Istri Rahasia Sang Cassanova

Istri Rahasia Sang Cassanova
# Mau Minta atau Nyolong


__ADS_3

" Ma_maksud kamu apa Din? " tanya Mike sedikit gugup.


" Kakak tuh,, emang nggak peka apa gimana sih? " tanya Dini dengan rasa kesal


" Nggak peka,, aku nggak peka gimana.. kalau aku nggak peka, aku nggak akan kayak gini Din, aku sadar diri aku aku cuma orang biasa, dan juga bukan anak sultan juga.Kalaupun aku cinta sama kamu juga percuma, karena aku tahu kamu sudah ada orang yang kamu cintai kan? " ujar Mike


" Kalau kamu cinta kenapa nggak mau ngomong,aku nggak punya pacar kok.. emang sih.. banyak yang suka,, tapi.. aku hati ku udah mati dari dulu. Hati aku sudah di kunci,kakak emang nggak bisa lihat betapa berartinya kamu buat aku, soal kamu yang hanya asistennya bang Ray itu pun nggak jadi masalah buat aku bahkan buat keluarga aku." terang Dini dengan pandangab intens pada Mike.


" Jadi.. kamu juga cinta sama aku Din? " tanya Mike tak percaya


" Menurut kakak, aku nggak pacaran dari dulu emang apa alasannya, karena kakak lah.. dulu waktu SMP aku pernah bilang pengen punya suami kayak kakak, tapi.. kata kakak tunggu aku dewasa. Trus, sekarang sudah 22th hampir 23th dan hampir lulus kuliah, kakak nggak peka sama perasaan aku.. astaga kak, aku nyesel nggak nembak kakak dari dulu. Kenapa ka....


" Aissttt.. bocah,jangan keras-keras ngomongnya bisa kan?" kata Mike dengan membungkam mulut Dini yang terus mengoceh tiada henti.


Dini menatap tajam kearah Mike yang masih membungkam mulutnya. Mike yang melihat reaksi Dini pun dengan cepat melepas tangannya dari mulut Dini yang masih terbungkam.


" Sorry..?! " ucap Mike lembut.


" Jadi, gimana? " tanya Dini


" Hahh.. apanya gimana?"ucap Mike pura-pura tak tak tau arah pembicaraan Dini.


" Ihhhh... kak Mike tuh..


" Iya,iya..aku cinta sama kamu Din." ucap Mike akhirnya.


" Jadi nembak nih ceritanya? " goda Dini dengan senyuman jahilnya.


" Mau nggak jadi calon istri kakak? " tanya Mike kemudian.


" Hahh.. ma_maulah,,siapa yang nolak kalau jadi Istri pria tampan dan juga lucu kaya kak Mike." ucap Dini malu-malu.


" Jiah... belagak malu-malu.. biasanya aja malu-maluin.." ejek Mike.


" Kakakkkkk... ?!!!" pekik Dini dengan suara manjanya.


" Astaga Din... please jangan panggil aku pake suara itu... " protes Mike


" Kenapa?? tanya Dini bingung


" Jadi pengen cepet-cepat nikahin kamu.. " gombal si Mike


" Hahahaha..bisa juga kak Mike gombalin aku." ucap Dini dengan tawa nya yang renyah.

__ADS_1


Mereka pun berdua tertawa bersama dan Mike memeluk tubuh Dini.


" Ehem... permisi maaf mengganggu, Lila nya ada? " tiba-tiba suasana yang tadinya seakan dunia milik berdua yang lain ngontrak, buyar begitu saja mendengar suara seseorang.


" Ehhh.. kamu orang Indonesia juga? " tanya Dini melihat perempuan cantik berambut pirang dengan kulit yang putih bersih.


" Iya, orang Indonesia asli Manado.. Lila nya ada nggak yah, soalnya ada yang ingin saya sampaikan." ucap gadis cantik itu.


" Temen kuliah non Lila?" tebak Mike


" Iya, maaf.. bisa sampaikan kalau Aruna datang? " tanya Aruna orang yang datang itu adalah Aruna.


" Oh.. yuk,, aku antar..aku Dini adik ipar Kak Lila." ucap Dini dengan mengenalkan diri pada teman sang kakak.


" Aku Una, biasa Lila panggil itu.. kamu adik Bang Ray dong, wah.. pasti kalian semua dateng kesini buat liburan yaa? "tebak Aruna


" Iya, kak Lila cerita sama kamu? " tanya Dini yang terlihat mereka begitu cepat akrab.


" Lila sudah kayak saudara dan juga aku sudah kayak baby sitter buat dia, yah... tugas dari bang Ray juga sih." ungkap Aruna


" Jadi ceritanya Bodyguard kak Lila, dasar tuh bang Ray posesif." ucap Dini.


" Biasalah.. mereka kan ..penganut Organisasi Bucin maksimal.. hehehe.. " ucap Aruna


" Hahahaha... bener-bener, ternyata bukan aku doang yang bilang mereka bucin." ucap Dini mengingat kebucinan suami istri itu.


