Istri Rahasia Sang Cassanova

Istri Rahasia Sang Cassanova
# Hasil Kecebong


__ADS_3

" Masih mikirin wanita itu? " tanya Ray saat mereka sudah berada di kamar.


" Nggak tahu mas, rasanya ada sesuatu yang tidak aku tahu soal kedua orang tua kandungku." ungkap. Lila


" Tenanglah, kita akan tahu jawabannya sebentar lagi." ujar Ray


" Hahh.. maksudnya?" tanya Ray.


" Mike akan bawa ayah juga bunda kesini, dan kita akan tahu cerita tentang masa lalu kedua orang tuamu dari ayah, aku mendengar dari Mike informasi keluarga kamu di tutup oleh Ayah dan hanya dia yang akan membuka nya langsung pada kita." jelas Ray membelai lembut rambut Lila.


" Aku takut mas, aku takut.. sesuatu yang terjadi pada kedua orangtua ku karena masa lalu mereka. " ucap Lila menenggelamkan wajahnya di dada Ray.


" Jangan khawatir ,kamu nggak sendiri.. ada aku yang akan melindungimu, cukup percaya seperti biasa.. tangan Allah akan bekerja dengan cara nya." ucap Ray mencoba menenangkan Lila.


" Semoga saja,semua akan baik-baik saja." harap Lila mengeratkan pelukannya.


" Sekarang kamu istirahat, wajah kamu kelihatan pucat soalnya." ucap Ray dengan mengusap punggung Lila dengan lembut dan memeluk tubuh wanita yang sangat di cintainya itu.


.


.


.


Dua bulan berlalu, Lila berangsur melupakan apa yang terjadi waktu itu. Kuliahnya pun di jalaninya dengan lancar, namun.. memang kondisi tubuhnya cepat sekali terasa lelah.


" Rin.. are you oke? " tanya Aruna saat melihat Arini yang terlihat letih.


" Aku baik-baik saja, cuma belakangan aku ngerasa cepet lelah..mungkin karena kegiatan Deeba belakangan ini cukup menguras enegi ku, mas Ray juga sedang sibuk-sibuknya sama proyek barunya." terang Lila.


"Katanya keluarga kamu akan kesini? " tanya Aruna.


" Hemm..kemungkinan mereka dateng, sebentar lagi musim liburan juga kan." ujar Lila


" La.. aku perhatiin, badan kamu agak berisi deh." ungkap Aruna.


" Masa sih, emang belakangan napsu makan ku gil* banget, sampe mas Ray aja geleng-geleng liatnya." ujar Lila.


" Trus datang bulan lancar? " tanya Aruna


" Hahh.. Astaghfirullahal'azhim,Na..aku baru inget dua bulan ini aku nggak datang bulan,tapi..


" Kenapa La? " tanya Aruna


"Ahh.. nanti saja aku tanya mas Ray. " ucap Lila.


.

__ADS_1


.


Saat malam Ray duduk di balkon kamarnya dengan ponsel di tangannya dan juga sesekali menghisap rok*knya.


" Mas.. tumben,kamu kok ngero*ok gitu? ada masalah?" tanya Lila mendudukkan bokongnya di kursi seberang Ray.


" Nggak ada masalah, cuma pengen aja.. kenapa belum tidur.. udah malam lho. " ucap Ray dengan melihat pergelangan tangannya.


" Kamu aja belum tidur, trus.. ada yang aku mau omongin sama kamu juga." ucap Lila mula Ihh memasang wajah serius.


" Ada apa, ada masalah di kampus atau..


" Bukan, ini masalah kamu.. cuma aku harap kamu jangan tersinggung, jangan marah." ucap Lila membuat Ray menyipitkan matanya .


" Ngomong aja, jujur aku bingung kalau kamu sudah mulai berteka teki gini." ucap Ray.


" Mas.. emm...aduh gimana yah cara ngomongnya sama kamu, aku takut.." ucap Lila dengan menggaruk kepalanya yang tak gatal.


" Ngomong aja sih, mau apa.. mau bikin adik buat Deeba? ayo..!!" ujar Ray dengan sikap absurdnya.


" Ihhh... bukan, tapi.. emang ada hubungan nya sih.. mas, kan pernah bilang kalau kamu melakukan Vaksetomi, trus.. sekarang apa kamu sudah melakukan tindakan..


