
Pagi ini di kediaman Ray terasa berbeda,biasanya cuma ada ocehan Deeba sekarang terasa ramai dengan ketiga keluarga besar jadi satu. Pagi-pagi sekali Kakek Wirata dan juga tante Jaslyn suaminya Leo juga putranya Gery berkunjung kerumah Ray dan Lila.
Mereka akhirnya sarapan bersama di halaman belakang rumah Ray yang memang tak terlalu besar. Biasa itu karena keinginan Lila yang tak ingin punya rumah terlalu mewah. Biasa saja Ray punya hunian super apik namun, istrinya yang terbiasa hidup sederhana walaupun punya fasilitas terjamin dari Danu tetap saja dia memilih untuk mendapatkan penghasilan sendiri.
" Lila, kamu nggak iingin sesuatu ?kan biasanya kalau orang hamil ingin sesuatu yang di sebut nyidam gitu. " ucap tante Jaslyn disela sarapan mereka.
" Sejauh ini nggak sih tan, lagipun memang alhamdulillah di kehamilan kedua Lila nggak ada keluhan apapun." ucap Lila dengan menyuapkan sandwich ke mulutnya.
" Kalau dulu hamil Deeba kamu ngidam nggak La? " tanya bunda Maya.
" Ngidam sih.. tapi, masih wajar.. ya..kan bang Riko kak Nadia? " tanya Lila pada kedua orang yang melindunginya saat hamil Deeba.
" Sejauh hamil Dee, semua ngidamnya dia alhamdulillah kita penuhi, walaupun bang Riko harus nyari tutut di sawah.." ucap Nadia mengingat ngidam Lila yang paling absurd.
" Hahh.. tutut, maksudnya keong gitu? " tanya Ray kaget mendengar penuturan sang kakak ipar.
" Iya.. keong sawah, kenapa? untung ada bang Riko, daddy nya jauh sih.. " sindir Nadia dengan melirik Ray sinis.
" Iyaa.. waktu itu daddy nya masih nakal,tapi..sekarang kalau anak aku mau apapun akan aku penuhi." ucap Ray dengan menggenggam erat tangan istrinya.
" Ohhh.. so sweet,, love you daddy.. " ucap Lila dengan manja.
" Love you More mom.." balas Ray dengan senyuman manisnya pada Lila.
" Astaga nih.. dua orang bucin akut, akibat 6th pisah gini nih.. nikah karena terpaksa, hamil pun tanpa sengaja, giliran ketemu gini nih.. dua-duanya bucin maksimal..Huhhh... Lebay..!! " cerocos Dini melihat ke bucinan abang dan kakak iparnya.
" Sirik lo setan kecil..!!" ucap Ray.. "Makanya nikah,jangan pacaran mulu nggak di nikah-nikahin,, mendingan kamu sama yang pasti-pasti aja Din..sebelum dia di serobot orang." ucap Ray dengan melirik Mike yang sedari tadi fokus sama ke tiga gadis kecil yang bersamanya.
" Apaan sih lo bang, emang gw cewe apaan.. nyatain cinta dulu, gw juga pengen di perjuangin bang.." ujar Dini.
" Kak Gery sudah punya calon belom,,kalau belom sama Dini aja.." tutur Lila dengan lantang.
Uhuk Uhukk Uhuk..
" Kak Mike, Astaghfirullahal'azhim..kasih minum Din." pekik Lila saat melihat Mike tiba-tiba tersedak saat makan.
" Nih.. minum." Ucap Ray singkat menyodorkan gelas ke arah Mike. " Makanya kalau cinta bilang, denger kan.. dia butuh di perjuangkan." bisik Ray pada sahabat sekaligus asistennya.
__ADS_1
Mendengar penuturan sang boss, membuat Mike menelan silvanya dengan susah payah. Apakah dia harus cepat bertindak,sedangkan dia tahu jika Dini tengah dekat dengan teman kampusnya.
" Ehemmm...saya permisi dulu,mau panaskan mobil."pamit Mike pada semuanya.
Sementara Dini melihat Mike beranjak dari tempat duduknya pun, mengikuti gerak gerik pria itu.
" Kalau suka, bisa jadi.. emansipasi wanita lho?" bisik Lila pada adik iparnya.
