Istri Rahasia Sang Cassanova

Istri Rahasia Sang Cassanova
# Kenyataan


__ADS_3

" Papa" gumam Reva melihat sosok yang dia kenal dan dengan pandangan yang begitu lembut dan juga senyuman Rama pada Reva.


namun tak nampak jika berhadapan dengan orang lain, wajahnya yang terkesan tegas dan juga berwibawa.


kini mereka sudah duduk di ruangan meeting dengan suasana sepi dan terkesan tegang.


terlihat tuan Malik membisikan sesuatu pada asistennya dan dengan cepat mengangguk.


semua mata tertuju pada asisten tuan Malik yang mendekati Reva dengan membisikan sesuatu.


" Maaf nona mudah, Tuhan besar menginginkan kopi buatan nona, apakah anda bersedia? bisik pak Lee asisten Malik.


dengan cepat Reva mengangguk tanda setuju, dan beranjak meninggalkan ruangan tersebut.


Tak butuh waktu lama, Reva kembali masuk dengan sebuah nampan dan cangkir kopi buatannya untuk sang mertua. dengan cepat pak Lee mengambil Alih nampan yang ada di tangan nona mudanya.


"terima kasih nona muda.."ucap pak Lee lirik Dan Reva menjawab dengan anggukan.


tuan Malik terlihat sangat tenang dan mendengarkan ucapan yang diutarakan direktur global Hospital.


dan 30 menit kemudian pengenalan pemilik baru RS global Telah usai .


Lila kembali pelaksanakan pekerjaannya dan saat dia akan kembali ke tempat jaga ternyata dia berpapasan dengan Sang Papa mertua.


" Reva.."Sapa tuan Malik menyapa sang Menantu.


Reva Dengan cepat menghampiri sang mertua dan menyalami papa mertuanya dengan mencium tangan sang mertua.


" Papa masih di sini, kirain Reva Sudah pulang.. kok papa nggak ngomong kalau Papa pemilik RS Ini Yang Baru" ucap Reva dengan mencebikkan bibirnya


" Maafin Papa Yaa.. Kan Buat Kejutan, Dan Papa Minta Kamu Untuk Pantau Secara Diam-diam Rs Ini Karena Memang Papa Enggak Bisa Selalu Cek, Sementara Ray.. Setelah Kalian Menikah Belum Pulang Dari Amerika, Maafin Anak Papa Yaa? Ucap Tuan Malik Dengan Mengelus Kepala Sang Menantu


Reva Hanya Bisa Tersenyum Dan Menunggu Juga Berdoa Dengan Apa Yang Dia Alami Sekarang Dengan Rumah Tangganya.


.


.


.


.


.


Jauh Di Nengri Jauh Disana Tepatnya, Sebuah Hotel Mewah Seorang Pria Sedang Asyik Menjelajah Tubuh Seorang Gadis Pang*Ilan Yang Dia Sewa Untuk Menghangatkan Malamnya.


" Ahh.. Baby... Ahhh...So Hot.. Emmm... Ahhh"Racau Seorang Wanita Di Dalam Kungkungan Seorang Pria Yang Sedang Memacu Senjatanya Keluar Masuk Ke Dalam Liang Kenik*atan Seorang Pekerja Se*Ternama Disana

__ADS_1


" Aaaaahhhhh...Go Away From Here!!


Setelah Pelepa*an Nya Dia Melepas Pengam*n Dari Senja*a Nya Dan Masuk Kekamar Mandi Segera Membersihkan Dirinya.Tak Berapa Lama Dia Keluar Dan Mengambil Bebetapa Lembar Uang Dan Melempar Ke Wanita Yang Sudah Duduk Di Tepi Ranjang Tempat Saksi Bisu Percinta*n Yang Hanya Sebatas Pem*as Naf*u Seorang Cassanova Gilbert Ray Abraham.


.


.


setelah Wanita itu pergi dan dia juga bergegas keluar dari kamar hotelnya menuju restoran hotel tersebut ,di sana sudah menunggu seorang pria sekaligus sahabatnya Mike yang setia mendampingi sang sahabat.


"Wehhh.. Astaga,lo Itu udah beg* Kenapa lo nggak terima aja istri dadakan lo itu, daripada lu main mulu sama yang haram buat lo, mendingan yang halal lebih dari segala-galanya.. dan dapat pahala pula"Cerocos Mike Untuk Mengingatkan Sang Sahabat.