" Hahahaha... oke, oke.. sekarang mas tahu. kemana arah kamu mau bicarakan, begini sayang... kamu ingat, saat kita baru sampai Jeeman dan dua hari aku pergi, itu aku menjalani untuk melepaskan dan aku sekarang mau saja kalau kamu mau buat adik untuk Deeba.. " ujar Ray dengan senyuman smirknya


" Masalahnya itu.. aku baru sadar kalau aku belum datang bulan selama dua bulan, trus kamu perhatiin nggak sih.. badan aku tambah gendut..? " tanya Lila dengan mengerucutkan bibirnya.


" Nggak tau mas, kan belum cek.. aku aja baru sadar aku telat waktu Aruna bilang."


" Gimana kalau kita besok periksa kedokter?" usul Ray dengan perasaan bahagia.


" Aku test sendiri dulu aja lah mas, nanti setelah aku cek baru kita kedokter."usul Lila


" Baiklah, apapun yang terbaik untuk kamu sayang... sudah kita tidur udah malam juga kan, semoga saja disini sudah ada jagoan yang.. " ucap Ray dengan mengelus perut rata Lila.


" Aamin.. " ucap Lila mengaminkan perkataan Ray.


Akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat.


.


.


.


Pagi hari, Lila dengan membawa sesuatu ke kamar mandinya dan membersihkan dirinya, Lila dengan tangan gemetar melihat benda yang ada di tangannya.


__ADS_1


" Alhamdulillah, Ya Allah.. " gumam Lila saat melihat hasil yang ada di dapat.


Lila dengan rasa bahagia nya membangunkan Ray.


" Mas.. mas...bangun yuk!! ucap Lila dengan membelai lembut wajah suaminya.


" Ee.. emmm.. sayang, kamu udah bangun.. " ucap Ray dengan wajah yang masih terlihat mengantuk.


" Sekarang kamu bangun, aku ada sesuatu yang ingin aku katakan." bisik Lila dengan lembut.


" Oke.. kamu udah sholat? " tanya Ray.


" Belum, aku nunggu kamu.. kita sholat jamaa ya..? "


Ray pun mengangguk dan mengecup lembit pucuk kepala istrinya.


Ray dengan gontai melangkah ke dalam kamar mandi dan membersihkan dan mengambil air wudhu.


Akhinya mereka sholat berjamaah, setela G'V selesai Lila menarik Ray duduk di sofa.


" Ada apa sih yang.. kamu same narik-narik aku gitu. " ucap Ray yang sedang melipat kain sarungnya.


" Nih.. aku tadi cek dan ini hasilnya. " ucap Lila menyerahkan benda yang ada di tangannya.


" Ini apa? tanya Ray bingung karena memang tak tau apa itu test pack


" Astaga.. kamu nggak tau itu apa?" tanya Lila dan Ray dengan cepat menggeleng gelengkan kepalanya, dan Lila hanya bisa menupuk jidatnya dengan sifat Ray yang dulunya pernah mendapat julukan Casaanova.


" Mas.. dulu siapa yang berani ngasih kamu julukan Casaanova sih, test pack aja nggak tahu? " ucap Lila dengan kesal.


" Mike yang ngasih julukan itu.. trus test pack.. ini test pack, alat test kehamilan kan.., trus ini ada garis merah apaan artinya?" tanya Ray dengan membolak balikkan test pack itu.


" Ini ada tulisan, pregnant dan artinya.. ?" ucap Lila menunjuk ke sebuah tulisan dialat itu.


" Pregnant artinya hamil dong.. kamu hamil yang..?? Hahh... serius?? kamu hamil anak aku?? kecebong ku itu..?? ucap Ray dengan wajah bahagianya.


" Iyalah.. kecebong kamu, kecebong siapa lagi?? " ucap Lila dengan rasa kesal pada suaminya yang mendadak jadi orang bod*h .


" Alhamdulillah.. La, aku.. berhasil bikin kamu hamidun La.. aku bisa lihat kamu hamil La.. hiks hiks.. " ucap Ray dengan tangis yang tiba-tiba pecah.


" Masss.. kok nangis, aku salah yaa? ucap Lila memeluk suaminya.


" Aku nggak percaya La, Allah sayang banget sama aku.. karena aku bisa rasain dan bisa lihat kamu hamil, aku jadi inget waktu kamu hamil Deeba.. waktu itu kalau kamu mau bilang ke aku pasti aku sangat senang lebih dari ini Laaa... I Love you sayang...aku mencintai kamu sangat sangat mencintai kamu.. " ucap Ray dengan tangis haru.


Pernyataan cinta Ray yang begitu menyentuh hati Lila dan membuat Lila ikut dalam haru biru suaminya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2