Istri Rahasia Sang Cassanova

Istri Rahasia Sang Cassanova
#Ikhlas Menerima Takdir Allah


__ADS_3

Semua orang menunggu jawaban Lila yang kini masih diam membisu.


" Saya tahu pasti kamu benci pada saya, apalagi mengingat perlakuan saya pada ibu juga ayahmu, tapi... asal kamu tahu,,saya sangat menyesal dengan perbuatan dan keegoisan saya membuat keluarga saya bercerai berai,kamu boleh maki saya.. kamu boleh membalaskan sakit hati kamu pada saya, tapi.. saya mohon ijin kan saya untuk menyayangi kamu sebagai cucu saya juga sebagai anak dari wanita yang dulu sempat saya pandang sebelah mata, berikan saya kesempatan untuk menyayangi darah daging saya, dan ijinkan saya menyayangi cicit saya Lila, orang tua ini merayu padamu.. " ucap Kakek Wira seraya berlutut di hadapan Lila


Semua orang tak bisa berbuat apa-apa karena itu masalah antara kakek dan cucu.


" Saya bukan Tuhan ,saya manusia biasa yang ada rasa kecewa, marah,juga sedih.


Namun, saya sadar.. semua yang di takdirkan pada saya itu yang terbaik untuk saya,dengan semua kejadian yang saya alami membuat saya lebih banyak mengambil hikmah dan pelajaran bagi hidup saya. Saya bersyukur setidaknya saya bisa melihat anggota keluarga kandung saya. Walaupun sebesar apapun saya marah dan saya tidak menerima kenyataan ini, tidak bisa menjadikan orang tua saya kembali hidup lagi, saya tidak bisa mengabaikan kakek sebagai orang tua ayah saya, alhamdulillah kakek masih dalam keadaan sehat." ucap Lila dengan menitikan air mata nya.


" Ya Allah, betapa mulianya hati mu nak.. bisa memaafkan kesalahan kakek mu ini dengan begitu mudah.. hiks hiks.." ucap Kakek Wira terkejut dengan apa yang di katakan sang cucu.


" Lila hanya manusia biasa, Allah aja bisa memaafkan kesalahan umatnya, kenapa Lila sebagai Umatnya harus berlagak seperti lebih dari pencipta-Nya? kakek nggak ada salah sama Lila, dan Lila juga bersyukur saat ini Kakek sudah menyadari kesilapan di masa lalu.Tinggal kedepannya kakek bisa lebih banyak mendekatkan diri pada sang Pemilik hidup. Karena semua yang kakek ingin tahu soal ayah sama ibu sudah terjawab." ujar Lila dengan menggenggam erat tangan sang kakek.


" Terima kasih nak.. terima kasih, bisa kakek peluk kamu nak? " tanya Kakek Wira dengan wajah memohon.


" Boleh dong, maafin Lila tadi yah.. kek,, tadi Lila kaget karena memang Lila sayang banget sama ayah Danu dan juga Bunda Maya ." jelas Lila.


" Kakek tau dan kakek mengerti La, terima kasih sudah mau menerima kakek mu ini. Kalau kakek mau ziarah kubur ke makam Orang tuamu boleh? " tanya Kakek Wira ragu


" Tentu kek,nanti kalau semua nya pulang.. kakek ikut ke Indonesia..Lila belum bisa naik pesawat dulu karena Lila sedang hamil cicit kedua kakek." ungkap Lila

__ADS_1


" Masyaallah, Az.. alhamdulillah Az.. aku punya cucu yang luar biasa baik hati." ucap Kakek Wira pada kakek Azman.


" Itulah didikan dan duga bibit kebaikan anak dan menantumu." jawab Kakek Azman.


Ray dengan senyuman tipis melihat Lila yang nampak legowo menerima bahwa dia masih punya keluarga kandung, walaupun luka lamanya sempat membuat dia menangis dan juga pingsan.


Kakek Wirata dan kakek Azman terlihat saling berpelukan, bahkan terlihat sempat meneteskan air mata, mereka pun berbincang dengan kelegaan. Beban hati yang selama ini dipikul sekarang sudah terasa ringan bagi kakek Wirata. Sang sahabat masih mau menerimanya walaupun dulu pernah kecewa.


