
Hari-hari keluarga kecil Ray lalui dengan penuh bahagia, Lila pun kini sudah kuliah dan mengambil akademik kedokteran.
Deeba tipe anak yang mudah beradaptasi, mulai sekolah dasar taraf Internasional .
Ray pun mengembangkan bisnisnya di negara Jerman.
" Sayang, kamu nggak kuliah hari ini..? " tanya Ray saat melihat istrinya yang masih dengan baju santainya.
" Aku kuliah jam 10 nanti kok, Mas.. hari ini lembur lagi nggak? "
" Nggak sih kayaknya, kenapa.. mau pergi kesuatu tempat atau gimana? "
" Kita makan di luar yuk.. kayaknya pengen deh kita makan bertiga di luar."
" Boleh, tumben.. kamu mau makan di luar?
« Pengen aja mas, kalau bukan karena acara makan malam sama rekan bisnis mana pernah kita bisa keluar bertiga, apalagi belakangan ini kamu sibuk banget.".
" Iyaaa... maaf ya, kamu pasti bosen.. kegiatannya hanya kuliah, ngurus kita ..maaf ya mom."
" Aku suka kok ngelakuinnya, kamu jangan ngrasa nggak enak gitu.. aku mau kembalj sama kamu juga karena aku sayang sama kamu mas."
" Terima kasih yaa.. kamu istri terbaik untuk aku dan ibu terbaik buat anak-anak kita."
" Semoga aja,kita bisa jadi orang tua yang baik.. bisa dampingi Deeba sampe dia bisa menemukan orang bisa jaga dia."
" Aamin.. "
Pembicaraan mereka berdua,sederhana tapi.. sangat berarti buat mereka berdua.
__ADS_1
Setelah anak dan suaminya pergi menuju tempat aktifitas mereka, giliran Lila bersiap untuk ke kampusnya.
Walaupun hidup di kalangan minoritas, namun.. Lila sangat menikmati perannya menjadi seorang istri, Ibu, juga pelajar.. semua itu dia lakukan dengan bantuan Ray juga untuk membantunya saat mengurus Deeba, sebenarnya Lila tidak ingin terlalu banyak merepotkan Ray untuk mengurus Deeba namun, Ray bersyukur bisa mempunyai kesempatan untuk mendampingisang putri dalam tumbuh kembangnya.
Di kampus Lila.
Lila mempunyai teman satu fakultas kedokteran dengannya bernama Aruna gadis tomboy yang berasal dari Indonesia.
" Lila, kamu kok kayaknya kelihatan pucat. kamu sakit? " tanya Aruna saat melihat wajah sahabatnya terlihat pucat.
" Nggak kok, tapi..rasanya aku cepat lelah Na.." ungkap Lila.
" Kamu ke capean kali, kamu butuh suplemen juga La.. "
" Iya, aku minum kok.. mungkin karena kemaren dua hari aku nggak bisa tidur nyenyak.Rasanya aneh, kalau nggak ada mas Ray aku beberapa hari nggak bisa tidur.. apa karena biasa ada dia yah?"
" Iya.. Unaaaa.. " jawab Lila dengan gemas melihat sitomboy tapi.. sangat perhatian padanya.
Sepulang Kuliah, Lila dan Aruna mereka mengunjungi toko buku untuk mencari buku yang mereka butuhkan untuk keperluan kuliahnya.
" Una.. aku ke toilet dulu yaa..jangan jauh-jauh kamu." ucap Lila
" Iya.. La, aku di sinin kok.." jawab Aruna yang masih fokus dengan buku di tangan nya
Akhirnya Lila menuju toilet dan setelah lima menit dia kembali ke tempat dimana Aruna berada.
Namun, saat dia berjalan dan tak tengaja tersenggol seseorang yang terlihat sedang berjalan buru-buru.
Brukk..!!
__ADS_1
Buku yang di pegang Lila pun terjatuh.
" Sorry.. sorry..!! " ucap seseorang yang terlihat sudah berumur namun,masih terlihat cantik di umurnya.
" No problem, I'm okey.. " ucap Lila dengan membenahi bukunya.
" Laila..??!! nggak mungkin..!! kamu siapanya Laila nak? kamu orang Indonesia kan? " ucap wanita paruh baya itu dengan memanggil Lila dengan sebutan Laila.
" Maaf.. iyaa, saya orang Indonesia.. tapi, maaf saya bukan Laila saya Dalila." ungkap Lila dengan rasa kaget dan heran dengan sikap perempuan itu.
" Ahh.. iya maaf, saya melihat kamu.. mirip dengan sepupu saya.. namanya Laila, tapi.. umurnya sama dengan saya.. apa kamu punya hubungan dengan yang namanya Laila? " tanya wanita itu lagi..
" Maaf tante saya..
" Lila, yuk buruan.. udah sore laki lo telpon gw..katanya dia hubungin nomer lo nggak aktif." tiba-tiba Aruna sudah berada di samping Lila
" Astaghfirullahal'azhim.. aku lupa, pasti mas Ray khawatir." ucap Lila
" Kamu mau pergi..? "tanya wanita itu.
" Maaf tante.. kami permisi.." bukan Lila yang berpamitan namun Aruna ,karena memang Aruna seperti bodyguard saat bersama Lila dan itu dengan intruksi Ray.
Wanita itu tak bisa berbuat apa-apa saat Lila dengan terpaksa mengikuti langkah Aruna yabg terus menariknya menjauh dari wanita itu.
" Apa dia anak Laila? Aku harus bilang sama Oma Wirata." batin wanita itu.
Dia menatap kepergian Lila dan Aruna, ingin rasanya dia mencuri gambar Lila namun, aaat wanita itu membidik gambar Lila, Aruna menghalangi nya, seakan tahu gerak gerik wanita itu.
Bersambung
__ADS_1