
Tibalah saatnya persidangan kasus yang menjerat laki-laki bernama Gunawan Birowo anak dari pembisnis Birowo dan juga sekaligus orang yang terkenal dengan kekuasaan di pemerintahan setempat,kini Gunawan berstatus menjadi tersangka atas kelakuannya terhadap seorang suster bernama Dalila Sena Garwita seorang wanita cantik dan berstatus istri dari seorang pengusaha sukses di Indonesia Gilbert Ray Abraham.
Berita tentang apa yang menimpa Dalila sontak menjadi berita terpanas pekan ini, dan dengan adanya pemberitaan ini lah terungkaplah status perkawinan seorang pengusaha yang paling jadi incaran para pengusaha dan juga para artis yang mengharapkan pesona seorang keturunan Abraham.
Ray, dengan setia mendampingi Lila selama persidangan dan tak lupa juga dengan keluarga Ayah Danu pun tak ketinggalan ,Kakek Abraham yang selalu setia mendampingi cucu menantunya. Ibu mertua yang selalu memberikan kasih sayang tiada batas untuk Lila.
Semua anggota keluarga yang selalu kompak memberikan dukungan pada Lila.
Persidangan demi persidangan di lalui Lila dengan perasaan tak menentu dan kini tiba waktunya sidang putusan atas kasusnya itu.
Gunawan yang sekarang terlihat dengan baju kemeja putih dan terlihat wajah yang terlihat tak terurus dan tubuhnya tak se atletis sedia kala.
Hari ini menerima putusan hukuman atas tindakannya yaitu pidana selama 7th penjara dan sesuai dengan tuntutan yang diajukan.
Dengan keputusan itu membuat Lila menangis karena akhirnya kini sudah selesai juga kasusnya dan rasa rindunya pada sang putri sudah sangat tak terbendung.
Lila berjalan meninggalkan ruang sidang dan dengan pelukan hangat Ray yang selalu di sampingnya.
" Suster Lila "
Terdengar suara yang memanggil Lila dari jarak yang lumayan dekat.
Dengan reflek Lila menoleh kebelakang melihat Gunawan dengan borgol di tanganya dan didampingi beberapa petugas lapas dan juga keluarganya.
" Dok.. ter Gunawan? " ucap Lila dengan sedikit terbata.
" Maaf, tolong maafkan saya.. keluarga saya tidak bersalah sus.. jangan bebankan kesalahan saya pada keluarga saya.." ucap Gunawan dengan menangkupkan kedua tangannya didepan dadanya.
" Saya sudah maafin dokter, nggak baik juga kan kalau kita dendam.Maaf saya nggak bisa membiarkan Dokter lepas dari tanggung jawab, dan memang dokter harus menerimanya. Untuk masalah keluarga anda saya tidak tau menau Dok.. maaf." ungkap Lila dengan rasa sedikit bingung dengan perkataan Gunawan soal keluarganya.
__ADS_1
" Istri saya tidak tahu menahu soal apa yang terjadi pada keluarga anda, dan yang perlu anda tahu semua yang terjadi pada keluarga kamu itu, ulah mereka sendiri.. jangan lupa mereka selalu menghalalkan segala cara untuk mbuat hancur orang lain, saya cuma berikan sedikit aja kok sekarang ngeluh.. perbaiki sistem diri kalian kalau kalian ingin di hargai..permisi.. " terang Ray dan membawa Lila pergi dari tempat itu.
Rencana Lila dan Ray sekarang adalah ingin kembali ke Jakarta dan kebetulan hari ini Ayah Danu dan keluarga tidak datang sidang putusan. Dan dengan keinginan Lila ingin bertemu ayahnya yang di kabarkan sedang sakit.
.
.
Setelah menempuh perjalanan jauh Lila dan Ray sampai di depan rumah keluarga Danu dan Lila menyapa Security yang sedang berjaga di pos nya.
" Apa kabar pak Slamet..? " tanya Lila dengan ramah.
" Alhamdulillah non Lila, apa kabar.. Waduh..sudah lama juga bapak nggak ketemu non Lila, ada keperluan apa non ke sini? " tanya pak Slamet seperti terlihat cemas.
" Lho kok pak Slamet nanya gitu, Lila mau ketemu ayah sama bunda.. ada kan? " kata Lila
" Sebaiknya kita kedalem dulu, kamu sekalian ketemu Hani aja deh.. " ucap Ray menggandeng tangan Lila ke arah rumah besar itu.
