
Omongan Lila terhenti saat dia melihat kehadiran keluarganya dan juga keluarga suaminya datang ke rumahnya.
" Kalian?!! ucap Lila melihat rombongan keluarga mereka.
"Apa kakek tidak boleh masuk La? " tanya Kakek Abraham yang ada di atas kursi roda
" Kakek..?? oh.. silahkan,maaf rumah Lila kecil.." ucap Lila memberikan jalan pada semua keluarga.
Sedangkan jangan di tanya dimana Deeba, dia sudah terlebih dulu bermain dengan Mita anak Nadia ke rumah Citra.
" Apa kabar kamu sayang?" tanya mama Jasmine melihat menantunya yang terlihat makin cantik dan dewasa.
" Mamaa.. Lila kangen mama." ucap Lila dengan memeluk mama mertuanya.
" Kami juga sayang, kamu sehat kan.. Ray nggak menyakiti kamu? " tanya Mama Jasmine dengan beruntun melirik tajam pada sang putra
" Ray lagi mode kucing anggora tante... " ledek Riko menimpali pertanyaan Jasmine
" Auto bucin dong kak?! " tak mau kalah Dini pun menggoda sang kakak dan kakak iparnya
" Bocah.. bisa nya godain kakak nya aja lo.. sini lo..!! " ucap Ray dengan menantang sang adik untuk mendekat.
" Apaan sih kamu, nggak malu nanti di lihat sama Deeba, punya bapak lagunya kayak anak kecil. " ledek Lila mumpung ada kesempatan membully suaminya.
" Wahhh... parah,kamu mau ikutan kayak si bocah itu sayang hemm...?? " tanya Ray dengan menatap istrinya dengan senyuman penuh arti.
" Astaga.. kamu ini benar-benar Ray..!! " seru kakek Abraham
" Kakek... Lila kangen kakek, maafin Lila kek.. sekarang kakek punya cicit.. sehat sehat terus yaa..? " ucap Lila memeluk kakek Abraham
Tanpa di sangka Abraham meneteskan air matanya.
" Kakek bersyukur bisa diberikan umur panjang, bisa ketemu kamu lagi.. maafin kakek, nggak bisa ngasih yang terbaik buat kamu. " ucap Kakek Abraham
" Nggak masalah kek, kita lupakan semuanya dan mulai dari awal." ucap Lila membesarkan hati kakek dari suaminya.
" Apa kamu nggak kangen dengan papa Nak? " ucap papa Malik pada menantunya tersayang
__ADS_1
" Papa,tentu Lila kangen sama orang tersayang nya Lila.. sampe-sampe anak papa pernah nuduh Lila maj jadi istri kedua papa. " sindir Lila pada suaminya
Hahahaha...
Semua orang tertawa mendengar penuturan Lila.
Lantas Lila memeluk erat tubuh adik iparnya.ada kerinduan pada adik iparnya ini, Dini selalu membelanya kala Ray belum tahu siapa Lila.
" Akhirnya aku ketenu kakak lagi, jahat bang Ray.. kenapa baru sadar sekarang, padahal sebenarnya waktu lihat kakak di Rumah Sakit juga udah naksir. " ucap Dini meledek sang abang.
" Jangan mulai lo.. bocah,mau gw kurangin duit jajan lo?! " ancam Ray
" Ihhhh... ngapa harus duit jajan sih, nyebelin!! " protes Dini.
" Putri Bunda nggak mau peluk bunda mu ini? " bunda Maya yang sedari tadi melihat putri angkatnya nyaman dengan keluarga mertuanya tersenyum senang.
" Bun, Lila kangen... maafin Lila terakhir ke Jakarta kondisi hibungan kita kurang baik." ucap Lila memeluk ibu angkatnya dan mencium tangan sang bunda bolak balik.
" Nggak papa, bunda juga minta maaf atas semua kesengsaraan yang kamu alami setelah menikah nak, itu karena ulah kami." ucap Bunda Maya
" Benar nak, maafin ayah yaa... seandainya waktu itu kamu tidak jadi pengan...
" Sudah sekarang jangan sedih lagi yaa..? " ucap Ayah Danu memegang kedua sisi pipi Lila
" Laa... " seru seseorang.
" Han.. Galang sama anak kamu mana? " tanya Lila menyadari tak ada suami dan anaknya bersama Hani.
" Mereka ada di rumah mertua ku, kebetulan mama sakit,maafin gw ya la... buat lo nggak adil dapet penderitaan selama nikah." ucap Hani dengan langsung memeluk Lila.
