
Pesan Othor buat para Readers
Buat para readers maaf yaa.. slow up, mendekati hari lebaran nih.. biasa emak² punya anak pasti heboh kan?
Tapi, buat kalian yang mau mudik atau sedang ada di jalan buat mudik ,hati² di jalan dan juga jaga kesehatan kalian yaa..
Sama siapin juga stok minum atau camilan nih, buat kalian saat di jalan apalagi perjalanan jauh yaa.. soalnya berdasarkan pengalaman di kondisi lalin sekarang lumayan macet, kalian yang melewati daerah Prupuk sangat menyita waktu nih, yang mau ke daerah jawa tengah khususnya. Lumayan bikin stres, apalagi kalian yang bawa anak kecil pasti ada kebosanan melanda buah hati, jadi.. jaga kondisi yaa..
Oke.. selamat bermudik ria buat kalian semua yang mudik,selalu jaga kesehatan dan keselamatan.
Maaf dari kemaren slow up karena masih banyak persiapan buat mendekati lebaran nanti.
Buat yang belum zakat lekas zakat, biar bisa tenang yaa.. 😍
Happy reading 📖
Saat Lila terlihat sendirian di dapur,Dini menghampiri kakak iparnya.
" Kak sebentar lagi Dini bakal balik ke Jakarta walaupun aku masih pengen disini sih, sedih tahu kak, apalagi pisah sama ponakan aku yang gemoy itu." ucap Dini membantu mengeringkan piring bekas makan mereka.
" Kamu ini, kenapa nggak tinggal dulu disini. " ucap Lila yang masih sibuk dengan cucian piringnya .
__ADS_1
" Aku harus kuliah kak, apalagi ini aku harus di ultimatum sama bang Ray harus lulus tahun ini." tukas Dini dengan wajah yang cemberut.
" Ya udah sih.. itu kan demi kebaikan kamu Din, lagi pula kakak juga pengen cepet -cepet selesai masalah ini, Mas Ray memperpanjang masalah kemarin."ungkap Lila dengan wajah sedihnya
" Kak, inget kata-kata aku kak...!! Bang Ray akan dengan mudah menghancurkan orang-orang yang menyakiti orang yang dia sayang, tapi.. karena bang Ray tahu kakak nggak suka dengan cara seperti itu,maka bang Ray melakukannnya sesuai prosedure, tapi.. aku harap kakak jadi wanita kuat seperti dulu, nggak ada Lila yang lemah, lawan ketakutan kakak.. semua sudah berlalu kak, dan kini saatnya kakak dan juga keluarga kecil kakak bahagia, asal kakak tahu.. diluar sana banyak bibit pelakor yang mengincar seorang Gilbert Ray Abraham, jadi kakak harus jadi wanita tangguh, jiwa kakak harus kuat.Siapapun lawan kita harus kakak singkirkan walaupun itu saudara sendiri yang akan menghancurkan kebahagiaan kamu." ucap Dini panjang lebar.
Dini berbicara seperti itu, supaya Lila pun termotivasi dengan cara itu Lila akan timbul rasa ingin sembuh dari traumanya.
" Terima kasih ya... adikku sayang ." ucap Lila dan mereka saling berpelukan.
" Wahhh... kenapa nih, kok kakak nggak diajak-ajak pelukannya..? " protes Nadia saat melihat Lila dan Dini berpelukan
" Sini kak...!!" ucap Lila dan merska pun bertiga berpelukan.
" Kamu adik ku Lila, walau kita tak ada ikatan darah tapi, kamu bagian dari hidup kakak." ungkap Nadia dengan menggenggam erat tangan Lila
Mereka saling melengkapi satu sama lain, memang selama ini Lila lebih dekat dengan Nadia dari pada Hani yang notabenenya adik kandungnya.
Walaupun memang,Lila selalu ada buat Hani.. selalu jadi pendengar yang terbaik buat Hani dan selalu jadi pembela saat Hani yang mendapatkan kemarahan sang ayah.
Tepat pukul sembilan malam, semua kedua keluarga pamit untuk kembali ke rumah Nadia, yang tentunya lebih besar .
__ADS_1
" Deeba benaran mau tinggalin mommy sama daddy? " tanya Lila dengan wajah sedih.
" Iya mom, kata bunda mommy harus berobat trus.. biar cepat sembuh, nggak papa yah mom.. kan ada daddy, Dee..nggak akan nakal kok.. kan ada kak Mita juga bunda sama ayah disana juga masih ada ounty Dini juga ada kakek, nenek, Opa, oma, trus ada kakek uyut juga.. " ucap Deeba dengan menunjuk kearah orang yang dia sebut.
" Oke.. mommy janji akan cepet nyusul kamu ke rumah bunda. " ucap Lila dengan mengelus lembut rambut sang putri.
" Bener yaa.. mommy harus semangat..!!!" seru Deeba memberikan semangat untuk sang mommy.
" Trus daddy jangan nakalin mommy yah, kalau daddy nakal.. aku nggak bakal mau kenal daddy lagi.. " ancam Deeba pada sang ayah yang sedari tadi diam melihat interaksi kedua wanita yang dia cintai.
" Oke... princes daddy, doain mommy cepet sembuh yaa..? trus, kamu baik-baik sama kak Mita, jangan nakal. " kata Ray dan Deeba pun mengangguk.
Semua berpelukan bergantian dan memang berat meninggalkan Lila yang dalam keadaan yang sangat butuh Support system dari keluarga nya.
Namun, Ray berdalih akan lebih kaluasa memberi private teraphy untuk Lila jika mereka berdua.
Sebenarnya semua tahu akal-akalan si Cassanova, tapi.. mereka juga memberikan ruang pada kedua orang yang sudah lama tak bersama, dan supaya Ray juga bisa lebih berdekatan dengan Lila, karena adanya Dee ruang Ray teramat sempit dan harus lebih hati-hati karena disekitar nya ada sang putri.
" Din,dari tadi kok aku nggak liat Hani.. mana dia? nggak pamitan sama aku sih? " ucap Lila saat Dini berpamitan padanya.
" Nggak usah dipikirin, yang perlu kakak tahu.. banyak orang diluar sana mengincar posisi kakak, jadi.. jaga abang aku dengan baik yaa..?? aku yakin, kakak bisa..." ucap Dini dengan lirih dan senyuman penuh arti.
__ADS_1
Lila menatap dengan wajah bingung penuh dengan tanya, apa arti perkataan sang adik ipar.
Bersambung