Istri Rahasia Sang Cassanova

Istri Rahasia Sang Cassanova
# Keramas


__ADS_3

Semalam saat tahu bahwa anaconda harus nganggur, Ray tak bisa tidur walaupun sudah berusaha menuntaskannya sendiri namun, lagi-lagi anaconda membuat ulah, karena tanpa sengaja tersentuh tangan halus Lila.


Sampai menjelang subuh, Ray sangat tersiksa karena ulah anaconda,saat Lila terbangun mendapati suaminya dengan wajah sayunya. Sampai akhirnya Ray menceritakan semua apa yang terjadi, mau tak mau Lila pun turun tangan buat menidurkan junior Ray. Sampai setengah jam Lila menina bobo kan junior.


Akhirnya jam enam pagi Ray baru bisa tidur nyenyak.


Lila yang sudah biasa bangun pagi, akhirnya memutuskan untuk turun kebawah dan membuat sarapan untuk keluarga nya.


" Non Lila , biar bibi aja yang masak.. non perlu apa biar bibi ambilkan." ucap salah satu ART yang bertugas d Ihh dapur.


" Nggak usah bi, saya mau buat sarapan buat suami dan anak saya." tolak Lila dan melihat isi kulkas.


" Tapi, kalau nyonya marah gimana non? " ucap bi Sum


" Nggak bi, mendingan bibi bantu saya. Gimana? " tawar Lila.


" Baik non, siap..!! " jawab Bi Sum dengan semangat.


Kedua orang yang sedang asyik dengan kegiatan nya tak menyadari jika mama Jasmine melihat kegiatan mereka yang sepertinya begitu asyik.


" Wahhh.. mantu mama nih, pagi-pagi udah di dapur aja.. emang bayi besar kamu belum bangun La? " goda mama Jasmine pada Lila


"Ehhh.. mama, sini mah.. Lila buat soto Lamongan buat sarapan,maklum maa..kebiasaan sarapan nasi, kalau nggak kena nasi kurang nampol.. hehehe." canda Lila.


" Kamu bisa aja, ehh.. mama bisa bantu apa lagi nih.. " ucap mama Jasmine mendekati menantunya.


" Kayaknya udahan deh..mama duduk aja, atau ajak papa sama kakek kemari aja, maaf ma.. bukan nyuruh.." ucap Lila

__ADS_1


" Baiklah, mama lihat Deeba sama Dini dulu deh, urusan papa sudah beres, kakek juga udah di depan lagi baca koran ditungguin pak Min." terang Mama Jasmine.


Mama Jasmine akhirnya naik ke atas ke kamar Dini, karena memang Deeba sudah terbiasa tidur dengan sang aunty.


Setelah sekian lama masakan soto buatan Lila selesai di hidangkan, seterusnya tugas Lila membangunkan bayi tua nya. Yang pastinya akan sedikit lama dengan segala drama yang suaminya ciptakan.


" Lho.. mas, tumben udah selesai.. biasanya kalo disuruh bangun susah banget." ucap Arini mendekati sang suami.


" Karena, suami kamu tahu.. hari ini kamu pasti sudah capek masak buat kita semua,kamu kan biasa sarapan nasi." terang Ray memeluk sang istri.


" Maassss... awas dulu, aku belum mandi nih..kamu ke bawah dulu aku mandi sebentar." ucap Lila dengan berusaha melepaskan diri dari suaminya.


" Cium...?!"


" Hahh?!!" Lila kaget dengan permintaan sang suami sejak mereka kembali, menjadi pribadi yang manja dan bucin akut.


" Udah? maaf ,lupa morning kiss. Aku mandi dulu, kasihan mereka nungguin kita." ucap Lila dengan cepat membebaskan diri dari suaminya.


Ray yang melihat tingakah sang istri hanya bisa geleng-geleng kepala tersenyum lebar melihat kebiasaan sang istri yang masih malu-malu padanya membuat Ray makin gemas pada Lila.


Setelah dua puluh menit Lila keluar kamar mandi dan dengan tampilan rambut basahnya.


" Lho mas.. kenapa masih disini? " tanya Lila dengan masih mengeringkan rambutnya dengan handuk.


"Aku nungguin kamulah, emang nggak boleh?" tanya Ray dengan senyum penuh arti.


" Ya boleh, tapi.. senyum-senyum gitu."ucap Lila menatap suaminya penuh curiga.

__ADS_1


" Kamu tuh..curiga mulu,udah ayo.. kita udah ditungguin." ucap Ray dengan menggenggam erat tangan Lila


Akhirnya mereka turun dari lantai atas, dan bergabung dengan yang lain ternyata mereka hampir menyelesaikan sarapannya.


" Kita sarapan duluan, habis kalian lama sih." ledek mama Jasmine.


" Nggak papa mah, maaf juga kita lama.. tadi Lila mandi lagi soalnya." jelas Lila.


" Iya, mama paham kok." ujar Mama Jasmine dengan senyum-senyum.


" Lagian bang Ray kenapa harus pagi sih, bisa malem aja kali.."goda Dini


" Kok jadi abang sih.. yang disalahin." protes Ray dengan memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


Sementara Dini memberikan kode pada sang kakak soal rambut kedua orang itu basah.


Ray baru sadar jika rambut Lila yang masih basah dan juga rambutnya yang masih terlalu kering.


Ray hanya bisa menghela nafas panjang dan menggeleng gelengkan kepalanya memberikan kode jawaban pada sang adik.


" Kalian kenapa sih, papa perhatiin.. yang satu geleng-geleng yang satu kedip-kedip tuh mata, kalian kenapa?" tanya papa Malik pura-pura tak paham.


" Nggak ada apa-apa pah, tuh anak kecil penasaran kenapa kita lama trus turun-turun kita keramas berdua." ucap Ray dengan tenang.


"Astaga.. jadi itu yang buat Dini dari tadi kode-Kode mas Ray." batin Lila dengan wajah malunya dia tertunduk


Untung saja Deeba sudah selesai sarapan, dan bermain di taman belakang sambil menemani sang kakek buyutnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2