
Wahhhhh.... sebentar lagi, ada yang mau selesai ceritanya.. sejauh ini gimana, suka??
Bukan aku nggak mau kasih cerita yang panjang, namun.. ini sebenarnya awalnya cuma aku bikin 50bab.. dan ternyata sampe nambah lumayan panjang, Konflik yang mamang nggak terlalu berat, nggak ada pelakor cuma sekelumit dari rasa manusiawi yang namanya iri dan dengki, karena memang awalnya sih.. mau bahas Cinta antara Ray dan Lila yang terpisah.
Tapi, jangan khawatir othor sudah siapkan cerita baru yang bisa buat kalian Insyaallah juga suka, masih mengangkat cerita cinta,dan segala rintangannya.
Balik ke Cerita.
Lila dan Aruna akhirnya pulang, dalam mobil Lila seperti memikirkan tentang apa yang di ucapkan wanita paru baya itu tentang Laila.
Entah mengapa hatinya sedikit terusik dengan nama itu.
"Kamu kenapa La? " tanya Aruna yang melihat sahabatnya termenung.
" Nggak papa,cuma aku sedikit penasaran sama tante-tante tadi Naa.. " ucap Lila
" Kamu yang di bilang mirip Laila? " tanya Aruna memastikan.
" Iya.. entahlah." ucap Lila dengan menghempaskan punggungnya di jok mobil
" Tante tadi manggil kamu Laila kan.. nama ibu kamu? " tanya Aruna
" Astaghfirullahal'azhim.. aku kenapa nama ibu ku Nur Laila...biasa di panggil Nuri,bisa jadi panggilan Laila itu buat orang yang dekat dengn nya? " tebak Lila dengan mengingat ingat sesuatu.
" Sudahlah, jangan terlalu di pikirkan.. kita bahas nanti sama bang Ray gimana? " usul Aruna.
" Baiklah, dan aku juga akan coba tanya sama ayah juga bunda." ucap Lila.
" Sebaiknya gitu." Aruna setuju dengan ucapan Lila.
Sampai di rumah Lila langsung keluar dar JN mobil Aruna dan Aruna pun langsung tancap gas untuk kembali ke apartemennya.
Lila melangkah masuk dalam rumahnya di sambut oleh sang putri.
" Mommy... kok baru pulang? " tanya Deeba dengan memeluk pinggang sang mommy.
" Maafin mommy, tadi.. mommy cari buku dulu sama Nty Una..,sudah mandi belum nih anak mommy? " ucap Lila menciumi wajah putrinya.
" Sudah dong mom,aku kan sudah bisa sendiri." ucap Deeba dengan wajah menggemaskan nya.
__ADS_1
" Daddy mana? " tanya Lila dengan mengedarkan pandangannya.
" Ada di ruang kerja, kata daddy kita mau makan malam d Uhhh luar? " tanya Deeba dengan rasa penasaran
" Iyaaa...kan selama ini, kita jarang pergi keluar.. biar Deeba nggak bosen juga disini." ujar Lila
" Deeba oke aja mom, selama ada mommy sama daddy sama Deeba. Aku nggak mau di ejek kayak dulu mom, sekarang aku sudah punya daddy." ungkap Deeba ,mengingat masa di mana dia selalu diejek oleh temannya tak punya ayah,saking sedihnya dia sampai tidak mau sekolah dan Riko yang harus membujuknya.
" Maafin mommy ya nak, karena mom marah sama daddy..kamu jadi di ejek. " ucap Lila dengan rasa menyesal dan sedih.
" Mommy nggak boleh sedih lagi.. sekarang daddy sama kita, trus.. kita akan terus sama-sama." kata Deeba dengan memeluk sang mommy.
" Owwwhhh.. so sweet, anak mommy.. hiks hiks.. " Lila yang mendengar perkataan sang putri pun tak kuasa menahan air matanya.
" Lho... kenapa mommy nangis nak?" tanya Ray yang baru keluar dari ruang kerjanya.
" Dee nggak tau dad, mommy tiba-tiba nangis saat Dee ingat dulu Dee diejek temen-temen karena nggak punya daddy." ucap Deeba.
Ray yang mendengar penuturan sang putri terdiam membisu ,tak bisa berkata apa-apa .Ray hanya bisa memeluk kedua orang yang sangat dia sayangi.
" Maafin daddy ,mom, sayang.. karena daddy dulu nakal jadi buat mommy marah sama daddy." ucap Ray dengan memeluk dan menciumi kedua perempuan yang berbeda generasi itu.
