
Pagi itu setelah mendengar kabar bahagia tentang kehamilan Lila, Ray sangat gembira.Melihat dan melewati saat Lila hamil adalah salah satu impiannya, saat hamil Deeba dia tak pernah tahu bagaimana proses yang di jalani Lila selama hamil, dia berfikir kalaupun orang hamil biasanya ada waktu yang disebut ngidam, Namun.. di proses itu dia tak pernah merasakannya.
Di meja makan Ray terlihat lebih suka tersenyum dan pembawaan yang bisa di bilang beda.
" Daddy kenapa, Dee lihat dari tadi liatin mommy trus senyum, aneh.. ." ucap Deeba dengan melihat perilaku sang Daddy terlihat berbeda hari ini.
" Hahaha... princes daddy bisa aja,Daddy ma JN tanya kalau Dee punya adik mau kan? " tanya Ray
" Mau dong, kan biar aku ada temennya.. aku kemarin lihat Michelle punya adik lucuuuu.. banget, trus kata mommy nya Michelle ..suruh minta sama Tuhan." ujar Deeba dengan menikamati sarapannya.
" Wahhh.. kakak memang baik, daddy sama mommy mau ngasih tahu Deeba kalau sekarang di perut mommy ada adik Deeba.." terang Ray dengan mengelus lembut rambut panjang putrinya
" Benaran mom, aku mau punya adik..Yeeeaaayy... alhamdulillah ya ..Allah,terima kasih Engkau mengabulkan doa ku.. Aamin.. " ucap Deeba dengan cepat memeluk sang mommy.
" Dee senang? " tanya Lila
" Tentu mom, adek.. jangan nakal yaa..dalam perut mommy,nanti kalau udah lahir.. kita jagain mommy yaaa.. " ucap Deeba dengan gemasnya mengelus dan mencium perut sang mommy yang masih rata.
__ADS_1
" Masih nak, terima kasih selama ini jadi anak yang baik, yang kuat, dan sekarang harus jadi kakak yang sayang sama adek yaa.. " ucap Lila memeluk erat tubuh putri kecilnya.
" Oke.. sekarang tugas daddy, anter princes sekolah trus mommy hari ini harus periksa dedek nya dan setelah itu daddy anter kerumah lagi dan baru daddy berangkat kerja,nanti jam empat sore.. jemput princes lagi." ucap Ray menjabarkan scedule nya yang padat.
" Mas nggak papa kalau harus pergi kantor siang? " tanya Lila
" Tenang sayang, aku masih bisa handle di mana pun aku berada." ujar Ray.
Akhirnya mereka melakukan apa yang di scedule kan Ray tadi pagi, setelah mengantar Deeba sekolah. Ray langsung menuju Rumah Sakit untuk memeriksa keadaan calon bayi mereka.
Setelah beberapa menit mereka menunggu,giliran mereka masuk kedalam ruang dokter praktek Obgyn.
Di hamil kali ini Lila tak merasakan mual seperti waktu Deeba, saat mengandung Dee ada tiga bulan awal mengalami morning sickness.
Setelah sekian lama dan banyak hal yang di tanyakan oleh Ray pada sang dokter akhirnya mereka keluar ruangan dokter Kandungan itu dan ingin melangkah ke bagian apotik.
" Laila...?" seseorang pria tua dengan menggunakan tongkat tak jauh berdiri di depan Lila dan Ray.
__ADS_1
" Maaf, anda salah orang.. istri saya namanya Dalila." ucap Ray.
" Om.. " tegur seseorang yang Lila dan Ray melihatnya tak asing.
" Jaslyn,Laila Jes... "ucap bapak tua itu.
" Maaf tante,ini ketiga kalinya saya bertemu tante kenapa awal melihat saya tante panggil saya Laila? siapa Laila? tanya Lila dengan wajah datarnya.
" Dia putri saya..yang sudah lama hilang kurang lebih tiga puluh tahun lalu.. " ucap bapak tua itu.
" Maaf, kami harus segera pergi.. jika kalian ingin memastikan sesuatu, datang ke alamat ini besok malam, karena besok malam keluarga kami dari Indonesia juga akan datang." ucap Ray dengan memberikan sebuah kartu nama.
" Baiklah nak, maaf kami sudah mengganggu kalian. " ucap Jaslyn merasa tak enak hati.
" Tidak masalah, kami paham..maaf kami permisi. " ucap Ray menggenggam erat tangan sang istri meninggalkan Jaslyn dan bapak tua itu.
Sementara kedua orang yang kini saling berpelukan memandang kepergian pasangan muda itu.
__ADS_1
Bersambung..