" Lila maafin tante yah, kemarin sempat buat kamu dan suami kamu nggak nyaman." ucap Jaslyn saat Lila didapur.


" Nggak papa tante, Lila ngerti..mungkin tante melihat saya mirip dengan ibu." jawab Lila dengan senyumannya.


" Alhamdulillah, kamu ternyata benar anak mas Putra sama Laila, tante lega banget.. karena terus terang tante merasa kasihan sama Om Wirata, beliau tak punya sanak saudara lagi hanya tante keluarga tante yang masih berhubungan baik sampai sekarang. Dan bisnis keluarga Wirata sementara di handle anak tante Gerry. Saat nya kamu cucu nya memegang kendali secara utuh semua yang harusnya hak ayah kamu atas semuanya." ucap Jaslyn dengan senyuman ramahnya


" Iya.. nanti di bahas lagi, bisa saja suami kamu yang akan mewarisi tugas yang sekarang Gerry back up." ujar Jaslyn.


Lila hanya menanggapi perkataan Jaslyn dengan tersenyum.


.


.

__ADS_1


Malam kian larut, suasana kediaman Ray masih ramai, apalagi Deeba yang aktif.. sudah bisa mengerti apa yang terjadi. Dia senang saat mendengar penuturan sang Daddy jika dia punya Kung-kung ( Eyang Kakung) tambah satu lagi.Deeba yang bisa di bilang anak yang wecome pada siapa pun, cepat dekat dengan orang baru.


" Sayang... are you okey? " tanya Ray saat mereka sudah ada di atas tempat tidur mereka.


" Okey, kenapa mas tanya gitu? "


" Yah, mas khawatir sama keadaan kamu,,apalagi kamu yang sempet pingsan buat mas khawatir. Kamu nggak ngrasa marah atau kecewa dengan keadaan sekarang? "


" Hahhh.. mas, awalnya Lila pikir betapa kejamnya kakek dulu sama ayah. Tapi, berkaca pada pengalaman pribadi juga aku paham.. dan nggak ada salahnya aku mencoba buat ikhlas."


" Istri ku emang hebat, alhamdulillah semua orang yang kita sayang bisa kumpul sama kita." ucap Ray membawa Lila dalam pelukannya.


" Alhamdulillah, lebih baik mengikhlaskan semuanya buat kita tenang mas." ucap Lila.


" Iya, trus gimana sekarang.. baby nggak rewel kan di perut mommy,, jangan nakal-nakal yaa.. di perut mommy,harus jadi anak baik hati dan juga jadi anak yang kuat." ucap Ray dengan mengusap lembut perut rata Lila.


Lila yang mendengar ucapan Ray hatinya menghangat, ada rasa bahagia dan haru. Lila dengan cepat menghapus air mata nya. Teringat saat hamil Dee.. dia dalam keadaan yang sangat berbeda dari saat ini, waktu hamil Dee hanya ada Riko,Nadia dan Juno yang siap untuk menuruti keinginannya walaupun susah payah mereka lakukan demi menyenangkan perasaan Lila.


"Coba waktu hamil Dee aku ada sama kamu, ini pengaman kedua ku.. tapi, aku juga betsyukur di berikan kesempatan untuk bisa merasakan dan melihat kamu hamil lagi, waktu Dee dia nyusahin kamu nggak? "tanya Ray dengan membelai lembut pipi Lila.


" Sedikit rewel waktu di awal, mengalami morning sickness selama trisemester pertama dan kamu tahu aku akan berhenti munt*h saat mencium baju kamu,senang dan damai saat sudah menyium aroma kamu aku akan baik-baik saja, mingkin Dee dulu sangat paham apa yang terjadi pada orang tuanya." ujar Lila menceritakan apa yang terjadi pada awal masa kehamilannya.

__ADS_1


Mendengar penuturan Lila, Ray terasa terharu.. saat putrinya ingin dekat dengannya namun, tak ada.


Bersambung


__ADS_2