
Setelah selesai sarapan, semua anggota keluarga berkumpul di gazebo belakang mansion Abraham.
Kebetulah hari ini masih hari libur. dan mereka manfaatkan untuk berkumpul ,apalagi mereka berpisah lama dan baru bertemu kembali.
" Apa rencana kamu ke depan Ray? " tanya papa Malik saat mereka menikmati kebersamaan mereka.
Kakek, Ray dan Papa Malik berbincang santai dan di gazebo ,Mama Jasmine dan juga Lila sibuk menanam beberapa bunga dan pohon buah sementara Dini menemani Deeba bermain mencari capung dan juga kupu-kupu.
" Ray ingin bawa Lila dan juga Deeba ke Jerman untuk beberapa tahun." jawab Ray dengan menatap kedua orang yang sangat dia sayangi.
" Ke Jerman, kamu tega dengan kita.. anak istri mu baru juga kumpul sama kita.Emang kamu tega sama anak istrimu jauh dari keluarga?" ucap Kakek Abraham kurang setuju dengan rencana Ray yang akanmembawa keluarga kecilnya ke luar negri.
" Kek, usaha Ray disana harus lebih serius aku tangani dan perlu aku yang turun langsung. Sekalian disana, Lila akan meneruskan pendidikannya,dia bisa jadi Dokter. Percuma kakek sama Papa beli Rumah Sakit dan kita cuma bisanya cuma ngurus management nya aja." terang Ray.
__ADS_1
" Memang di negara kita ini udah nggak ada kampus buat Lila kuliah sampai kamu jauh-jauh bawa anak istri kamu kesana? " protes kakek Abraham.
" Nggak juga kek, Ray hanya ingin hidup bersama dua orang yang Ray cintai tanpa ada gangguan dari orang yang tak suka dengan kehidupan kami berdua, dan aku ingin Lila sepenuhnya mengurusi aku dan Deeba sepenuhnya." terang Ray.
" Kakek makin nggak ngerti apa yang kamu inginkan, sampe kamu memisahkan begitu jauh cicit kakek dari semua keluarga."
" Kalau Dini seruju sama rencana abang yang bawa kak Lila juga Deeba ke Jerman, biar mereka tahu dan bisa lebih menyesuaikan diri dengan kehidupan bang Ray, baik di Indonesia dan juga di luar negri." ungkap Dini yang tiba-tiba nimbrung omongan para pria.
" Ini mengenai Hani, anak dari ayah Danu." ucap Ray akhirnya.
"Abang udah tahu belang dia, bagus deh.. mendingan cepet-cepat abang bawa kak Lila pergi yang ada kalau kelamaan disini, dia kena hasut akal busuk Hani. jadi,menurut aku lebih cepat lebih baik." ungkap Dini.
" Maksud nya apa,ini ada hubungannya sama Hani? " tanya Kakek Abraham
__ADS_1
" Menantu nggak jadi keluarga Abraham itu, mengusik kedamaian rumah tangga kak Lila dan bang Ray, dan aku nggak yakin Hani akan begitu saja membuat seolah-olah rela dengan semua yang terjadi selama ini. Dan kehadiran kak Lila di hidup Bang Ray saat ini mengusik rencananya." ungkap Dini
" Kamu tahu apa soal Hani? " tanya Ray penuh selidik.
" Saat itu aku nggak sengaja mendengar Hani yang daat telpon dari Galang suaminya. Galang minta Hani berhenti berharap untuk abang kembali menjadi calon suaminya, menurut Hani statusnya jika bercerai dengan suaminya dan akan membujuk kakek untuk meneruskan atas dasar wasiat dari kakek Hartawan tentang pernikahan dua keluarga itu. Pasti kakek akan setuju.. karena sejatinya yang harus menikah keturunan Hartawan dan juga Abraham .Sementara kita tahu Kak Lila hanya anak angkat dan tak ada sangkut pautnya dengan perjodohan itu." jelas Dini pada abang, papa dan juga kakeknya.
Kakek Abraham yang medengar penuturan cucy perempuannya merasa geram dengan cara pikir Hani yang sempit.
Seenaknya dulu membatalkan pernikahan dan sekarang mau menuntut apa...??
Nggak akan pernah kakek Abraham torerir, jika ada orang yang berani mengusik ketenangan keluarga besar Abraham .
Bersambung
__ADS_1