
Tak lama Dokter Lukman dan juga Dokter Naima keluar dari ruang rawat Lila.
" Bagaimana keadaan istri saya dok? " tanya Ray dengan rasa tak sabar.
" Nyonya Lila mengalami syok berat, dan mengakibatkan tekanan batin dan juga dia mengalami rasa bersalah yang amat dalam pada seseorang, dan saya yakin itu anda.Mungkin karena dia mengalami kejadian yang langsung di lihat oleh anda secara langsung jadi, itu adalah perasaan bersalahnya yang teramat dalam." jelas Naima dengan memperhatikan raut wajah Ray yang sudah berubah menahan amarahnya.
" Apa yang harus kami lakukan dokter? tanya Nadia pada Naima
" Berikan dukungan pada Nyonya Lila, dan yakin kan jika anda masih membutuhkannya." ucap Naima mengarahkan pamdangannya pada Ray.
" Baiklah terima kasih, saya permisi." ucap Ray dengan tak mengindahkan pandangannya ke arah pintu kamar rawat Lila.
Dengan menetralkan pikirannya dan juga merahaup kasar wajahnya dengan kasar.
Ceklek.
__ADS_1
Ray masuk ke dalam ruang rawat dengan hati-hati ,menghampiri brankar yang terlihat Lila terbaring memunggunginya.
" Sayang.. kamu tidur? " tanya Ray dengan lembut.
Lila membalikkan tubuhnya dan melihat siapa yang datang, dan melihat Ray dengan tiba-tiba matanya mengeluarkan air mata memandang wajah Ray.
" Heii.. kenapa nangis, semua akan baik-baik saja. Dan aku akan disini sama kamu, oke.. don't cry Sayang.. " ucap Ray dengan menggenggam erat tangan Lila dan mengusap air mata yang menggenangi mata cantik Lila.
" Aku kotor Ray, dia.. dia... hiks.. hiks.. hiks...
" Walaupun aku sudah disentuh baj*ngan itu, apa kamu...
" Heiii... heiii... sayang, kamu nggak kenal siapa suami mu ini, namaku Gilbert Ray Abraham hanya untuk Dalila Sena Garwita ,maafkan aku sejak awal aku menyakitimu.dan saat ini aku berjanji demi hidupku, aku akan serahkan nyawaku untuk anak dan istriku.. hemmm? " ucap Ray dengan mencium tangan Lila.
" Jangan berkata begitiu, aku juga salah.. menyembunyikan anak kita dari kamu." ujar Lila dengan pandangan sendu.
__ADS_1
" Sudah jangan nangis lagi, kamu wanita kuat.. kita hadapi sama-sama orang jahat akan aku balas dengan yang lebih dari apa yang mereka pikirkan." ucap Ray dengan rahang sudah mengeras menahan amarah.
" Tapi.. aku nggak mau kalau kamu dalam bahaya,mereka orang penting Ray.. " ucap Lila dengan rasa khawatir.
" Kamu cukup di sampingku, percaya padaku.. itu lebih dari cukup untuk membuat aku lebih kuat untuk bisa memberikan pelajaran buat mereka." bisik Ray dengan senyuman menggoda.
" Kamu menggoda ku? " tanya Lila memandang wajah Ray
" Memang kamu tergoda sayang, yang ada akulah yang sudah tergoda melihat bibir manis kamu." bisik Ray di kuping Lila dengan senyuman smirknya.
Mendengar penuturan Ray Lila mengernyitkan dahinya dan seketika wajahnya bersemu merah karena merasa malu dengan apa yang Ray ucapkan.
Dari dulu tak ada cerita manis antara mereka, selama tujuh tahun kurang lebih mereka membina rumah tangga, tak ada kata dan momment yang membuat mereka terkenang dalam bingkai cerita manis.
Bersambung
__ADS_1