" kayak pernah ngerasain yang halal aja lo..?! malas lah, palingan juga standar"ucap Ray santai sambil menghisap sebatang rokok di tangan kanannya.


" Om Malik jadi beli rumah sakit itu dan kemarin sudah resmi milik keluarga Abraham"ucap Mike membuat Ray mengurutkan dahinya


"ada-ada aja orang tua itu, lagi pula ngapain coba beli RS segala.. menyusahkan, ujung-ujungnya pasti kita yang handle.. udah ketemu gw.." ucap Ray yang tak habis pikir kenapa orang tuanya masih menambah kesibukan dan berujung pada nya juga.


.


.


.


.


saat ini Ray sudah ada di apartemen nya dan Telah Menyelesaikan hasratnya, Dia Duduk Di Mini Bar Apartemen Mewah Miliknya.


pikirannya entah ke mana berpikir entah sampai kapan dia bisa membuat seperti itu ,dia sudah terlalu frustasi dengan semuanya.


.


.


.



Rumah Keluarga Abraham.


sementara di kediaman Abraham pak Lee asisten Malik sedang berada di dalam ruangan kerja sang bos yaitu Malik Abraham.


pak Lee ditugaskan untuk selalu memantau keberadaan Sang putra, sementara Tuan Malik terlihat sangat marah dengan apa yang baru saja Lee sang asisten katakan, Sudah Tiga Tahun Ray berkelana menjelajah berbagai macam wanita dengan tujuan menyalurkan hasratnya dan juga seperti menyalurkan kemarahannya akan keadaannya.


" Dia Belum berubah juga Lee.." Ucap Tuan Malik Menatap Gambar Yang Ada Padanya.


"maaf tuan kami hanya bisa memantau nya dari jarak jauh.."Ucap Lee Merasa Bersalah Karena Belum Bisa Menemukan Cara Bagaimana Sang Tuan Muda Berhenti Dengan Tabiatnya

__ADS_1


" bagaimana Mike? tanya Malik dengan memandang Lee


" Mike juga sudah berusaha tuan, mengingatkan jika tuan muda sudah menikah ,namun.. nggak ada pengaruhnya sama sekali"Ucap Lee merasa Tak Sanggup untuk menguca kata-kata yang lainnya


Brakk


" A .. Ayah..!!"Tuan Malik terlihat sangat kaget dengan kemunculan sang ayah yang tiba-tiba., namun sebisa mungkin dia berusaha sembunyikan ke kagetannya.


" Tuan Besar.." Seru Lee Dengan Ekspresi Biasa.


" Apa kalian menyembunyikan sesuatu dariku..?"


pertanyaan yang membuat kedua orang di hadapannya Saling pandang dengan senyum Malik mengeleng-gelengkan kepalanya.


" semua baik-baik saja Ayah aku kira Ayah sudah tidur." ucap Malik dengan sebisa mungkin menyembunyikan amarahnya pada Sang putra.


"kalian pikir aku percaya, Ada apa sebenarnya... ini soal perusahaan atau ada yang lebih besar?


Tuan Azman mencecar kembali dengan berbagai macam pertanyaan membuat kedua orang itu berusaha keras menghindari pertanyaan yang membuat Tuan Azman syok.


apalagi beli mempunyai riwayat sakit jantung.


" kau kemari kan amplop coklat yang ada di hadapanmu itu Malik ..!! Cepat..!!


suara tegas Tuan Azman mengemas di dalam kamar itu , dan betapa kagetnya Malik juga Lee atas permintaan sang tuan besar


" ini bukan apa-apa yah... cuman dokumen penting perusahaan"


Kilah Malik pada sang ayah.


azmanto betul Apa yang dia lihat dan dia dengar, mereka berdua sedang membicarakan cucu kesayangannya.


Azman dengan sigap merebut amplop yang berada dalam genggaman Malik Sang putra.


dengan cepat dia buka dan menarik sesuatu di dalamnya dan betapa terkejutnya dia melihat..


raisan cucu kesayangan sedang beradegan vulgar Dengan Beberapa Wanita. Wajah Tuan Azman Mendadak Memegang Dan Merasakan Sakit Di Dadanya.


kakek Azman dengan Seketika wajahnya berubah kesakitan dan memegang dadanya.


" Ayahhhh...!!! Teriak Papa Malik Menghampiri sang ayah yang sudah tak sadarkan diri.


Bersambung


Kasih Like, Vote, Sama Comment Yaa??


biar othor Tambah Semangat Nulisnya..

__ADS_1


Assalamualaikum


__ADS_2