.
.
" Kamu kenapa jadi begini sih Han...?!! ucap Galang yang terlihat sangat frustrasi dengan sifat istrinya.
" Itu karena aku sudah sadar, benar kata Lila.. seharus nya aku bercerai dengan mu waktu itu, dan bod*hnya aku kembali sama kamu." ucap Hani dengan raut muka yang sudah tak bersahabat.
Galang yang mendengar perkataan istrinya merasa geram,namun sebisa mungkin dia tahan amarahnya.
" Sadar Han, ada anak kita.. apa kamu tega liat dia selalu ingin bersama kamu dan kemarin waktu ke rumah Lila dia juga sudah selalu menanyakan kamu Han." ucap Galang dengan wajah mengiba.
__ADS_1
" Itu.. itulah masalahnya dia yang buat aku hancur, karena dia aku gagal menikah dengan Ray.. dan jika aku menikah dengannya pasti aku akan bahagia sekarang dengan segala yang dia punya aku bisa bahagia aku akan di jadikan ratu di keluarga Abraham, bukan Lila anak pungut itu..!!" Teriak Hani dengan raut wajahnya sangat tidak bersahabat.
Galang merasa sedih dengan ucapan Hani, menyalahkan kehadiran anaknya dalam kehidupan meteka.
" Lila menyayangimu dengan tulus Han..." ucap Galang dengan suara lemah.." Dia sangat menyayangimu, dengan segala kesakitanya, kekecewaannya dan rasa marahnya pada kita semua, dia berusaha tetap baik sama kita.".ungkap Galang lagi.
" Sudahlah.. bilang saja kamu masih suka kan sama diakan ,kenapa nggak berusaha mendapatkan dia lagi.." ucap Hani sinis
" Dia dan aku nggak mungkin bisa bersama,aku mencintaimu dan dia mencintai Ray...kamu..
" Lila memang mencintai Ray, tapi.. Ray belum tentu.. apalagi seorang Cassanova macam dia nggak mungkin bisa hidup dengan satu wanita." ucap Hani terdengar sinis.
" Kenapa kmu bilang begitu?" tanya Galang penuh selidik.
" Karena aku tahu, selera Ray bukan Lila.. wanita polos dan juga tak menarik." ucap Hani dengan raut muka yang mengejek.
" Lalu... siapa yang cocok dengan suamiku..??"
Kedua orang yang sedang berdebat itu sontak terkejut dengan apa yang mereka dengar dan menoleh pada sumber suara.
Dan bukannya merasa bersalah Hani tersenyum sinis pada Lila, seperti meremehkan.
" Tentu kamu tahu, sejak awal kan.. Ray di jodohkan dengan aku.Jadi,tentu jelas.. selera dan kreteria wanita idaman keluarga Abraham kan?" ucap Hani dengan penuh percaya diri.
" Percaya diri banget kamu, oh... iya ..apa perlu aku ingitkan, bagaimana seorang wanita idaman deperti kamu mencampakkan calon suaminya dan memberikan pengakuan kalau dia sedang hamil dengan orang lain, dan dengan tangisan kamu itu, memohon pada anak pungut ini supaya menggantikan posisi nya menjadi pengantin pengganti. Padahal saat itu aku merasa hancur karena tahu siapa orang yang sudah menghamili kamu saudara angkatku, kamu yang sudah melepas seorang Cassanova itu pada anak pungut ini. Dan aku tahu, mungkin kamu tak menyangka jika akhirnya Cassanova ini akan mencintai pengantin pengganti yang dia sudah tinggalkan di hari pernikahannya. Ingat... kamu yang membuangnya,dan seandainya kamu ingin dia sekarang untul menjadi selimut mu.. memang kamu yakin Cassanova itu akan mencintaimu, apa kamu nggak kepikiran jika nantinya kamu kena penyakit, kamu di campakkan,atau bahkan kamu di jual di tempat pelac*ran." terang Lila dengan panjang lebar tanpa jeda dan membuat Hani terdiam mendengarkan apa yang di katakan saudara angkatnya itu.
Penyakit, ditinggalkan, bahkan di jual kata-kata itu baru terpikir oleh Hani, dengan sifatnya yang tak mau kalah dari orang lain dan juga selalu iri dengan apa yang Lila punya membuat Hani dengan pikiran jahatnya ingin merebut Ray dari Lila.
Bersambung
__ADS_1