
" Daddy mommy mana? " tanya Deeba saat melihat Ray keluar kamar Lila.
" Ehh.. putri daddy yang cantik, mommy kecapean jadi.. mommy sedang istirahat, kita masak buat kita makan malam yuk sudah mau jam 7 juga." ucap Ray mengajak sang putri ke dapur.
" Emang daddy bisa masak? " tanya Deeba melihat sang daddy sibuk mengeluarkan beberapa bahan makanan dari dalam kulkas.
" Bisa, Deeba mau makan apa? " tanya Ray pada sang putri kecilnya.
" Spagetti bisa buat? " tanya Deeba melihat isi kulkasnya ada Spagetti.
" Bisa, kamu mau makan spagetti? oke, daddy buatin,sekarang tugas putri kecil daddy duduk yang manis saja oke? "kata Ray dan diangguki Deeba dengan senyuman menggemaskan
Ray berkutat dengan panci dan kawan-kawaannya, perhatian nya fokus dengan meng aduk-aduk saus yang dia buat diatas teflon,dia tak menyadaro seseorang yang memperhatikannya dari belakang. Lila, sebenarnya sudah bangun dan melihat suaminya yang tak ada dikamar dan mengingat mereka belum makan malam, akhirnya dia keluar kamar dan mendapati sang putri yang sedang asik bermain dengan boneka-bonekanya di sofa dan melihat arah dapur melihat suaminya yang sedang sibuk di dapur dengan appron warna pink nya.
Lila melangkah pelan dan memeluk suami nya dari belakang, membuat pergerakan Ray berhenti setelah meraba tangan kecil milik Lila.
__ADS_1
" Heiii.. kok udah bangun? " kata Ray dan membalikkan tubuhnya menghadap Lila
" Maaf.." ucap singkat Lila dengan memandang wajah suaminya.
"Nggak masalah, malah mas yang mau minta maaf sama kamu, sudah berbuat sesuatu yang buat kamu mengingat kejadian itu.. maaf." ucap Ray dengan mengelus lembut kepala Lila yang tak memakai hijabnya.
" Ehhh... mas itu gosong.. !!" seru Lila mengingatkan suaminya dengan masakannya.
" Yah.. yah.. sebentar,masih bisa lah.. coba kamu cicipi.. " ucap Ray memindah posisinya yang menjadi di belakang Lila memeluk pinggang rampingnya.
" Mulai nakal yaa.. hemmm." bisik Ray dengan menggigit gemas kuping Lila
" Awwwss.. Dad..!! " pekik Lila merasa terkejut.
" Gemas tau nggak mom..cup " Ucap Ray dengan mencium pipi Lila.
__ADS_1
Mendapatkan hal itu Lila tersenyum dan melepaskan diri dari pelukan Ray, menghidangkan makanannya di meja makan.
Mereka Akhirnya makan dengan penuh canda tawa dalam rumah sederhana, walaupun masih banyak masalah namun.. setidaknya melihat Lila sudah bisa tersenyum bahkan tertawa dengan sang putri membuatnya sedikit lega.
Setelah makan malam, main dengan putri mereka sambil bercengkerama dan mendampingi sang putri menonton acara kesukaannya. Terlihat seperti keluarga sangat bahagia, Ray sangat bersyukur Lila masih memberikan dia kesempatan untuk memperbaiki Rumah tangga mereka walau begitu banyak luka yang dia torehkan pada masalalu, Ray memejamkan matanya di sofa dengan kepalanya di taruh di paha Lila, dengan lembut Lila membelai rambut Ray
" Dad, kenapa rambutnya di botakin gini?" tanya Lila dengan menyentuh rambut Ray.
" Biar lain mom, biar kamu nggak inget aku yang pernah jahatin kamu dulu.. aku ingin kamu liat aku jadi pria yang lebih baik,bukan Cassanova lucknat mu yang dulu." ucap Ray dengan masih mejamkan matanya.
" Kenapa dulu kamu begitu kejam?" tanya Lila membuat Ray langsung membuka matanya dengan lebar.
Ray memandang wajah Lila dengan tersenyum kecut, mengingat dirinya dulu.
Bersambung
__ADS_1