Istri Rahasia Sang Cassanova

Istri Rahasia Sang Cassanova
# Rahasia Ray?


__ADS_3

Kini Ray sedang sibuk di depan laptopnya masih sedang meeting virtual bersama para pegawainya.


Sementara Lila bersama Citra di ruang makan.


" La, kamu yakin besok mau ketemu sama orang itu? " tanya Citra dengan masih terasa khawatir dengan keadaan sahabatnya.


" Aku yakin Ci, lagipun ada Ray juga yang nemenin aku." ujar Lila.


" Kalau kamu merasa sudah mampu nggak masalah, cuma aku sedikit khawatir sama kamu. Jangaj inget-inget lagi apa yang terjadi waktu itu." ujar Citra


" Besok sebelum aku ketemu sama dia, Ray dan aku ke dokter Naima dulu.Ray juga sudah cukup membantu aku buat lupain semuanya, walaupun masih sedikit agak takut, cuma.. aku coba." ucap Lila dengan wajah yang bersemu merah mengingat kegiatannya bersama Ray semalam.


" Ehhh.. tunggu, kenapa wajah kamu. merah tomat gitu? ada masaah,apa kalian sudah kikuk kikuk.. hah?? " goda Citra pada sahabatnya.


" Citraaaa...!!! seru Lila dengan mencubit kecil lengan Citra.


" Hahahaha... alhamdulillah, akhirnya kawan ku ini sawahnya sudah basah.. hehehe" ledek Citra memberikan istilah baru buat Lila.


" Ihhh... Citra,kasihan kamu.. kapan mamas kamu pulang berlayar? ladang kamu lama-lama gersang.. hahaha " balas Lila menggoda Citra karena memang suami Citra yang seorang Pelayar.


" Kurang asem, bisa bae lo..!! " timpal Citra.


" Jadi Lila yang selalu ceria kembali La ,aku kangen sama sahabat aku yang bawel juga ceria seperti dulu.. " ungkap Citra lagi.


" Cit... makasih yaa, sudah mau selalu aku repotin, trus.. sampai kapan pun kita sahabat.. " ucap Lila


Citra dan Lila saling berpelukan,karena keadaan mereka yang jauh dari suami dan mereka anak yatim piatu yang tak punya sanak saudara, menjadikan mereka sahabat, saling mendukung dan saling menopang.

__ADS_1


" Seandainya kamu sudah jauh dari aku, kamu janji akan baik-baik saja La, jangan lupa in aku yaa..? " ucap Citra yang menyadari bahwa mereka pasti dalam waktu dekat akan berpisah.


" Nggak akan, kamu sahabat aku setelah kak Nadia.. " ucap Lila dengan mata mereka yang sudah berkaca-kaca


" Ahhh.. sudahlah, aku balik dulu yaa..takut Dino nyariin ,sebentar lagi magrib trus masak makan malam juga, jahitan aku pun alhamdulillah lagi banyak. " ucap Citra.


" Oke.. makasih.. " ucap Lila


" Sama- sama " Jawab Citra dan keluar dari rumah Lila lewat pintu belakang.


.


.


Setelah sholat magrib Lila sibuk di dapur dan Ray melanjutkan pekerjaannya di ruang tamu.


Hari ini Ray terlihat fokus dengan pekerjaannya,melihat itu Lila tak mau mengganggu suaminya.


" Aaaa... " seru Lila dengan reflek teriak


" Sorry..sorry, kaget yaa..? Ini aku sayang.." ucap Ray membalikkan tubuh Lila dan menangkup wajahnya mengarahkan di depan wajah Ray.


" Ya ampun mas.. kamu buat aku jantungan tau..? kamu mau ngapain sih, pake ngagetin aku kayak gitu..!! " ucap Lila dengan rasa kesal


" Sorry, tadi aku mau ambil minum.. haus." ungkap Ray.


" Emang udah selesai kerjaannya? tanya Lila memandang suaminya yang melangkah menuju depan kulkas.

__ADS_1


" Belum, sebentar lagi.. kenapa? " tanya Ray sambil meneguk air mineral di tangannya.


" Makanannya sudah selesai, kita makan dulu..h baru lanjutin kerjaannya." usul Lila dan dengan cepat Ray menyetujuinya karena memang tidak tipungkiri rasa lapar pun mulai melanda.


Akhirnya mereka makan berdua, sesekali menertawakan apa yang mereka bicarakan,keadaan seperti ini yang ingin Ray rasakan, sama-sama bisa menerima kenyataan bahwa mereka suami istri.


Namun, memang kesalahan yang berawal dari kesalahan Ray yang tidak menganggap Lila istrinya bahkan wajahnya tak ingin dia lihat dan namanya pun dia lupakan.


"Sayang.. besok kita akan menemuinya kamu yakin? " tanya Ray saat mereka sudah ada diatas tempat tidur.


" Yakin, kalau aku nggak coba gimana aku akan sembuh mas, aku juga sudah kangen sama Deeba.. walaupun beberapa jam sekali kita telpon dia tapi,rasanya beda." ungkap Lila.


" Iya.. aku yakin kamu bisa lewatin semuanya dengan baik, dan kita akan susul Deeba." ucap Ray dengan membelai lembut rambut Lila.


" Mas... aku mau tanya sesuatu,tapi...kamu jangan marah yaa? ucap Lila sedikit ragu.


" Ngomong aja.. kenapa sih? "


" Janji dulu jangan marah.. please???


mohon Lila dengan memasang wajah gemasnya.


" Astaga sayang... kamu ini gemesin banget sih??!!


" Oke, aku janji nggak marah.. sekarang kamu mau tanya apa sih..? ucap Ray lagi memandang wajah istrinya dengan penuh cinta.


" Emmm... mas ada janji apa bulan ini, apa ada hal penting.Maaf aku nggak sengaja denger kamu telpon sama seseorang trus kamu buat janji gitu.. tapi, kalau kamu nggak mau jawab juga nggak papa, maaf kalau aku lancang nanya ini. Soalnya aku jadi kepikiran takut ada sesuatu yang menimpa kamu, aku nggak tau.. dan aku nggak mau kehilangan kamu lagi mas, karena cuma kamu dan Deeba yang sekarang aku punya." ucap Lila panjang lebar

__ADS_1


Lila dengan menundukkan wajahnya merasa kalau dirinya salah saat bertanya pada suaminya.


Bersambung


__ADS_2