
Keesokan harinya Lila dan juga Ray berangkat ke RS untuk pemeriksaan Lila selanjutnya.
Ray berharap semua nya sesuai dengan prediksinya. Tiga puluh menit mereka sampai dan langsung berjalan beriringan dengan tangan saling tertaut.
Lila merasa berjalan di samping Ray, sangat terasa aura tegas dan wibawanya sang hiiiiii 7suami, ada rasa tak nyaman di hati Lila karena, yang awalnya hanya seorang perawat biasa, dan sekarang terkenal sebagai istri seorang Gilbert Ray Abraham seorang pengusah yang terkenal dengan ketegasannya dan juga pengusaha yang tak bisa di sentuh.
Keduanya melangkah menuju ruang praktek Dokter Naima,walaupun banyak mata yang memperhatikan mereka Lila berusaha untuk bersikap ramah seperti biasa, tersenyum bila berpapasan dengan pegawai RS yang lain.
Tapi, tidak dengan Ray yang terlihat sangat datar.
Sampai di depan ruang praktek Dokter Naima, seorang suster mengarahkan Ray dan Lila masuk ke dalam.
" Selamat datang Tuan Ray dan Nyonya Lila, silahkan duduk.. " sambut Dokter Naima dengan senyuman ramahnya
" Hemmm" jawab Ray dingin
" Terima Kasih Dokter.. jangan terlalu berlebihan." ucap Lila dengan rasa tak enak hati.
" Nggak ada yang berlebihan kok ,saya menghormati dan menghargai nyonya Lila dengan semestinya karena bagaimana pun nyonya Lila istri dari salah satu pemegang saham RS ini." ujar Naima memberikan alasan nya.
" Terserah Dokter kalau mau munjunjung tinggi suami saya tapi, saya harap Dokter Naima panggil saya dengan yang lain saja.. nggak nyaman dengernya." Ucap Lila tak mau kalah
" Baik mba Lila saja yaa..umur kita terpaut dua tahun juga." usul Naima dengan senyuman
" Kenapa jadi bahas panggilan sih, sekarang kita teraphi dulu.. gimana, karena setelah makan siang kita harus memberikan kererangan soal kasus kamu dan Dr.Gunawan." ucap Ray menghentikan perdebatan ke dua wanita di depannya.
" Maaf ,Tuan Ray.. mari silahkan duduk mbak Lila.. kita akan hipnoterapi untuk bisa memudahkan penyembuhan mbak Lila.. selama beberapa minggu ini saya juga sudah memantau dari Tuan Ray, dan perkembangannya sangat pesat..silahkan mbak duduk dengan senyaman mbak, dan konsentrasi." kata Naima mengarahkan apa yang harus Lila lakukan.
Hipnoterapi di percaya menyembuhakan secara cepat seseorang yang mengalami trauma atau depresi juga phobia pada sesuatu.
Hipnoterapi adalah proses penyembuhan dengan cara memberikan sugesti pada seseorang dalam alam bawah sadar dan mengalirkan pikiran yang positif jadi, rangkaian tersebut akan membuat yang sedang terjadi masalah akan terbawa dalam keadaan sadar.
__ADS_1
Hipnoterapi juga harus berpusat dengan satu masalah, dan Hipnoterapi akan berhasil juga dengan adanya keinginan klien untuk berusaha sembuh.
Setelah kurang lebih satu jam mereka ada di ruang praktek dokter Naima akhirnya terapi pun selesai.
Sejauh ini, Lila sudah bisa berinteraksi dengan normal, namun.. harus ada pembuktian dengan apa yang selama ini Lila takutkan,dan semoga saja saat Lila bertemu dengan Dr. Gunawan nggak akan terjadi sesuatu yang membuat mentalnya jatuh lagi.
Setelah menebus obat yang di resepkan dokter, Lila dan Ray menuju ke kantor polisi untuk memberikan Keterangan sebagai saksi untuk melengkapi BAP yang akan di limpahkan ke pengadilan.
Ray menggenggam erat tangan Lila yang terasa dingin karena pastinya akan ada rasa gugup dan takut pada hati Lila, di dampingi oleh Ryan pengacara Ray dan juga Juno membantu untuk mendapingi mereka atas perintah Riko.
Dengan arahan Ray, Lila berusaha untuk tenang dan Ray pun memberikan energi positifnya pada sang istri.
