
Terima kasih untuk para readers buat koment juga dukungannya, untuk itu othor minta maaf jika masih banyak typo betebaran di mana-mana, karena memang kadang buru-buru harus lakukan kegiatan lainnya, apalagi bulan ramadhan pasti aktifitas padat menjelang lebaran pun apa lagi. Maaf yaa.. maklum bukan wanita sigle lagi..
Happy reading 📖
Pagi pun tiba, Lila membuka mata nya dan melihat dirinya ada di dalam dekapan suaminya. Nyaman.. itu yang Lila rasakan.
Lila dengan pelan melepaskan diri dari kungkungan Ray.beranjak untuk kekamar mandibersihkan diri dan melakukan ibadahnya. Setelah selesai terlihat Ray sudah membuka matanya dan fokus dengan ponselnya.
"Mas sudah bangun, sekarang kamu mandi aku bikin sarapan dulu sekalian aku liat Deeba." ujar Lila dan dengan isyarat Ray menyetujuinya.
Lila keluar dari kamar dan masuk ke jamar Deeba dan melihat sang putri masih terlelap dalam tidurnya, Lila mendekat dan mencium pucuk kepala sang putri dengan memandang wajah putrinya yang terlihat damai tanpa merasa ke ganggu dengan perlakuan Lila padanya.
Lila langsung beranjak dari kamar sang putri dan bergegas menuju dapur menyiapkan sarapan untuk mereka.
Saat sedang fokus dengan kegiatan masaknya, Lila dikejutkan dengan Ray yang memeluk nya dari belakang, Lila sempat terkejut dan membatu seketika namun, mendengar suara Ray mulai bernafas lega.
" Kenapa hemm...apa ada sesuatu yang kamu tak nyaman? " tanya Ray sesaat mematikan kompor
" Nggak papa,cuma aku masih keingetan dia yang menyentuhku.. hiks hiks... " ucap Lila dengan tak bisa membendung tangisnya.
Ray dengan cepat memeluk tubuh Lil dan mengusap lembut rambut panjang Lila yang belum menggunakan hijabnya.
" Jangan di inget lagi yaa.., kamu nggak kotor dan kamu masih menjaga nya hanya untuk ku sayang... " ucap Ray mengurai pelukannya menghapus air mata lila dan mengecup wajah Lila yang terlihat bersemu merah.
" Maassss... ihhh kamu tuh..?!! " ucap Lila dengan nada bicara yang manja.
" Kenapa sih, aku cuma cium kamu lho... oke lah,maaf yaa... karena kamu akan mendapatkan nya setiap hari dariku. sekarang kita sarapan gimana mom.. itu nasi gorenh sudah matang kan? " ucap Ray dengan mengalihkan pembicaraan mereka
" Ohhh... iya.. maaf, sampe lupa kan ..aku siapin ini apa boleh minta tolong ke kamar Deeba bisanya dia sudah bangun. " ucap Lila.
" Oke sayang.. kamu disini saja biar aku yang mengurus putri kecilku." ucap Ray
Cup
Ray dengan isengnya mengecup sekilas bibir Lila membuat si empunya terkejut.
" Massss....!!! " teriak Lila
__ADS_1
"Hahahaha.... bibir mu terlalu manis sayang...!! " teriak Ray dengan menggoda Lila dengan kedipan matanya dengan genitnya.
" Dasar Cassanova Pe'a..!! " umpat Lila mengatai suaminya yang memang dulu seorang Casaanova.
Sepeninggal suaminya Lila menghembuskan nafasnya dengan kasa dan meyakinkan dirinya untuk menerima Ray,mengingat dimana hari itu Ray menyelamatkannya dari Gunawan yang berusaha memper**sanya.
" Semoga semua pikiran negatif ku bisa hilang, tinggal bisa meyakinkan hati, seperti kata Ray selama ini aku dan Gunawan nggak terjadi apapun. " gumam Lila.
Tak butuh waktu lama Ray keluar dari kamar Deeba dan Deeba di gendongannya.
" Astaga Dee... kenapa manja banget sih?" ucap Lila saat melihat sang putri dalam gendongan sang daddu seperti bayi koala yang menempel pada induknya.
" Mommy jealous yaaa... hahaha..?!! goda Deeba dengan tawanya terdengar renyah.
