
Tengah malam Al baru kembali ke dalam kamar nya,ia sengaja masuk ke kamar tengah malam menunggu Olivia tidur lebih dulu,entah kenapa ia merasa malu sendiri dengan apa yang tadi ia lakukan meski yang ia lakukan itu bukan lah dosa tapi tetap saja ia merasa malu mungkin karna tak pernah dekat dengan wanita.
ceklek
Ia membuka pintu pelan dan melihat ruangan sudah terlihat remang-remang karna Olivia telah menggantikan nya dengan lampu tidur,ia masuk secara perlahan dan bernafas lega saat melihat Olivia telah tidur pulas dengan cepat ia mengganti baju dengan baju tidur dan naik ke atas ranjang untuk tidur juga berharap besok pagi-pagi sekali ia bangun sebelum Olivia.
Pagi hari nya Olivia bangun seperti biasa ia shalat subuh dan menyiapkan pakaian kerja untuk Aldino,barulah ia turun menuju dapur membuat sarapan untuk mereka semua nya di bantu bibi di sana,selesai ia kembali ke dalam kamar nya untuk mandi.
"Tumben ini orang belum bangun"gumam Olivia menatap Aldino masih tidur di atas ranjang.
Tak ambil pusing Olivia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya,selesai ia keluar dengan sudah memakai baju lengkap karna ia lebih dulu membawa pakaian ganti ke dalam.
"Al,Al,Al"ucap Olivia membangunkan Al.
"Hmm"dehem Aldino kembali mengeratkan selimut nya.
"Bangun sudah siang kau tidak ke kantor"tanya Olivia.
"Sebentar lagi"ucap Al.
"Terserah kau saja yang penting aku sudah membangunkan mu"ucap Olivia berjalan menjauh dari Al,ia memoles sedikit wajah nya dan mengambil tas nya karna mereka akan pergi berlibur bersama karyawan nya maka nya menghabiskan waktu seharian ini.
Olivia pun segera keluar dari dalam kamar membiarkan Al tidur di sana yang penting aku sudah membangunkan nya jadi nanti bukan salah ku lagi,pikir Olivia.
"Al dimana nak"tanya mama Al.
"Masih di kamar ma tidur,Oliv sudah membangun nya tapi tidak mau"ucap Olivia.
"Tumben anak itu masih tidur jam segini"ucap mama Al merasa aneh karna tidak biasa nya Al seperti itu.
"Oliv juga gak tau ma"ucap Olivia.
"Mungkin lelah ma biarkan saja dia istirahat di kamar nya"ucap papa Al.
"Ma Oliv gak ikut sarapan yah pagi ini karna Oliv sudah janji sama karyawan Oliv hari ini libur bersama"ucap Olivia.
__ADS_1
"Kalian pergi menggunakan apa"tanya mama Al.
"Pakai taksi ma"ucap Olivia.
"Kamu bisa bawa mobil"tanya mama Al.
"Bisa ma"jawab Olivia.
"Bawa saja mobil yang di sini minta kunci nya sama pak Asep"ucap mama Al.
"Terimakasih ma"ucap Olivia tersenyum tipis.
"Iya nak"ucap mama Al,ia menyukai Olivia sebagai menantu nya karna Olivia wanita yang baik,lembut dan sedikit tegas.
"Kalu begitu Oliv pamit ma"ucap Olivia menyalami kedua mertua nya dan berlalu pergi dari sana.
Olivia meminta kunci mobil pada pak Asep dan segera melajukan nya untuk menjemput ketiga karyawan nya tersebut. Sedangkan di kamar Al baru saja bangun menatap jam dinding yang hampir jam delapan membuat mata nya membulat sempurna.
"Kenapa juga kesiangan begini"rutuk Al segra berjalan cepat ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya,tak lama ia keluar segera memakai baju yang telah di siapkan oleh Olivia dengan langkah terburu-buru ia keluar dari kamar berjalan cepat menuruni tangga.
