aku menikahimu, aku saat itu frustasi yanggg.... aku jadi berpikir pendek, jika wanita sama saja.. tapi aku salah, kamu yang di berikan Allah untuk laki-laki pendosa macam aku yangg...maafin aku.. maaf.. hiks.. hiks..!! " ucapan panjang lebar Ray mengungkapkan rasa hatinya dan melihat keadaan istrinya sekarang membuat dadanya sesak, tak terasa air mata jatuh di pelupuk mata seorang Gilbert Ray Abraham.
"Uaaaeehhh..." lenguhan Lila terdengar membuat Ray menatap sang istri dan segera mengusap air matanya.
__ADS_1
" La... Sayangggg..!!" seru Ray saat melihat kedua mata Lila terbuka.
Lila megedarkan pandangannya,dan tepat menatap Ray lekat dan sesaat kemudian,Lila kembali histeris.
" Hiks... hiks... hiks... aku kotor, aku menjijikkan.. ini.. ini...inii, dia..dia diaa... Aaaaaaaa... "Lila berteriak histeris sampai menggosok gisokkan selimut nya ke kulit putihnya sampai merah.
Ray dengan cepat mencegah Lila lebih nekat dan langsung mendekapnya dengan erat, dan langsung menekan tombol untuk memanggil Dokter.
Ceklek
" Dokter tolong Istri saya..!!" ucap Ray
__ADS_1
Dengan cepat Dokter dan dua suster mencoba menahan pergerakan Lila, sementara Dokter menyuntikkan obat penenang pada Lila.
Beberapa saat kemudian, Lila kembali tenang dan menutup matanya. Suster membenarkan Infus yang sempat tercabut dati tangan Lila.
" Maaf tuan Ray, suster Lila butuh pendampingan psikolog supaya Lila beliau lebih nyaman untuk pengobatan, sepertinya dia mengalami trauma dengan kejadian kemarin, jika di biarkan berlarut-larut akan membuat jiwanya lebih dalam keterpurukan." jelas sang dokter.
" Lakukan yang terbaik, apapun yang bisa membuat istri saya cepat pulih tolong lakukan." ucap Ray memandang wajah istrinya yang terlihat lemah.
" Baik, saya koordinasikan dengan dokter Maira beliau dokter psikolog dan semoga suster Lila bisa cepat pulih dari rasa traumanya." ucap Dokter Lukman
Ray bersumpah akan memberikan hukuman setimpal pada Gunawan, walaupun banyak bakingan dari background keluarganya yang merupakan salah satu keluarga terpandang.
__ADS_1
Bersambung.