Istri Rahasia Sang Cassanova

Istri Rahasia Sang Cassanova
# Tentang Masa Lalu


__ADS_3

" Sudah jangan di pikirin, kita baru mendengar sisi kecil tentang masa lalu Ayah kandung kamu." ujar Ray saat mereka ada di kamar.


" Aku harus berbuat apa sama mereka mas, aku nggak tahu perasaan ayah sama ibu sampai terakhir mereka terlibat kecelakaan itu." ungkap Lila dengan sedikit mengingat kejadian kecelakaan waktu dia kecil.


Empat tahun usia Lila saat kejadian kecelakaan itu terjadi,masih terlalu kecil untuk tahu apa yang terjadi.


Setahu dia saat jasad kedua orang tuanya di kebumikan,dia di bawa keluarga Danu.


Dia di perlakukan sama oleh Danu dengan para putrinya, namun.. terlihat Nadia yang memang sudah berusia 7th mengerti kehadiran Lila sebagai adiknya. Dia menyayangi Lila sama seperti Hani, namun.. memang Lila kecil yang punya pribadi ceria cepat mendapatkan lasih sayang lebih dari sekitarnya.


Kakek Hartawan pun sangat menyayangi Lila walaupun fakta Lila cucu sahabatnya tak pernah dia tau sampai tutup usia.


.


.


.


Malam pun mulai datang, rasa resah kini melanda hati Lila.


" Lila... sini dekat kakek." ucap Kakek Azman


" Kakek tahu kamu bingung dengan semua yang terjadi, kakek pun nggak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada keluarga ayahmu.Tapi, kami tetap keluargamu dan sampai kapanpun darah Cicit ku sama dengan darah kami keturunan Abraham dan juga Wirata." terang Kakek Azman.


" Semoga ayah sama ibu tenang kek, Lila dari dulu memang sangat menutup tentang asal usul ayah sama ibu, hanya mereka dalam ingatan Lila dari dulu, nggak ada yang lain." ucap Lila dengan duduk di samping Kakek Azman.


.


.


Jam makan malam hampir tiba dan terdegar deru mesin mobil berhenti di depan rumah Ray.


Tak lama sosok Jaslyn dan juga seorang pria tua dengan tongkatnya turun dari sebuah mobil mewah yang baru terparkir.

__ADS_1


" Selamat malam, selamat datang di kediaman kami." ucap Ray menyambut kedatangan Jaslyn dan juga di pastikan laki-laki tua samping Jaslyn adalah tuan Wirata.


" Terima kasih nak Ray, atas penyambutanya.. kami merasa tersanjung." ucap Kakek itu.


" Silahkan masuk, istri saya serta keluarga besar kami sudah menunggu di ruang makan." ucap Ray mengarahkan mereka ke ruang makan.


Semua anggota keluarga menyambut mereka dengan seramah mungkin. Lila hanya diam di samping kakek Azman yang duduk di kursi roda.


Saat kakek itu mengedarkan pandangannya mencari sosok Lila matanya terlihat terkejut kala melihat ke arah Lila dan Kakek Azman.


" A... Azman?!" seru kakek itu


" Iya.. Wirata, ini aku Azman Abraham." ucap Kakek Azman dengan tenang melihat sosok sahabat lamanya.


" Kamu..


" Maaf kek, silahkan duduk dulu kek,tante .. kita makan malam dulu, sengaja kita makan malam dulu.. setelah itu kita bisa berbincang." ucap Lila memotong perkataan kakek Wirata.


Ray duduk disamping Lila dan menggenggam erat tangan sang istri mengisyaratkan akan selalu ada untuknya.


Semua makan dengan tenang, walau kadang celotehan tiga gadis kecil mereka memecah kesunyian mengekspresikan perasaan mereka yang begitu bahagia bisa berkumpul dengan keluarga yang lengkap.


Setelah selesai makan malam, para gadis kecil di bawa Dini dan Mike bermain di lantai dua tepatnya di ruang bermain milik Deeba yang sengaja di buat oleh Ray untuk putrinya.


Diruang tengah kini terdapat tiga keluarga yang tak lain saat jamannya adalah sahabat.


Kakek Azman duduk diapit Lila juga Ray .Wajah Lila terlihat datar dan terkesan dingin.Ekspresi itu jarang sekali Lila tunjukkan.