"Nanti di saja di kantor ma Al buru-buru ada rapat pagi ini"ucap Al.
"Hati-hati"ucap mama Al sedikit berteriak karna Al sudah menjauh.
Al masuk ke dalam mobil nya dan melajukan nya ke perusahaan, Sampai di sana ia segera masuk ke ruangan nya sudah di tunggu oleh asisten nya.
"Mereka sudah datang"tanya Al pada asisten sekaligus sahabat nya tersebut.
"Dari tadi Al kenapa juga kau terlambat tidak biasa nya kau terlambat"ucap Arga.
"Ck nanti saja bicara nya cepat kita ke sana"ucap Al melangkah tegas ke ruang rapat di ikuti Arga dari belakang.
Semua yang berada di ruang rapat tersebut berdiri dan membungkuk hormat pada lelaki berkuasa tersebut.
"Mulai saja"ucap Al dingin setelah duduk di kursi milik nya.
__ADS_1
"Baik tuan"ucap mereka serentak dan akhir nya rapat di mulai meski pun mereka sedikit takut dengan Aldino.
Hampir dua jam rapat berlangsung akhir nya selesai juga, Al kembali ke ruangan ny bersama dengan Arga namun langkah kedua nya berhenti menatap wanita cantik yang duduk di kursi depan kerja Arga.
"Dinda"ucap Arga memanggil nama wanita tersebut membuat wanita yang bernama Dinda itu berbalik menatap kedua lelaki di depan nya.
"Kalian sudah selesai"tanya Dinda dengan senyum manis nya.
"Untuk kau datang ke sini"tanya Arga.
"Ck apa aku tidak boleh datang ke tempat kerja teman ku sendiri"ucap Dinda sedikit kesal dengan Arga.
Aldino hanya diam saja sedari tadi membiarkan kedua nya bicara,ia pun segera masuk ke dalam ruangan nya meninggalkan Arga dan Dinda, Sebenar nya ia tahu jika Dinda menyukai nya namun ia sama sekali tak tertarik,mereka bertiga memang berteman sejak kuliah namun Al tidak terlalu dekat dengan Dinda karna ia sedikit risi jika dekat dengan wanita, Untuk Arga sendiri menyukai Dinda sejak dulu namun Dinda menyukai Aldino membuat Arga memendam rasa cinta nya tersebut meski ia tahu Aldino tak menyukai Dinda.
"Dia masih saja seperti itu"gerutu Dinda menatap pintu ruangan Al yang sudah tertutup rapat.
"Kau datang untuk mencari perhatian nya lagi"tanya Arga.
"Hmm tapi kenapa dia susah sekali di takluk kan"ucap Dinda.
"Mana aku tahu"ucap Arga cuek.
Andai kau tahu aku di sini mencintai mu tapi kau tak melihat nya,kau terlalu sibuk mengejar Al yang sama sekali tak melihat ke arah mu,batin Arga.
"Bantu aku agar dia menyukai ku yah"ucap Dinda.
"Ck kau tahu sendiri dari dulu dia tidak pernah menyukai wanita mana pun,jangan kan menyukai wanita dekat dengan wanita saja dia tak mau"ucap Arga.
"Aku masih ada pekerjaan jika kau sudah tidak urusan pergi saja"ucap Arga.
"Kau mengusir ku"tanya Dinda.
"Hey nona kau tahu sendiri masuk ke dalam ruangan nya saja kau tidak akan bisa lalu mau apa lagi kau di sini"tanya Arga.
"Aku menemani mu saja di sini sekalian menunggu jam makan siang sebentar lagi,bagaimana kalau kita makan siang bersama sudah lama kita tidak makan siang bersama-sama"ucap Dinda.
__ADS_1
"Baik lah"ucap Arga karna memang benar mereka jarang makan siang bersama karna sibuk dengan pekerjaan masing-masing tidak seperti saat kuliah hampir setiap hari mereka makan siang bersama.