
Akhirnya Ray memilih untuk meminta mangga dengan baik-baik, untung sesama orang Indonesia jadi..paham akan istilah ngidam.
Tak sampai disitu keisengan anak Ray dalam perut Lila, Ray harus manjat pohon yang lumayan tinggi dengan setelan jas kerjanya, malang nasib si bapak di kerjain si anak yang belum bisa ngomong apapun, tapi.. maunya macem-macem..naik kepohon yang lumayan tinggi sudah jadi tantangan berat ditambah gigitan semut yang menyiksa tubuhnya sampe merah-merah. Bukannya pada prihatin lihat Ray yang penuh siksaan hari itu, malah mereka menertawakan hasil kejahilan si kecebong lucknat milik Ray pada rahim Lila.
.
.
Setelah itu banyak lagi siksaan yang di buat janin dalam perut Lila, Ray yang harus pakai linjerie di depan Lila, bayangkan Linjerie sexy di pakai sama Ray yang badannya gede atletis, wowww..sungguh bikin ketawa pastinya.., tambah lagi Ray yang harus mencarikan makanan Indonesia di Jerman yang sangat susah di dapat, kadang jika dia tak menemuka apa yang di mau sang istri,dia langsung minta bantuan ke tante Jaslyn untuk membuatkan apa yang di mau sang istri. Walaupun menyusahkan saat nyidam namun.. Ray tetap semangat dan bahagia,karena bagi Ray,, anak yang ada di kandungan Lila sepert sedang membalas perbuatannya dulu, apalagi saat hamil Deeba dia tak bisa mendampingi Lila.
Sedang Deeba, kadang melihat sang Daddy merasa kasihan, namun.. Ray selalu bilang ini nggak seberapa jika ingat Dee dalam kandungan Ray merasa sedih. Dee paham dengan apa yang di utarakan sang daddy, dia ingin menebus semua kesilapan di masa lalu.
.
.
Kini kehamilan Lila sudah menginjak 9bulan ,Ray pun sudah mulai bekerja dari rumah.Beruntung keluarga Lila pun masih tinggal di Jerman seperti tante Jaslyn yang selalu buat Lila nyaman seperti ibunya sendiri. Jaslyn memperakukan Lila seperti putri kandungnya, apalagi dia hanya punya Gery anak semata wayangnya.
" La, kamu udah siapin perlengkapan buat di bawa ke Rumah Sakit kan? " tanya Tante Jaslyn saat dia berada di rumah Lila.
" Sudah tan, dari aku hamil 8bulan aku sudah siapin." jawab Lila
" Gimana, deg degan pastinya? " ucap Jaslyn.
" Alhamdulillah sekarang lebih tenang, mungkin karena ada mas Ray yang siaga juga tan, lain dulu waktu Dee.. rasanya ketakutan, karena cuma ada kak Riko sama kak Nadia, paling di bantu sama bang Juno asisten kak Riko." terang Lila.
" Yahh... nasib orang manalah tau kan, tante juga ngrasa bersalah dengan ayah juga ibumu, dulu kalau tante benar-benar menentang kemauan kedua orangtua tante mungkin bisa jadi mereka masih disini sama kamu." sesal tante Jaslyn.
" Sudahlah tante, ayah sama ibu juga sudah tenang, malah Lila sekarang bersyukur.. punya banyak orang yang sayang sama Lila. ada tante sama Om Leo, bang Gery, keluarga Hartawan dan juga keluarga Abraham, Lila beruntung.. punya sahabat pun baik kayak Aruna. Dia gadis baik tante, mandiri, dan juga peduli. " ungkap Lila dengan mempromosikan sang sahabat.
" Kamu bisa aja, tante setuju kok sama sahabat kamu itu." jawab tante Jaslyn.
" Alhamdulillah.. " ucap Lila.
__ADS_1
" Oh iya.. kamu nggak papa kan, kalau kakek tinggal sama kalian?" tanya tante Jaslyn.
" Kenapa tante nanya begitu, kakek Wirata kan.. memang kakek Lila tante, dan Lila bersyukur sekarang bisa merawat kakek menggantikan tugas ayah. Merawat orang tu itu banyak pahalanya, dan perlu diingat.. orang tua bisa menjaga banyak anak tapi.. belum tentu anak menjaga satu orang tua kita. jadi betapa mulianya jika ada anak yang menjaga dan merawat orang tuanya seperti orang tuanya menjaga dia waktu kecil." terang Lila.
" Masyaallah Tabarakallah.. Sehat-sehat kamu yaa.. semoga niat baik kamu selalu di berikan jalan yang lancar dan menambah pahala buat kamu dan Ray." ucap Jaslyn dengan menagap bangga Lila.
.
.
.