" Wira, aku tak perlu basa basi dengan mu aku tahu kamu tak suka itu, sekarang apa tujuan kamu datang ke rumah cucuku? Ada maksud apa kamu ?" tanya Kakek Azman tanpa basa basi dengan wajah tegas seperti biasa.


" Azman, dua hari lalu aku bertemu dengan perempuan bernama Dalila, dan aku melihat kemiripan dia dengan Laila menantuku istri dari Putra anakku,dan saat ini aku ingin menanyakan siapa dia sebenarnya." ucap Kakek Wira.


" Hahhh... kamu mengakui Laila itu menantu, sejak kapan? bukannya kamu dulu sangat menentang keinginan Putra untuk menjadikan Laila istrinya." ucap Azman dengan senyuman mengejek.

__ADS_1


" Iyaa.. ku akui aku salah Az, aku salah menilai Laila.Aku kira Laila itu gadis yang hanya ingin harta kami saja,namun..aku salah.Aku sadar, saat kepergian Putra sampai hilang tiada jejak, dia tak membawa sepeserpun harta keluarga Wira. " ucap Kakek Wira dengan wajah tampak sedih.


" Kenapa Om dengan seenaknya menganggap Laila itu wanita seperti itu, kami memang di besarkan di panti asuhan.Kami miskin, tapi kami tak serakah seperti anda..!!" ucap Bunda Maya yang terpancing kata-kata Kakek Wira.


" Bunda...


" Biar yah.., bunda nggak rela sahabat bunda yang baik bahkan terlalu baik di jelekkan namanya oleh orang serakah macam dia..!! " ucao Bunda Maya dengan mata yang sudah meneteskan air mata.


" Jeng Maya.. sabar, kita duduk.. dan tenang yah..kasihan Lila." ucap Mama Jasmine menenangkan sang besan.


Bunda Maya melihat sekilas ke arah Lila yang masih menampakkan aura dingin.


" Maaf Wira atas kelakuan Maya, dia hanya membela nama baik sahabatnya, Maya adalah menantu dari Hartawan.. dan maaf Hartawan sudah mendahului kita untuk menjemput takdirnya." ucap kakek Azman menatap Wira dengan datar.


" Jadi ,Hartawan... sudah meninggal? " tanya Kakek Wira terkejut dengan kabar sang sahabat sudah tiada. "Semenjak Putra pergi dan bisnis ku di Jerman ini terbengkalai akhirnya aku pindah kesini bersama istriku sampai dia menutup mata, rasa sesalku sampai saat ini masih menghatuiku Az, aku salah.. sudah memaksakan kehendakku untuk Putra menikah dengan Jaslyn, padahal antara Jaslyn dan Putra pun saling menolak." ucap Kakek Wira penuh penyesalan.


" Jadi, apa yang kamu inginkan datang ke mari. Ingin tahu siapa Lila sebenarnya? " tanya Kakek Azman menatap tajam sang sahabat


Kakek Wira menatap kearah Lila dan beralih ke kakek Azman dan mengangguk.


" Baiklah, dia Dalila Sena Garwita adalah cucu menantuku, cucu menantu keluarga Abraham. Kamu paham kan, dari dulu Hartawan menginginkan perjodohan antara cucu kami?" ucap Kakek Azman.


" Iya.. aku tahu, padahal aku ingin kita bertiga menjadi satu keluarga besar Wirata, Abraham juga Hartawan, namun.. keegoisan ku menolak kehadiran Laila membawa ku dalam kehancuran. Penyesalan terdalamku Azman.Sampai sekarang pun,aku masih mencari keberadaannya namun, belum ada kabar apapun." terang kakek Wirata dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


" Maaf Om Wira, saya Malik putra papa Azman ayah Ray suami Lila, saya hanya ingin bertanya jika saat ini Om tahu kebenaran soal anak dan menantu Om apa yang akan Om lakukan? " tanya Papa Malik dengan ekspresi sulit di tebak.


" Ayahhhhh... hiks hiks... " Pekik Lila dengan tiba-tiba membuat semua yang disana terkejut melihat Lila yang sudah menangis dan tak sadarkan diri.


" Lila..!! " teriak semuanya melihat Lila dengan rasa Khawatir.


Ray dengan sigap menghampiri sang istri, beruntung mereka sedang duduk jika tidak mungkin Lila sudah bisa dipastikan jatuh.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2