" Daddyyyyy...?!!!! " pekik Lila dengan nada manjanya
" Astaga sayang...bisa nggak sih jangan manja begitu, daddy nggak tahan nih... " ujar Ray dengan nada tak kalah menggoda
" Dasar mesum..!! " umpat Lila
" Ok..kamu turun nak, kita sarapan.. ayo dad keburu dingin nasi gorengnya. " ucap Lila dengan menyendokkan nasi goreng pada piring anak dan suaminya.
" Dad...!! " seru Lila menatap tajam pada Ray dan melirik Lila dengan sekilas.
" Upsss... sorry mom.. " ucap Ray dengan menangkupkan kedua telapak tangannya.
" It's oke mom, aku sudah dapat ciuman selamat pagi dari daddy.. jadi aku nggak iri sama Mommy. " ucap Deeba tanpa memandang kedua orang tuanya fokus dengan makanannya.
Lila dan Ray saling pandang dan saling melempar senyum.
" Tak masalah, suatu hari kita akan pergi keluar negri atau bahkan dia akan sekolah di luar biar nggak kaget,dan tentunya dengan arahan yang baik dari kita." ucap Ray menggenggam tangan istrinya.
" Sekolah di luar, nggak ah... anak aku nggak usah sekolah diluar disini juga banyak sskolah bagus kok.. " protes Lila yang sudah membayangkan akan berpisah dengan anak nya.
" Lho kenapa, suatu saat aku akan membaqa kalian hisup di luar negri.. dan harus aku yang menghandle bisnia disana, dan aku mau kalian bersamaku selalu." ucap Ray dengan memandang Lila.
" Tapi kerjaan ku...??? tanya Lila
__ADS_1
" Mulai sekarang,jangan memikirkan itu.. dan aku pastikan kamu bukan Suster Lila tapi,Dr Lila. " ucap Ray membuat Lila langsung memandang mata sang suami dilihatnya begitu dalam, tak ada ke bohongan disana.
" Mas...
" Aku akan menjadi penopang mu, dan aku akan membuat Deeba bangga dengan mommy nya lebih dari sekarang. " ucap Ray meyakin kan Lila
" Trus, masalah...
" Maka cepat lah sembuh jika kamu sudah bisa memberikan keterangan, kita bisa ke kantor polisi kamu akan bicara kebenaran yang harus terungkap. " ucap Ray
" Iya mas, makasih untuk menjadi penopangku.. aku butuh kamu, dan maaf aku sempat egois ." ucap Lila dengan mata sudah berkaca-kaca.
" Sudahlah jangan di ingat, dari awal kita salah dan aku akan membenarkan kesalahan itu dan hidup bersama dengan mu juga Deeba dan anak kita lainnya. " ucap Ray membuat Lila tertunduk malu.
" Mom, dad.. bisa kan nanti diskusinya, aku sudah selesai sarapan aku akan ke rumah tante Citra, silahkan kalian lanjutkan.. bye..!! " ucao Deeba membuat keduanya sama sama baru sadar jika mereka baru membahas banyak hal di depan Deeba.
" Bye.. hati-hati ,jangan nakal.. dadd yg hari ini Free.. " ucap Ray dengan antusias
" Gimana kalau kita jalan-jalan dad, mom? "usul Deeba
Namun, sebelum menjawab pertanyaan sang putri ternyata pintu rumah ada yang mengetuk.
"Biar aku saja, kamu benahin piring.. sekalin aku ma panasin mobil di depan...ayo girl kita buka pintunya.." pinta Ray menggandeng tangan mungil Deeba
Cklek
" Kalian..!! "
" Bunda, Ayah,Kak Mita..!! "
Ucap ayah dan anak itu terlihat terkejut dengan kehadiran keluarga mereka.
Sementara Lila yang sedari tadi di dapur penasaran, siapa yang bertamu.. karena Ray tak terdengar menyuruh masuk. Lila segera memakai hijab instannya .
Lila melangkahkan kakinya mendekati pintu depan.
" Sayang, siapa yang...
__ADS_1
Omongan Lila terhenti saat dia melihat kehadiran keluarganya dan juga keluarga suaminya datang ke rumahnya.
Bersambung.