" Udah.. jangan sedih lagi, sekarang kita siap-siap buat pergi makan malam yah.. " ucap Ray dan Lila pun mengangguk lalu melangkah masuk dalam kamarnya di susul Ray setelah mengintrusikan sesuatu ke sang putri.
.
.
Saat Lila keluar dari kamar mandi dan ber ganti pakaian, Ray melihat ada sesuatu yang Lila pikirkan.
" Sayang.. kamu kenapa? " tanya Ray berdiri di belakang Lila yang sedang memakai hijab nya.
" Nggak papa, aku cuma kepikiran sesuatu.. tapi,aku bingung mau cerita dari mana sama kamu." ungkap Lila.
" Sekarang tarik nafas dalam-dalam ,hembuskan perlahan.. ulangi sampai kamu benar-benar tenang. " ucap Ray.
Benar saja Lila pun melakukan apa yang Ray katakan.
" Emm.. gini mas, tadi aku dan Aruna pergi ke toko buku di salah satu mall dan disana aku ketemu perempuan seumurana sama mama, dia panggil aku Laila, dan dia pun nanya apa hubungan aku sama Laila.Trus ,yang buat aku kepikiran.. nama ibu kandung ku itu Nur Laia biasa di panggil Nuri. Apa dia ada hubungannya sama masa lalu keluarga kandungku, selama ini ayah sama bunda tak pernah cerita apapun tentang kedua orangtua kandungku mas." terang Lila dengan mencoba mengjngat sesuatu sebelum kecelakaan itu terjadi.
__ADS_1
" Sudahlah, nanti aku bantu dan kita juga harus menanyakannya sama ayah Danu, kamu nggak papa kan kalau seandainya kita berhubungan dengan keluarga Hani, karena aku takut kamu masih ada marah dengan kejadian waktu itu." ucap Ray dengan mengusap bahu Lila.
" Aku tahu Hani mas, walaupun aku kecewa padanya tapi.. aku masih berharap rumah tangganya baik-baik saja,aku dengar dari kak Nadia Galang masih terus berusaha memperbaiki hubungan mereka." Ungkap Lila.
" Syukurlah, aku juga nggak mau berbuat yang bisa membuat kamu sedih, karena aku tahu kamu sayang banget sama Hani. Aku tahu kamu nggak akan tega liat dia menderita kan? " tebak Ray.
" Iya.. aku sayang banget ke dia mas." jawab Lila.
Setelah Ray menenangkan hati Lila ,akhirnya mereka keluar untuk berburu kuliner malam di Jerman.
Keluarga kecil itu pun sampai di sebuah restaurant steek yang mewah, Ray kali ini. memilih tempat mereka makan malam, mau tak tak mau Lila mengiyakan keputusan suaminya.
Mereka duduk di sebuah meja dan Ray mulai memilih pesanan makan malam mereka.
Deeba terlihat senang karena memang, tempat itu sangat indah dan terkesan berkelas.
Tak butuh waktu lama, makanan pesanan mereka pun jadi dan dengan senyuman lebarnya Deeba sangat bersemangat untuk menyantap makanan yang ada di hadapannya.
Satu jam mereka menikmati makan malam mereka dengan suka cita, berbincang, bercanda dengan bahagia.
Saat mereka akan pulang ke rumah, tiba-tiba seseorang menghampiri keluarga kecil itu.
" Selamat malam, haiii... kita ketemu lagi nak." sapa wanita paru baya yang sempat bertemu. dengan Lila di Mall.
" Anda, maaf apa anda mengenal saya? " ujar Lila dengan menggenggam erat tangan suaminya.
" Maaf, saya belum memperkenalkan diri.. saya Jaslyn..panggil aunty Lyn saja,kalau kamu? " tanya Wanita bernama Jaslyn.
" Maksud anda apa yah..memanggil istri saya dengan sebutan Laila? siapa Laila? karena,kami tidak kenal dengan nama yang anda maksud." ujar Ray dengan menarik tubuh Lila ke belakah tubuhnya.
"Maaf, jika saya sudah lancang dan mungkin perkataan saya sangat mengganggu istri kamu. .cuma saya ingin memastikan sesuatu." ujar Jaslyn
" Yah.. anda sangat mengganggu ketenangan istri saya, maaf kami permisi." ucap Ray dengan dingin.
Ray pergi membawa Lila dan Deeba tanpa ingin tahu apa tujuan wanita bernama Jaslyn itu.
Jaslyn yang sempat mengabadikan gambar Lila bersama keluarga kecilnya sesaat sebelum dia menyapa Lila dan keluarganya ,dia hanya bisa menghela nafas panjang, terasa sesak dalam hatinya masih terasa. Teringat masa lalu yang membuatnya sedih.
Bersambung
__ADS_1