Malam hari saat Lila terbaring di tempat tidurnya, dia merasa sangat tak nyaman.. tiba-tiba dari sore merasa mulas, namun.. dengan cepat hilang. perkirakan dia mengalami kontraksi palsu.
" La.. kamu kenapa, kok dari tadi tidurnya nggak tenang gitu.. dedeknya aktif yaa? " tanya Ray yang terbangun karena merasakan pergerakan Lila.
" Nggak aktif kayak biasanya sih, cuma.. dari sore aku ngrasa mules,,tapi..ilang ilangan.. aku pikir juga masih kontraksi palsu." terang Lila.
" Hahhh.. mules, sekarang masih mules? kenapa nggak ngomong dari tadi yang... kita ke Rumah Sakit sekarang yah.. " ucap Ray mulai panik.
" I_iya sih, tapi.. ini kan masih sembilan bulan lebih berapa hari yangg... trus simulasi itu sama aja ekspektasi tapi kenyataannya beda."ucap Ray dengan wajah mulai khawatir.
Sedangkan Lila masih terlihat santai dan malah tertawa melihat wajah suaminya.
" Ya ampun.. sayang jangan gitu dong mukanya,nanti anaknya takut keluar kalau daddynya mukanya monyok gitu.. " goda Lila.
" Astaga sayang.. aku tuh, lagi khawatir sama anak kita.. udah ayok kita siap-siap ke Rumah Sakit." ucap Ray dengan cepat keluar kamarnya membangunkan maid nya.
" Ya Allah.. berikan kelancaran buat aku melahirkan buah hati kami, ya Allah selamatkan kami dalam perjuangan ini, aku serahkan hidup ku dan matiku pada-Mu." batin Lila dengan segala doa yang baik terucap dalam hatinya dan dia terus beristighfar dalam hati.
Rasa mulas kini di rasakan Lila sudah mulai intent, Ray pun membopong tubuh sang istri dengan pelan menuju mobil nya.,di ikuti seorang maid yang ada di belakang nya.
" Kalian nggak papa berdua?" tanya Kakek Wira yang juga terlihat khawatir dengan keadaan cucunya.
__ADS_1
" Nggak papa kek, maaf ngrepotin kakek..kami titip Dee dan tolong kasih kabar ke tabte Jaslyn juga Aruni kek." ujar Ray dengan menempatkan sang istri di jok belakang agar lebih nyaman.
" Iya..biar kakek yang kasih kabar ke semuanya, kamu fokus sama Lila.. kalau perlu apa-apa telpon kakek." ucap Kakek Wira dan diangguki Ray.
Setelah siap Ray melajukan mobilnya ke arah Rumah Sakit ,selama perjalanan Ray terus mengajak Lila ngobrol, agar mengurangi rasa deg-degan mereka.
Sampai di Rumah Sakit Lila langsung di bawa ke ruang penanganan dan langsung di pindahkan ke ruang bersalin.
" Mas... maafin Lila, maafin jika Lila punya salah sama kamu..doakan kita berdua, sebentar lagi kita akan berjuang Daddy.. " ucap Lila dengan mata yang sudah basah.
" Kenapa kamu setenang ini sayang.. pasti kamu sakit kan, tumpahin semua kesakitan kamu sama aku yanggg.. ,kamu nggak punya salah.. kamu kebahagiaan kami, yang kuat kamu pasti bisa.. aku sama Dee menunggu kamu dan dedek bayi.. Kuat yaa.. aku ada disini sama kamu." ungkap Ray dengan mata yang su ah basah juga.
Dokter pun mulai memberikan aba-aba supaya Lila memulai persalinannya. Lila dengan mengambil nafas dan mengejan..
" Aaaaghhh.. Allahuakbar.. "
" Ayo sayang kamu bisa, kamu kuat."
" Aaaaghhh...Allahuakbar...massss...
" Kamu bisa sayang sedikit lagi...
Dokter memberi tahukan jika kepala sang baby sudah terlihat dan sekali mengejan lagi sudah keluar dan Lila pun melakukan nya dengan sekuat tenaga, tangannya sudah tak bisa di kondosikan, Kuku panjangnya sudah Memporak porandakan penampila Ray yang kini terlihat kacau.
" Aaaaghhh... Astaghfirullahal'azhim.. Allahuakbar.. Maaassss... sakit... aaahh.. "
Oek. Oekkk.. Oekk
Terdengar suara tangisan bayi yabg sangat nyaring.
" Sayang...Alhamdulillah ya Allah... I love you Dalilla.. anak kita sudah lahir..terima kasih mom, Kita sayang sama mommy.. maafin kesalahan Daddy.. sayangg.. aku sangat mencintaim Dalilla Wirata."
Ungkapan hati Ray membuat Lila tersenyum bahagia menghapus air mata dari wajah suaminya. Mereka mengis bahagia..
__ADS_1
Bersambung.
Ekstra Part...