Setelah saling memeluk satu sama lain dan Deeba audah lelah bermain dengan Mita mereka semua sekarang berkumpul untuk makan siang, tak biasanya mereka yang biasa hidup mewah disajikan menu lesehan.
Namun ,suasana itu membuat bertambah akrab satu sama lain, di tambah ocehan Deeba dan Mita yang membuat tawa setiap orang.
Lila yang terbiasa bersikap melayani, tanpa canggung lagi dia melayani keluarga dan suaminya dan Nadia pun melakukan nya pada keluarga dan suaminya.
Nadia yang biasa melihat dan terbiasa hidup sederhana seperti Lila pun tak canggung dengan kegiatan itu, beda dengan Hani yang selalu dilayani, sedikit agak malaa dengan kegiatan lesehan itu.
__ADS_1
Hani melihat kemesraan Lila dan Ray membuat hatinya resah, apalagi Ray yang terlihat manja dengan Lila, namun.. Lila dengan sabar melayani Ray sampai makanpun Lila suapi pakai tangan nya sendiri sementara tangan Ray sibuk dengan ponselnya yang membalas pesan Mike tentang pekerjaan.
Setelah selesai semua acara makannya mereka bersantai alakadarnya dirumah kecil Lila.
Lila dan Nadia juga Dini membereskan bekas makanan mereka.
Ray sibuk di depan menerima panggilan dari Mike, sementara Deeba dan Mita kardna lelah mereka tidur siang di kamar Deeba.
Saat Ray menelpon terlihat sekali raut qajah seriusnya dan juga seperti membahas hal yang sangat penting.
"Aku nggak mau sia lolos Mike,kalau perlu tekan keluarganya buat saham mereka menurun perlahan " ucap Ray dengan aura *dinginnya.
" Baik boss.. akan kita lakukan dengan pelan tanpa jejak. " ucap Mike menanggapi perintah sang boss.
Akhirnya selesai juga obrolan Ray bersama Mike*.
" Ray...!! "tegur seseorang yang tiba-tiba muncul di belakang Ray
" Hani, ada apa.. kenapa lo disini? " ucap Ray tanpa suara lembut sedikitpun pada Hani ,lain berbicara dengan Nadia yang terlihat bersahabat.
" Kenapa kamu begini sama aku Ray? " tanya Hani dengan wajah sedih
Perkataan Hani membuat Ray memandang sekilas Hani dan langsung melemparkan pandangan kearah lain,serasa muak melihat raut wajah Hani.
" Maksudnya apa, gw nggak ngerti? " Ucap Ray cuek
" Ray.. sejak Lila jadi pengantin pengganti, aku merasa tak tenang Ray.. " ucap Hani dengan menundukkan wajahnya.
" Jaga ucapan lo Han, lo sendiri yang mengakhiri kesepakatan keluarga dan ulah lo yang ke gatelan menunjukkan betapa Allah sayang sama gw,karena gw sadar,selama ini salah jalan laki-laki brengs*k yang dengan mudah tidur dengan wanita, tapi.. gw bukan laki-laki perusak anak orang dan kesalahan gw adalah mengambil keperawanan istri gw sendiri dengan tanpa sadar pengaruh obat sial*n ,dan Lila sudah maafin gw. Jadi, nggak perlu lo bersikap selayaknya korban disini, karena lo memang nggak pantes menjadi bagian keluarga Abraham, dan perlu lo tahu.. gw sangat mencintai Lila walaupun pada awalnya gw salah nilai dia, gw terlalu kecewa sama lo yang dengan teganya menjerumuskan saudara nya sendiri untuk kepentingan lo waktu itu. " terang Ray sangat geram dengan ucapan Hani seolah merasa menjadi korban
" Tapi, kamu ingat.. dia bukan keluarga Hartawan, dia orang asing yang di pungut oleh keluarga ku menjadi anak." ucap Hani dengan ucapan yang sinis.
" Cukup..!!! jika lo mau menghina Lila, atau merendahkannya lo salah, keluarga Abraham sudah tak perduli dengan istilah kasta, dan lo perlu tahu itu semua sumbernya adalah lo.. irang egois...!! "ucap Ray dan langsung meninggalkan Lila dengan perasaan marah.
Sementara Hani yang mendapatkan penolakan dan pandangan benci Ray mengepalkan tangannya menahan amarahnya.
Di lain sisi, saat Hani dan Ray bicara ada sepasang mata yang melihat interaksi ke duanya dengan mengeratkan giginya geram dengan apa yang dia dengar.
__ADS_1
Bersambung