Istri Rahasia Sang Cassanova

Istri Rahasia Sang Cassanova
# Cek Up


__ADS_3

Pagi hari Lila sudah bangun lebih dulu, pandangan matanya tertuju pada atas tempat tidurnya ,melihat Dua orang yang berbeda usia saling memeluk posesif di balik selimut tebal.


" Kamu begitu berbeda sekarang Ray.. terlihat begitu menyayangi putrimu" batin Lila memandang Ray yang memeluk sang putri dalam tidurnya.


Lila keluar kamarnya dan setelah melaksanakan sholat subuh, Lila langsung ke dapur membuat sarapan untuk keluarga kecilnya.


Lila yang masih fokus dengan peralatan masaknya tak menyadari seseorang yang sedari tadi memandanginya dari arah belakang.


Ray, setelah Lila kedapur Ray terbangun dari tidurnya dan langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan niatnya untuk mencari sarapan untuk anak dan istrinya.Namun,baru keluar kamar mandi dia mencium aroma masakan dan langsung berfikir tentang Lila.


Ray melangkah ke arah Lila yang masih fokus dengan peralatan masaknya, Ray memeluk pinggang ramping Lila dari belakang.


Mendapat perlakuan seperti itu, mendadak tubuh Lila menegang dan gemetar.


" Ini aku Ray sayang.. maaf.. " ucap Ray dan langsung membalikkn tubuh Lila menatapnya


Terlihat jelas wajah Lila yang terlihat pucat karena perlakuan Ray.


" Maaf yaa.. sebenarnya aku ingin memeluk mu saja tapi...


" I_iya nggak papa.. aku cuma kaget dan kebayang sama peristiwa itu." ucap Lila dan sekarang wajahnya tak sepucat tadi.


" Jangan ingat lagi, walaupun harus butuh waktu.. namun, kamu masih bisa melawan pemikiran kamu itu.. dan siang ini kita akan ke Rumah Sakit menemui Dokter Naima. "ujar Ray dengan menggenggam erat tangan Lila.


" Apa dia di penjara..? tanya Lila ragu.


" Hemmm... aku menuntut hukuman dia seberat-beratnya walaupun, dia bilang kebal hukum tapi bagi ku ,aku nggak akan terima jika istri dan anak ku mendapatkan ketidak adilan apalagi perlakuan tak menyenangkan, mereka belum tahu siapa di balik mu ini, Juna sudah masukkan laporan perkara ini, dan aku sudah membetikan bukti-bukti di bantu juga sama dokter Lukman. " jelas Ray


" Tapi, aku dengar keluarganya seorang pengusaha besar. " ucap Lila penuh khawatir.


" Sudahlah, mereka belum tahu.. sedang bermain-main dengan siapa..? yang penting kamu pulih dalam truama itu, dan keterangan kamu sangat berarti nanti. " ungkap Ray di angguki Lila.


" Masaknya sudah belum mom? " tanya Ray mengalihkan pembicaraan


" Ohhh... aku siapin dulu, sudah selesai kok.Baru aku bangunin Deeba. " ujar Lila beranjak dari tempat duduknya.


" Deeba urusan Daddy okey? ucap Ray demgan mengedipkan sebelah mata nya dengan genit.


" Dasar.. genit.. !!" umpat Lila

__ADS_1


" Hahahaha...Daddy genitnya sama mommy doang. " ujar Ray


" Bohong... yang setiap malam ke Ho...


Cup


" Cukup, itu masalalu... okey..!! ucap Ray sambil melangkah masuk dalam kamar Lila.


" Daddy...!!!! " teriak Lila saat tersadar jika Ray mencuri ciuman dari nya.


.


.


.


Untuk beberapa saat Lila menunggu Ray mengurus Deeba, Lila membereskan rumahnya. Karena memang Lila kurang suka jika rumahnya tak dia bersihkan,dari dia menyiram tanaman di samping rumah dan juga membersihkan ruangan lain.


" Mommy...!! " seru Deeba saat Lila masuk dalam rumah.


" Wahhh... anak mommy sudah cantik, mandi siapa nih? " tanya Lila dengan menciumi wajah Deeba


" Alhamdulillah nak, terima kasih selalu doa in mommy yaa..? " ucap Lila dengan senyuman lebar.