" Kak Lila, ada temennya nih.. " ucap Dini saat sudah dekat dengan mereka.


Mendengar teriakan Dini alhasil semua mata tertuju pada dua gadis yang sedang berjalan mendekati mereka.


" Aruna..!!" seru Gery


" Unaaa...!!" teriak Lila.


" Bocil... sini..!! " panggil Ray melambaikan tangannya pada dua gadis itu.


" Lho.. kamu kok disini? "tanya Aruna saat melihat kekasihnya ada di kediaman Lila.


" Kenapa emang.. masalah? " bukan Gery yang menjawab tapi Lila yang berucap. " Sini lo.. !!" perintah Lila.


" Hehehe.. La, aku kesini mau anter ini... " ucap Una dengan nyengir nggajelas sambil melihat sekilas sekitarnya.


"Tumben kesini nggak ngabarin? " celetuk Ray

__ADS_1


" Gimana ngabarin,ponsel bang Ray kemana aja.. sama Lila juga, sampe tangan ku keriting hibungin kalian." ucap Una dengan mode merajuk.


" Astaga.. yang,,liat sahabat kamu bocil dia ngambek.. " ledek Ray


" Udah jangan ngambek, kan ketemu pacar disini. "bisik Lila melirik sekilas Gery yang sedari tadi menatap Una dengan penuh cinta


" Kamu tau dari mana? " bisik Una pada sahabatnya.


" Dia yang bilang,,udah nggak usah ngambek..mau direstui nggak sama camer,, aku bisa bantu lho.. " goda Lila


" Kamu tuh, semenjak hamil nyebelin tau nggak sih? " ucap Aruna


" Kamu liat aja bibit siapa, tuh bapaknya kan biang Orang paling mgeselin.. " ucap Lila dengan melirik sang suami.


Aruna yang mendengar penuturan sahabatnya sebisa mungkin menahan tawanya, kalau tidak dia kena masalah besar.


Suasana kian ramai di rumah Ray dan Lila, semua orang bahagia karena sudah menemukan kebahagiaan nya masing-masing.


" Sayang, kayaknya aku pengen makan rujak tapi, yang bikin sambel Kakek Wira sama Kakek Azman." bisik Lila.


" Hahh.. ru_jak ,rujak apa yang..trus kenapa harus kakek sih.. aku bisa kok ngulek, itu keahlian ku." ucap Ray dengan wajah musem nya.


" Kamu yaa.. Musem mulu otaknya!! umpat Lila. " Kamu ada tugas lain dong..kan mangga muda nya nggak ada, di tetangga kita orang samping rumahnya aku lihat ada pohon mangga, jarang-jarang di Jerman ada pohon mangga gimana kamu petikin,,oke? " ucap Lila dengan memberikan kedipan genitnya


" Astaga sayang... bisa nggak kalau nyuruh itu,aku suruh beli nggak usah minta-minta." ucap Ray dengan muka kesal


" Kok kamu gitu, ini anak kamu yang minta yah.. baru aja minta Mangga.. kenapa sih,, emang kalau minta turun derajat kamu.. " Omel Lila


Jelas banget omelan Lila terdengar oleh semuanya sampai mama Jasmine dan bunda Maya mendekati suami istri itu.


" Lila, Ray ini kenapa ..kok kamu marah-marah sama Ray..? " tanya Bunda Maya mengusap lengan Lila memberikan ketenangan.


" Ini.. menantu bunda, anak Mama Jasmine.. masa aku minta mangga muda aja nggak diturutin.. kan yang minta anaknya." ucap Lila kesal.


" Ray.. bisa kan turutin,, ini juga kan ulah kamu.. Lila bisa hamil lagi.. " ucap mama Jasmine.


" Bukan nggak mau nurutin mama, bunda, tapi.. Lila maunya minta masak.. buat anak aku, dia nyuruh suaminya minta -minta." adu Ray


Semua orang yang mendengar penuturan Ray mengeleng gelengkan kepala mereka, memang Ray tetaplah Ray yang punya gengsi tinggi.


" Oke,, aku nggak nyuruh kamu minta lagi.Tapi..gimana kamu nyuri aja tuh ..mangga ,gimana lebih ekstrim kan tantangannya?? " ucap Lila dengan senyum devilnya.


" Hahh... lebih parah lagi itu yanggg... ya ampun tuh anak nggak bisa kali yaa.. manfaatin duit bapaknya.. " oceh Ray dengan otak yang sudah cukup frustrasi.

__ADS_1


Lain dengan Ray yang mulai stress dengan kemauan istri ngidamnya, lain dengan mereka yang mendengar penuturan Lila ,tentu saja membuat mereka tertawa terbahak-bahak dengan ke isengan calon anak kedua Ray.


Si Sultan Tajir VS Si Irit


__ADS_2