Istri Rahasia Sang Cassanova

Istri Rahasia Sang Cassanova
'' Menginap


__ADS_3

Tak.


Ray Dengan Pelan Menjetikkan Jarinya Ke Kening Reva.


" Aduhh..!! Anda Kenapa, Sakit Tau??"Ucap Reva Mengerucutkan Bibirnya.


"Memang Istri Saya Siapa Kalau Bukan Kamu? Kata Ray Lekat


Deg..


"Heii... Reva.. Arina... Ayo Masuk!! Seru Ray Dengan Membukankan Pintu Mobilnya Di Bagian Penumpang Samping Supir.


"Hahhh...!! Biar Saya....


"Masuk Atau Kamu Mau Saya Gendong Buat Masuk Dalam Mobil Ini...?!! Ancam Ray Dengan Senyuman Devilnya


" Ehhhh... Ng.. Nggak Perlu Saya Bisa Masuk Sendiri..!! Dengan Cepat Reva Menghentikan Langkah Ray Yang Melangkah Ke Arahnya.


"Hemm..."Jawab Ray Singkat Tersenyum Samar Melihat Tingkah Istrinya


"Baru Juga Di Ancam Gitu, Udah Ketakutan Gimana Kalau... Aistttt... Apa Sih Yang Gw pikir"Batin Ray memandang Reva masuk dalam mobil.


"Enak aja mau gendong-gendong... dari Kameran kemana aja..!!"gumam Reva lirih


Ray mulai menyalakan mesin mobilnya namun tiba-tiba, Ray mendekatkan dirinya ke arah Reva.. membuat Reva kaget bukan kepalang.


"Hehh.. ma.. mau apa kamu..!! pekik Reva refleks mendorong tubuh kekar Ray menjauh dari dirinya.


Pletak...


Ray Menyentil kening Reva Dengan sedikit keras, sampai Reva mengaduh Di buatnya.


"Aduuhh... apa-apaan sih.. sakit tau, dasar jadi laki KDRT Mulu..!! pekik Reva menatap Ray sangat kesal


" siapa yang KDRT, Aku cuma mau pasangin Seatbel kamu, dari tadi Emang nggak denger alarm peringatan"ucap Ray memandang wajah sang istri dengan Lekat dan dengan cepat memasangkan deatbelt yang di pake Reva.


"bilang kek, nggak usah pake Deket-deket juga..!! protes Reva mengerucutkan bibirnya


"sorry... abis dari tadi Kamu ngelamun Mulu, kenapa Lagi mikirin dokter tadi.. nyesel nolak ajakan dia?? ucap Ray dengan nada kesal


"yeeyyy..sotoy, aneh aja tiba-tiba ada orang asing aku pulang, dan anehnya maksa..!! ungkap Reva dengan melirik sang suami yang fokus ke jalan

__ADS_1


"kita pulang ke rumah kita, apartement,mansion utama atau hotel? kata Ray mengingatkan Reva yang belum memberi tahukan di mana dia tinggal.


"ehhh.. pulang ke rumah ku,perumahan Anggrek.."Ucap Reva dengan cepat.


untung saja arah jalan tujuan Reva Sama dimana Ray ingin Membawanya.


"kenapa Kesana? kita ke rumah kita yaa..? Ucap Ray menoleh singkat ke arah Reva


" nggak.. aku nggak Mau, dan kalau kamu nggak Mau Kesana, nggak masalah.. bisa turunin aku di sini, Biar aku naik ojol"tolak Reva menatap Ray dengan tatapan sinis


"oke...oke, kita Kerumah Kamu"Ucap Ray santai


Reva tak menganggap omongan Ray, namun dengan diamnya Reva membuat Ray senang.


Tak membutuhkan waktu lama, empat puluh lima menit mereka sampai di sebuah rumah sederhana yang ada di kompleks perumahan yang sederhana pula, namun rumah Reva hanya satu lantai.



foto rumah Reva.


"ini rumah Kamu? tanya Ray melihat sekeliling rumah sederhana itu


"nggak ada masalah kan, kalau aku tidur Disini.. rumah istriku Sama juga Sama rumah Ku"Ucap Ray santai dan melangkah ke dalam rumah sederhana itu


"ehhh... dasar nggak ada salam nggak ada sopannya main masuk aja."protes Reva melihat Ray duduk di sofa ruang tamu rumahnya.