" Sayang.. nanti kontrol ke Dr. Naima jam sebelasan, jadi aku mau ke kantor polisi dulu sama Juna." ucap Ray saat melangkah ke dekat anak istrinya.


" Memang ada apa ke kantor polisi? " tanya Lila dengan wajah yang khawatir.


" Tenanglah sayang..aku cuma mau pastikan saja semua bukti yang kita punya sudah lengkap dan, polisi minta keterangan ku soal apa yang terjadi kemarin, trus paling besok Dr. Lukman juga akan dimintai keterangan." jelas Ray.


" Tapi, kamu harus cepat pulang.. dan hati-hati di sana." ucap Lila dengan menyendokkkan nasi goreng buat Ray.


" Iya tenanglah, setelah baikan kamu juga akan di mintai keterangan, tapi... bukan sekarang -sekarang." ucap Ray dengan menggenggam tangan Lila simbol menguatkan.


" Heemmm.. tapi, aku minta Citra temenin aku di rumah selama kamu pergi nggak papa kan? " tanya Lila dengan menyantap sarapannya


" Itu lebih baik, dan Deeba selama daddy pergi harus jagain mommy buat daddy, oke? " pesan Ray pada sang putri.


" Oke dad.. " jawab Deeba dengan mengacungkan jempolnya.

__ADS_1


.


.


Menurut jadwal Lila harus cek up ke dokter Naima, dan Ray dengan setia mendampinginya


Lila ke Rumah Sakit itu kini di suguhkan hal yang berbeda,karyawan Rumah Sakit seperti tak lagi menyapa dengan akrab, tapi.. menyapa dengan rasa sungkan.


Setelah mereka semua tahu tentang siapa suami Lila, semuanya di buat terkejut.Wanita sederhana bernama DaLila adalah istri seorang pengusaha sukses di Indonesia bahkan Eropa.


" Kenapa sayang? ada sesuatu yang buat kamu takut atau apa? " tanya Ray saat berjalan beriringan dengan Ray Lila mencoba melepas genggaman tangan Ray.


" Aku cuma nggak nyaman Aja, semua pegawai Rumah Sakit yang berpapasan dengan ku sekarang berbeda, biasanya kita sapa menyapa sekarang mereka menunduk hormat sama aku, jadi itu yang buat aku nggak nyaman. " ucap Lila kesal


" Hemm.. oke, mulai sekarang kamu bisa belajar bersikap seperti selayaknya seorang istri Gilbert Ray Abraham dan kamu adalah menantu seorang Abraham, Dalila Sena Abraham oke? " kata Ray dengan santainya.


" Huhhh.. harus gitu emang, nggak asik dong? " oceh Lila


" Heiii.. kenapa bilang nggak asik, makanya asikin aja Oke bergaulan dengan siapa pun tapi ingat, jangan sampai kebaikan mu nanti dimanfaat kan orang lain. " terang Ray dengan menggenggam kembali tangan Lila.


.


.


" Selamat datang Tuan Ray dan nyonya Lila, silahkan duduk. " ucap Dr. Naima menyapa dengan ramah dan mengarahkan mereka duduk di kursi di depan meja prakteknya.


" Bisa panggil Lila aja Dok, seperti biasa? " kata Lila membuat Dr Naima melirik Ray


" Tapi..


" Turuti saja Dokter, selama kalian saling menghargai dan mengormati." ucap Ray santai.


" Baik lah kalau begitu, anggap saja saya kakak kamu.. dan itu bisa membantu kamu lebih rileks saat trapi nanti...sekarang apa yang kmu rasakan La? tanya Naima dengan mulai memulai sesi trapi.


" Saya msih merasa cemas jika saya sendiri di satu ruangan, dan semalam saya bermimpi hal yang buruk itu. "terang Lila.


" Lila, sebenarnya kamu bisa cepat sembuh kalau kamu mau berusaha ikhlas, dan tentunya kamu mau menerima kenyataan bahwa kamu tidak melakukan hal buruk,kamu bukan pengkhianat, dan Ray sangat mencintai kamu dia akan selalu bersamamu.Bangunlah suasana baru dan jalani rumah tangga seperti biasa, kamu butuh kata Ikhlas Lila. " terang Naima saat sudah melakukan sesi hipno teraphi


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2