
Ray dan Lila menuju mansion Abraham, tak bisa di bayangkan kerinduan yang amat sangat pada buah hatinya Deeba. Yang memang, Dini mengajak Deeba untuk tinggal di mansion Abraham, apalagi Dini sudah tahu jika Hani punya renacana untuk merebut Ray dari kakak iparnya.
Lima puluh menit kemudian Ray dan Lila sampai di rumah besar penuh kenangan yang awal tak begitu menyenangkan di awal pernikahan mereka, bukan karena Ray yang menyakiti Lila namun, ke bod*han Ray yang tak tahu jika Lila si suster yang merawat sang kakek itu istrinya, jika di ingat betapa bod*hnya dia seorang Ray yang Cassanova tak tertarik pada sosok Lila yang memang dengan tampilan sederhananya dan tertutup tanpa terlihat lekuk tubuhnya sama sekali, walaupun memang parasnya tak di pungkiri oleh Ray wajah istrinya memang sedikit menarik perhatiannya dulu, maka dari itu.. dulu dengan cara dia menci*m paksa Lila di tengah malam.
Hal itu yang membuat Ray tersenyum kecut yg kala mengingat masa-masa yang membuat dia merasa bod*h.
" Kenapa kamu senyum-senyum gitu mas? " tanya Lila yang melihat suaminya terlihat aneh.
" Nggak papa cuma aku ingat kebod*han ku dulu,nama istri ku saja aku lupa apalagi wajah cantiknya.aku kalau ingat itu..aku rasa orang paling bod*h." ucap Ray dengan menggenggam erat tangan sang istri.
" Sudahlah, nggak usah di ingetin lagi.Kita masuk, aku sudah kangen sama anak cerewetmu itu. " ucap Lila dengan mengusap lembut rahang kokoh Ray.
" Okey, tapi.. kamu juga harus tahu hanya kamu wanita polos yang aku ci*m paksa malem-malem mom.. " bisik Ray dengan senyuman nakalnya.
" Masss...?!!" pekik Lila mendengar penuturan Ray yang mengingatkan dia di malam yang membuatnya terasa melayang saat itu, karena memang baru Ray lah yang menyentuhnya.
" Sorry.. kita bisa lakukan lebih sekarang, jangan khawatir disini belum bisa ada benihku lagi, aku harus melepasnya dulu baru, akan ada kehidupan lain di sini.. gimana, aku kangen nih..?! " ucap Ray frontal.
" Ihhh... bisa nggak ,ngomongin soal itu nanti saja kalau kita sudah di kamar.. sudah ayo..!!" seru Lila dengan manarik tangan suaminya
" Jadi boleh mom? " tanya Ray dengan senyuman nakalnya.
" Taulah... Dad.. " ucap Lila kesal.
Mendengar jawaban sang istri, Ray hanya tersenyum melihat tingkah istrinya yang masih malu-malu jika menyinggung masalah ranjang.
" Assalamu'alaikum.. " salam di ucapkan Lila saat masuk dalam rumah besar itu.
" Wa'alaikum salam.. " jawaban terdengar dari dalam rumah.
" Mommy, Daddy...!!! " teriak Deeba yang melihat kedua orang tuanya datang tanpa memberi tahu
" Anak Mommy...!! " Seru Lila tak kalah heboh melihat sang putri yang dia rindukan.
Mereka saling berpelukan, Lila mencium gemas anak nya. sungguh rindu yang menyiksa hatinya terobati sudah, melihat sang putri yang telihat tambah berisi dan tentunya penampilan yang berbeda, dengan baju merk ternama.
" Princes daddy nggak kangen sama daddy? " tanya Ray dengan tingkah merajuk.
" Daddy.. kangen dong, gendong..?! " seru Deeba mengulurkan tangannya pada sang daddy.
__ADS_1
Dengan senang hati Ray mengangkat tubuh gadis kecilnya dan mencium gemas wajah putrinya.
" Hihihi... stop dad, ini geli... !!! pekik Deeba dengan menahan wajah sang daddy yang di tumbuhi bulu-bulu halus yang membuat tak nyaman buat Deeba.
" Akhirnya kalian datang juga.. " ucap Kakek Abraham yang berjalan dengan tongkat nya.
" Kakek... " seru Ray dan Lila.
Mereka berdua menghampiri pria tua itu, menyalaminya dan memeluk tubuh renta itu.
" Mama, papa.. " seru Lila melihat kedua mertuanya dan menyalaminya.
" Sehat nak? " tanya mama Jasmine dengan membelai lembut kepala menantunya yang masih terbalut hijabnya.
" Alhamdulillah mah, baik.. papa sama mama gimana? " tanya Lila balik.
" Alhamdulillah baik, sekarang dengan kehadiran kamu di rumah ini lagi jadi lebih baik." jawab papa Malik
" Ayo,kamu perlu istirahat kan.. " ajak mama Jasmine.
"Dini kemana mah? " tanya Ray yang sedari tadi tidak melihat sang adik.