"kamu punya makanan nggak, aku laper.. belum makan malem nih? Ucap Ray tak menanggapi perkataan Reva


"nggak ada, adanya cuma mie instans Sama air putih.."Ungkap Reva seraya masuk dalam kamarnya.


"nggak masalah Lah,mie instans Juga papa yang penting Malam ini perut Ku ke isi, Trus Bisa tidur nyenyak.."Ungkap Ray melepas jaketnya dan menyalakan TV yang berukuran 21inc itu.


"oke aku masakin, Sebentar..."Ucap Reva akhirnya


bagaimana pun,kesal dan Kecewanya dia pada Ray namun dia juga ingat jika laki-laki itu masih berstatus Suami darinya.


Tak butuh waktu lama, Reva Membawa sepiring nasi, Mie rebus,teh hangat juga nugget ke ruang tamu.sedangkan Ray sedang sibuk dengan ponselnya.


"nih makan,abis itu kamu bisa pulang.."Ucap Reva meletakkan makanan yang sudah dia buat.


"siapa bilang aku mau pulang,kan ini rumah Ku juga.."Ucap Ray santai dan menyantap makanan yang sudah Reva buat.

__ADS_1


"hehhh...mana bisa, apa kata orang kalau Kamu nginep disini? tolak Reva menatap tajam ke arah Ray.


"ya udah tenaga aja, kalau sampai mereka gerebek nggak masalah.. Mau di nikahin Lagi ya nggak masalah,lagian kita juga sudah nikah sah secara hukum agama dan negara."Ucap Ray santai sambil menikmati makanan yang di santapnya.


"Taulah.. tapi, kamu tidur di sini.." Ucap Reva meninggalakan Ray dan masuk ke kamarnya.


beberapa saat dia kembali melangkah ke arah Ray dan meletakkan guling dan selimut.


"nih guling Sama selimut,bantalnya pake bantal sofa, Trus kalau mau ke kamar mandi itu kamar mandinya di lemari dapur ada stok peralatan mandi handuknya ada di lemari atas di kamar mandi, itu masih baru..dah, jangan ganggu lagi aku mun istirahat"Ucap Reva meninggalakan Ray dengan cepat.


melihat Sang istri yang sudah masuk ke dalam kamarnya, akhirnya dia keluar dari rumah itu dan bertepatan dengan tiga orang yang sedang ronda.


"loh..mas, anda siapa kok di rumah Reva? tanya salah satu warga itu melihat ray mengambil baju di bagasi mobilnya.


"ehhh.. maaf pak, bisa anter saya ke rumah pak RT nggak ya? saya mau lapor kalau saya mau menginap disini"Ucap Ray dengan santai namun tetap sopan


"hah..mas nya Mau nginep disini, jangan seenaknya mas, Reva wanita baik-baik"Ucap pemuda yang terlihat bersih dan lumayan tampan.


"makanya saya ingin Ketemu pak RT Kalian juga Tau siapa saya"Ucap Ray dan akhirnya dia diantarkan ke rumah pak RT setempat yang tak jau dari rumah Reva.


setelah dipersilakan masuk tanpa basa basi Ray memberi tahukan siapa dirinya bagi Reva, dan meminta mereka merahasiakan pernikahan reva dan ray, jika ada yang tanya bilang saja dia saudara dari keluarga Reva .


tiga orang yang mengantarkan Ray sempat Kaget dengan kenyataan bagaimana tidak, Reva yang mereka kenal adalah seorang istri, walaupun Ray gak menuturkan siapa dirinya.


setelah selesai dengan urusannya Ray kembali ke rumah dan bertepatan dengan Reva yang keluar kamarnya.


"kamu dari mana? tanya Reva saat melihat Ray baru masuk


"dari depan ngerokok"Ucap Ray mengacungkan bungkus rokok di genggamannya.


Tak mau berlama-lama dekat dengan Ray akhirnya Reva masuk kembali ke dalam kamarnya dan menguncinya.


nendengar suara Reva mengunci kamarnya membuat Ray tersenyum getir, rasanya Dia baru Tau jika di acuhkan itu Tak enak rasanya.


bersambung..


jangan lupa like


coment


vote..

__ADS_1


__ADS_2