" Dia orangnya nggak peka,ngeselin." balas Dini " Dini permisi ke kamar dulu,permisi semuanya.. " pamit Dini beranjak dari tempatnya dan masuk ke dalam rumah.
" Kayaknya, bentar lagi ada yang mau hajatan nih.. " ucap bunda Maya
" Itu tergantung mereka, yah...dua-duanya masih gengsi." timpal mama Jasmine melihat interaksi Dini dan Mike selama ini.
" Nak Gery kalau tante masih punya putri bisa d Uhhh jodohin sama kamu, tapi.. sayang anak tante sudah sold out semua." canda bunda Maya.
" Terima kasih tante, saya sebenarnya sudah ada seseorang walaupun baru dua minggu sama dia sudah merasa cocok, dan Alhamdulillah masih orang Indonesia, sesuai request mama." ucap Gery dengab senyuman tertuju pada sang mama.
" Oh yaa... kok kamu nggak bilang ke mama, curang..!!" ucap tante Jaslyn terasa kaget dengan pengakuan sang putra.
" Wahhh.. bagus dong, kerja dimana kak,satu kator kah? " tanya Lila tiba-tiba merasa penasaran.
" Bukan kepo, pengen tahu aja." sanggah Lila.
" Nggak papa Ray, Lila juga aku sudah anggap adik ku.. wajar kan, dia ingin tahu siapa gadis yang mau sama aku.. hehehe" bela Gery..
" Tuh, Kak Gery aja nggak keberatan mas, kamu malah yang protes " ucap Lila.
Ray merasa hormon kehamilan Lila sudah mulai menampakkan kesensitifannya.
Ray hanya bisa bernafas panjang dan, mendapakan kode dari sang mama, supaya mengalah.
" Iya.. maaf." ucap Ray singkat.
" Trus kak, siapa gadis itu.. kenalin dong sama kita." ucap Lila.
" Dia masih kuliah di fakultas kedokteran disalah satu kampus disini. " ucap Gery
__ADS_1
" Oh iya.. dimana,aku masih kuliah juga di fakultas kedokteran di TUM ( Technical University Of Munich)."ucap Lila
" Hahh.. dia juga di sana kuliahnya, semester dua." ucap Gery.
" Oh iya, siapa namanya kalau boleh tahu,,siapa tau aku bisa kenal di kampus." ucap Lial dengan antusias.
" Namanya Aruna." jawab Gery dengan senyuman mengembang dari bibirnya
" Aruna.. " seru Lila dan Ray.
" Kamu serius Aruna, Aruna Putri? " tanya Ray yang kini nampak lebih antusias.
" I_iya kenapa,,trus.. kalian kenal dengan Aruna?" tanya Gery.
" Hahh... oke,kalau Aruna Putri sebagai saudara kita setuju ,iya kan mas? ." ucap Lila dengan menoleh pada suaminya dan mendapatkan anggukan sebagai jawaban.
" Awas aja lo Una, pantes dia sibuk banget belakangan ini.. ternyata sibuk dating rupanya." batin Lila dengan kesal di hatinya setelah tahu sahabatnya sudah memiliki kekasih.
" Si bocah tengik udah punya pacar dia, pantesan dia ngomong sibuk mulu kalau mau dikasih tugas." batin Ray
Di halaman belakang itu, seperti saling blok Mama Jasmine, tante Jaslyn dan bunda Maya membahas tentang kegiatan mereka.
Papa Malik, ayah Danu, kakek Azman dan juga Wirata pun sedang berdiskusi tentang bisnis, dan Lila, Ray, dan Gery bahas tentang kedekatan Gery dengan Aruna.Riko dan Galang bicara tentang seputar keluarga Sedang ketiga bocah pun bermain dengan Nadia dan Hani.
Sementara di dalam rumah, Dini mengejar Mike yang akan ke halaman depan rumah.
" Kak Mike,,tunggu..!!" seru Dini
" Din, ada apa..?" tanya Mike berbalik menatap Dini sepintas.
" Ada hal penting, Dini harus bicara sama kakak." ucap Dini melipat tangannya didepan dadanya.
" Hal penting apa Din? " tanya Mike mengernyitkan dahinya
" Soal perasaan kakak sama Dini.." ucap Dini.
Mendengar penuturan Dini, membuat Mike tercekat susah untuk menjabar apa yang dia rasa saat ini.
__ADS_1
Berasambung