" Deeba pasti ngrepotin mama sama papa yaa?" tanya Lila tak enak hati.
" Nggak ada namanya cucu ngrepotin, adanya Deeba buat rumah ini hidup lagi, kalian buat lagi dong yang banyak, mama kan belum ngrasain gendong bayi kamu La.. " ucap mama Jasmine.
" Sabar ya mah... nanti kita buat kesebelasan. " jawab Ray asal.
" Mass...?!! " seru Lila mendengar penuturan Ray
" Lahh.. benerkan sayang, kita buat kesebelasan kalau perlu.. biar rumah ini rame." jawab Ray dengan senyuman menggoda
" Emang aku kucing, sekali beranak banyak.. lagian rumah ini mau di jadiin playground buat anak kamu apa..? " ucap Lila dengan kesal.
" Hahaha... kalian ini, nggak pernah akur. Tapi, gimana menurutmu kalau pernikahan kalian berdua tidak terjadi..? " ucapan Kakek Abraham membuat mereka Flasback ke beberapa tahun lalu, pembatalan pernikahan dan berakhir dengan pengantin pengganti.
" Seandainya dulu aku nggak mau pastinya rugi kek." ucap Ray.
" Memangnya daddy dulu nggak mau sama mommy? " tanya Deeba yang sedari tadi sibuk dengan mainannya.
__ADS_1
" Daddy kamu itu dulu seorang yang nakal, maunya main aja.. tapi, nggak mau main sama Mommy.. " jawab kakek Abraham.
" Ohh.. karena daddy cowok nggak berteman sama cewek, tapi.. aku berteman sama cowok kok.. " ungkap Deeba dengan polos.
" Iyaa.. kamu nggak boleh membandingkan teman-teman kamu, dan bersikap baiklah pada siapapun.. ngerti? " kata Lila memberikan pemahaman pada sang putri
" Iya mom.. " jawab Deeba dengan singkat.
" Mama bersyukur, punya menantu kamu.. sudah baik, pintar dan juga bisa mendidik Deeba dengan baik." ucap mama Jasmine.
Lila tersenyum dengan penuturan mama mertuanya, dari sekian banyak kesakitan yang dia alami membuat dia sekarang akan menjadi orang yang lebih kuat dalam menghadapi masalah apapun, apalagi background profesi suaminya yang tak bisa di pandng sebelah mata. Banyak ancaman dan juga banyak gangguan dari luar bisa saja membuat dirinya jatuh kembali. Namun, tekadnya satu dia akan mempertahankan pernikahannya sampai nafasnya terhenti.
Setelah mengobrol cukup lama, dan menidurkan Deeba di kamar nya, saat ini Lila dan Ray sudah berada di kamar Ray.
Untuk pertama kalinya Lila menginjakkan kakinya di kamar sang suami, setelah tujuh tahun menikah dengan Ray.
"Kenapa sayang, ada yang ganggu pikiran kamu? " tanya Ray saat mendapati istrinya seperti menyisir kamar itu.
" Nggak ada, cuma aneh.. baru kali ini aku masuk ke kamar kamu, padahal kita sudah tujuh tahun lebih menikah." ucap Lila dengan senyuman kikuknya
" Maafin suami kamu yang bod*h ini yah.. padahal istrinya ada di kamar bawah, nggak sadar sadar.. maafin aku yah, mulai sekarang dan selamanya kita bangun rumah tangga kita dengan rasa percaya.. I Love you mommy.. " ucap Ray dengan mendekap tubuh istrinya.
Lila mendongakkan wajahnya melihat wajah suaminya dan menatap matanya dengan dalam, melihat kejujuran dari dalam matanya untuk pertama kalinya dia merasakan ketulusan.
Lila tersenyum manis dan menangkupkan kedua tangannya di kedua pipi Ray ,mengusap dengan lembut.
" I Love you More dad.. " jawab Lila dengan senyuman manisnya.
Seolah terbius dengan senyuman manis Lila, Ray mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Lila,mengusap lembut bibir merah Lila dan mengecupnya singkat. Namun, tak pernah di sangka Lila kembali menahan kerah kemeja Ray dengan cepat membenamkan bibirnya ke bibir tebal sexy milik Ray dengan senang hati Ray menyambutnya, pagut*n demi pagut*n mereka lakukan, sepertinya tak ada yang mau kalah dalam kegiatan itu, tangan Ray sudah menusup kebagian sensifif milik Lila dua squisi kesukaan Ray.
Kegiatan yang mereka lakukan saat itu tiba-tiba buyar karena Lila dengan cepat melepaskan diri dari suaminya.
" Kenapa yang...apa aku nyakitin kamu? " tanya Ray dengan perasaan khawatir.
"Maaf... ada tamu bulanan." ucap Lila dengan senyuman kikuknya
" Hahhh... gagal dong yang,trus nasib anaconda gimana..?" ucap Ray dengan lemah
Lila melihat wajah suaminya yang berubah lesu hanya bisa nyengir kuda.
__ADS_1
Bersambung