Istri Rahasia Sang Cassanova

Istri Rahasia Sang Cassanova
# Kehidupan Baru


__ADS_3

Ray memandang sendu wanita yang ada di bawah kungkungannya.


Ray mendekatkan wajahnya dan mengecup lembut seluruh wajah Lila dengan penuh perasaan dan penuh kelembutan Ray mulai mencoba untuk menyentuh istrinya.


Tak seperti dulu lagi, Ray yang dulu penuh kebr*talan saat menyentuh tubuh istrinya, karena pengaruh obat per*ngsang.


Lila mencoba menikmati setiap sentu han suaminya, dia menetapkan hati untuk memberikan kesempatan kedua untuk Ray, awalnya demi Deeba.Namun,saat Dini sang adik ipar memberikan ceramahnya mulai menyelami isi hatinya, memang dari dulu dia tak bisa benar-benar benci pada sosok Ray yang dengan tega menolaknya untuk melihat nya saat pernikahan mereka.


Lila memang bukab tipe orang yang pendendam,walaupun di saat tertentu sifat tomboy dan juga kerasnya akan timbul di saat yang tepat.


Sentuhan demi sentuhan di berikan Ray, sentu han penuh kelembutan, kasih sayang dan cinta bukan sekedar nafs* belaka.


" Setelah ini, akan hadir lagi disini.. kamu siap sayang? " tanya Ray di sela kegiatan mereka.


" Iya, apapun yang bisa buat kita bahagia bersama, dan jangan pernah lagi tinggalin aku setelah ini. " ucap Lila dengan pandangan mata yang sayu.


" Hemmm...pasti aku, sayang kamu.. " ucap Ray dengan senyuman manisnya.


Akhirnya mereka mengulang malam panas yang sudah lama mereka tak rasakan,namun..dengan penuh cinta dan kasih.


Ray sudah berusaha menyembuhkan trauma Lila dengan cara yang dia yakini berhasil, dan itu pun dengan arahan spekiater.


Rasa yang tak pernah Ray rasakan sebelumnya, membuat Ray menggila tak karuan menikmati malam itu dengan penuh gai*ah.Seperti pengalaman pertama bagi mereka membuat keduanya melakukan nya beberapa kali dan tenaga Ray yang tak pernah surut membuat Lila lemas karena perbuatan suaminya itu.


Jam tiga pagi Ray baru melepaskan Lila dengan Lila yang sudah hampir pingsan karena kelakuan Ray.


Setelah kegiatan panas mereka akhirnya mereka tertidur pulas dengan saling memeluk.


.

__ADS_1


.


.


Jam Sebelas siang, Lila mulai membuka matanya karena terasa perutnya begitu lapar.


pemandangan pertama Lila tertuju pada wajah suaminya yang masih tertidur pulas.


Lila mencoba melepaskan diri dari pelukan Ray.


" Jam sebelas.. astaga... Awwsssttt.. " Lila mencoba turun dari kasurnya namun di bawah sana masih terasa perih.


" Sayang...stopp...!! kamu mau kemana? " Karena pekikan Lila membuat Ray spontan membuka matanya melihat Lila yang sedang memegang area si Miss nya.


" Aku mau kekamar mandi mas, ini sudah jam sebelas.. aku lapar, kamu sih... nggak kira-kira semalam kayak kejar setoran. "


Lila terus saja nyerocos tanpa henti dengan tindakan suaminya semalam.


Ucapan Ray membuat Lila tersipu malu dan memukul pelan lengan Ray.


Ray langsung membawa Lila ke dalam kamar mandi dan meletakkannya di bathub dan mengisnya dengan air hangat dan memberikan aroma teraphi yang menenangkan.


Sementara Lila menikmati acara berendamnya Ray langsung melangakah ke kamar mandi Deeba dan membersihkan dirinya.


Setelah selesai dia memesan makanan melalui aplikasi online dan menyiapkan makan untuk mereka.


Selesai dengan makanan nya Ray berniat melihat istrinya namun, Lila sudah keluar lebih dulu dari kamarnya.


" Mas.. kamu beli makanan? " ucap Lila dengan melihat beberapa menu makanan yang terhidang di atas meja.

__ADS_1


" Iya, kalau nunggu lagi kamu kan sudah laper.. kita makan yaa..? " ucap Ray mendudukkan Lila di kursi .


" Aku bisa mas,nggak usah begitu banget sih... " protes Lila


" Yahh... sorry gara-gara mas ,kamu susah berjalan yaa... hehehe.. " goda Ray.


" Apaan sih.. nggak usah di bahas !! sergah Lila dengan mencebikkan bibirnya.


" Oke.. kita makan, trus kamu bisa istirahat lagi." ucap Ray


" Hahhh.. kayak penganten baru aja sih,udah..kamu biasa aja kali mas... " ucap Lila dengan memandang suaminya yang selalu menggodanya.


Setelah makan Lila membereskan bekas makan mereka sementara Ray sibuk menghubungi seseorang.


" Hallo.. buatkan scedule buat lepas dari tubuhku. "


ucap Ray pada seseorang yang dia hubungi.


" Baik Tuan.. apa nyonya sudah luluh? "


Tanya orang tersebut.


" Hemm.. buat scedule nya dalam bulan ini. "


Ucap Ray tanpa menunggu jawaban orang tersebut Ray mematikan sambungan ponselnya


Sementara Lila yang mendengar penuturan suaminya, seperti Ray menyembunyikan seseuatu yang penting darinya.


Bersambung

__ADS_1


"


__ADS_2