" Masuklah bersama,harus berusaha tetap tenang.. kita semua ada bersama kamu,dan Deeba sudah nunggu kita buat jemput yang.. " ungkap Ray menggenggam erat tangan Lila.
" Bismillah.. Insyaallah aku bisa.." jawab Lila dengan wajah yang terlihat mulai tenang.
Masuk ke ruang penyidik, pastinya membuat Lila sedikit takut..namun Ryan selalu memberikan arahan pada Lila supaya dia tak tegang.
Keluar dari ruangan Introgasi Lila langsung menghambur dalam pelukan Ray.
" Mass....!! " pekik Lila dengan berlari kecil seperti seorang anak melihat orang tuanya langsung saja dia memeluk tubuh kekar suaminya.
" Istri ku hebat, Alhamdulillah ..semua lancar itu semua karena kamu juga yang bisa melewati ini semua dengan baik, kamu wanita hebat, mommy yang terbaik, istri Gilbert Ray Abraham nggak pernah takut apapun kecuali Allah..yaa? " ucap Ray dengan membelai lembut kepala sang istri yang terbalut hijab.
" Terima kasih mas, ini karena kamu.. usaha kamu buat aku bangkit lagi..sekarang kamu kekuatanku selain Deeba.." ungkap Lila dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
" Sssstttt... jangan nangis lagi, sekarang kamu harus lebih berani.. karena kamu akan
menemuinya. Kamu siap?" tanya Ray menangkup wajah sang istri.
" Hemm... selagi masih ada kamu mas,aku coba kuat." ucap Lila dengan melengkungkan bibirnya membentuk senyuman.
__ADS_1
" Yah.. kita semua ada buat kamu." ucap Ray dengan membimbing tubuh sang istri keluar dari kantor penyidik.
.
.
Kini, Lila dan juga Ray di dampingi Ryan juga Juno berada di sebuah ruangan untuk menemui Gunawan.
Lila menggenggam erat tangan suaminya, dan menundukkan wajahnya dengan selalu melafaskan doa dalam hatinya untuk bisa lebih kuat.
" Akhirnya kamu kemari juga suster Lila? "Tegur seseorang yang berjalan dengan tangan di borgol dan memakai baju tahanan.
" Haii.. Dokter Gunawan,akhirnya saya bertemu dengan anda juga. Orang yang paling menjijikkan,nikmatilah masa depan kamu di balik jeruji.. karena saya tidak akan pernah melepaskan orang yang paling tak bermoral macam anda !! " ucap Lila dengan rasa penuh kebencian pada sosok yang ada beberapa langkah dengan nya.
Sementara orang-orang yang di sekitar Lila pun terlejut dengan ucapan Lila barusan. Karena mereka, tidak pernah memikirkan tentang bagaimana sikap Lila bertemu dengan Gunawan. Mereka cuma berfikir jika Lila akan histeris dengan bertemu Gunawan.Namun,tak menyangka Lila bisa bersikap tenang dan seolah tidak pernah terjadi depresi berat padanya.
" Akhirnya Nyonya Muda Abraham kembali"gumam Ray mendengar penuturan sang istri.
" Woww... bagus, Lila yang dulu sudah mulai kembali" batin Juno
" Ini baru sifat keluarga Abraham yang aku kenal. " batin Ray melihat sikap klien nya yang terlihat lebih baik dan tak terduga.
" Wahhh.. ternyata anda punya nyali juga suster Lila, jangan besar kepala.. hanya karena kamu mempunyai suami yang mempunyai saham besar di Rumah Sakit itu,kamu jumawa sama saya.. kamu belum tau saya suster Lila?!! " ucap Gunawan dengan senyum mengejek.
" Anda salah Dokter,Anda yang belum tahu siapa saya sebenarnya.. kalau hanya karena keluarga anda yang biasa bermain licik untuk mencapai segala sesuatunya dengan mudah maka giliran saya akan menunjukkan semua sudah berakhir Dokter. Keluarga anda akan hancur..!!! " Kata Lila dengan suara yang lirih namun syarat makna di baliknya.
Ray dan Ryan serta Juno hanya diam, melihat sampai mana seorang Dalila yang terkenal lembut hati berubah menjadi orang yang paling berbahaya.
Bersambung
Maaf buat para readers mungkin slow up yaa.. dalam seminggu ini, karena sedang dalam masa berkabung.
__ADS_1
Namun, sebisa mungkin othor akan sedikit demi sedikit aktif lagi menulis.. 🙏