
Seminggu telah berlalu setelah kejian di restoran di mana Olivia tak sengaja bertemu dengan anak dan istri dari ayah nya,hari ini ia bersantai bersama keluarga suami nya dan nanti malam mereka akan menghadiri pesta ulang tahun dari perusahaan milik Olivia yang sama sekali tak ada yang tahu jika ia lah pemilik perusahaan tersebut.
"Kita semua akan datang ke acara ulang tahun perusahaan VIA'Corps bukan"tanya mama Al.
"Tentu saja harus datang tanpa pengecualian"ucap papa Al menatap Al dan Alya bergantian karna kedua nya pasti akan selalu ada alasan jika ada acara seperti itu bersama perusahaan lain nya.
"Iya pa"ucap Alya lesu.
"Kau juga Al harus datang bersama Olivia nanti nya"ucap mama Al di angguki oleh Al.
"Oliv bisa kan menemani suami mu nanti malam"tanya mama Al.
"Bisa ma"ucap Olivia.
"Mama sudah siap kan pakain untuk kita nanti malam"ucap mama Al.
"Kapan mama mempersiapkan nya"tanya Alya menatap mama nya karna baru semalam sang mama dan papa nya pulang dari luar kota.
"Saat di sana luar kota mama pesan pada teman mama yang kebetulan memiliki butik terkenal di sana"ucap mama Al.
"Mama sudah tahu jika perusahaan itu mengadakan acara hingga mama mempersiapkan nya"tanya Alya.
"Bukan teman mama yang mengatakan nya jika akan datang ke acara itu kebetulan perusahaan keluarga mereka juga bekerja sama dengan perusahaan VIA'Corps nah jadi mama ingat jika perusahaan kita pasti juga dapat undangan kan perusahaan kita juga bekerja sama dengan mereka, jadi mama sekalian saja persiapkan untuk kita agar tidak susah mencari nya lagi"jelas mama Al di angguki mereka.
"Apa kalian tidak ingin pergi bulan madu"tanya mama Al pada Aldino dan Olivia membuat kedua nya diam.
"Kalian pergi lah bulan madu berdua sekalian berlibur siapa tahu setelah pulang mama dan papa mendapat kabar bahagia"ucap mama Al membuat kening Al mengerut bingung tak mengerti maksud mama nya sedang Olivia yang mengerti hanya menunduk malu.
"Kabar bahagia bagaimana ma"tanya Al mendapat lemparan bantal sofa dari mama nya.
"Kau ini begitu saja tidak mengerti maka nya jangan yang kau tahu hanya berkas di kantor saja,kata nya pintar hal begitu saja kau tidak tahu"omel mama Al membuat mereka terkekeh.
__ADS_1
"Maksut mama mu jika kalian pulang bulan madu Olivia sudah hamil"ucap papa Al membuat Al terbatuk mendengar nya.
Bagaimana punya anak bersentuhan saja kami gak pernah kecuali beberapa kali aku memeluk nya saat tidur hanya itu saja,batin Al meringis.
"Kenapa respon malah seperti itu mama dan papa juga ingin cucu tahu,lihat lah teman mama dan papa semua sudah memiliki cucu kami juga ingin merasakan menggendong cucu sendiri"ucap mama Al.
"Iya ma nanti kami akan usahakan"ucap Al malas mendengar ucapan mama nya.
"Nanti kau bilang jangan-jangan kalian belum melakukan itu?"tanya mama Al penuh selidik membuat kedua nya diam.
"Wah parah kalian pernikahan kalian sudah hampir sebulan bagaimana mama dan papa dapat cucu jika kalian terus begitu"ucap mama Al kesal.
"Mama bisa tenang dulu gak sih lagian kami masih ingin mengenal satu sama lain ma"ucap Al membuat sang mama berdecih mendengar alasan putra nya.
Seperti nya harus aku yang bertindak agar mereka melakukan nya jika tidak sampai kapan mereka akan seperti ini dan aku semakin lama mendapatkan cucu,batin mama Al tersenyum misterius.
"Sudah la ma mungkin mereka masih canggung saja"ucap papa Al.
"Maafkan kami ma"ucap Olivia menunduk.
"Ehh ini bukan salah mu sayang tidak perlu minta maaf"ucap mama Al.
"Ini sudah sore sebaik nya kita bersiap ke acara nanti malam"ucap mama Al pada mereka.
"Iya ma"ucap ketiga nya.
"Nanti mama suruh pelayan mengantar kan pakaian kalian yang mama sudah siapkan"ucap mama Al di angguki ketiga nya segera masuk ke dalam kamar mereka.
Olivia dan Al yang sudah berada di dalam kamar mereka hanya saling diam saja hingga Olivia teringat sesuatu.
"Boleh kah aku bertanya sesuatu"tanya Olivia sedikit ragu.
__ADS_1
"Tanyakan saja"ucap Al.
"Mmm begini apakah perusahaan mu bekerja sama dengan perusahaan Permana"tanya Olivia membuat Al terdiam.
"Kenapa memang nya apa ada salah satu dari mereka yang mengganggu mu"tanya Al karna ia tahu perusahaan Permana adalah perusahaan papa Olivia namun hubungan mereka tak seperti ayah dan anak saat Al menyelidiki nya.
"Aku hanya bertanya saja"ucap Olivia segera berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya lebih dulu.
Ada apa dengan nya,seperti nya terjadi sesuatu kepada nya hingga ia bertanya tentang perusahaan itu,jika saja mereka berani mengganggu nya aku akan aku berikan pelajaran untuk mereka,batin Al.
Ia memilih duduk di sofa memainkan ponsel nya sambil menunggu Olivia selesai mandi.
Tok tok tok
"Permisi tuan ini ada pakaian dari nyonya"ucap pelayan mengetuk pintu kamar Al dan Olivia.
"Masuk lah dan taruh di sana"ucap Al datar menunjuk ranjang besar mereka.
"Baik tuan"ucap pelayan tersebut menaruh pakaian di tangan nya di atas ranjang.
"Saya permisi tuan"ucap pelayan tersebut di angguki Al kembali duduk di sofa.
Tak lama Olivia keluar dari kamar mandi menggunakan bathrobe dan melihat sudah ada pakaian di sana ia pun mendekati ranjang untuk melihat nya.
"Itu pakaian yang di siapkan mama"ucap Al.
"Kau mandi lah juga"suruh Olivia di angguki Al segera masuk ke kamar mandi,setelah Al tak terlihat lagi Olivia segera memakai baju nya yang ternyata sebuh dres dengan warna sedana dengan baju milik Al.
Selesai memakai baju Olivia memoles sedikit wajah nya dan menata rambut nya agar terlihat rapi dan cantik,malam ini selain ia datang bersama keluarga Al yang termasuk sangat berpengaruh ia juga akan memperkenalkan diri nya sebagai pemilik perusahaan VIA'Corps jadi ia ingin tampil semaksimal mungkin malam ini agar tak membuat keluarga Al malu dan diri nya nanti.
Ia juga memakai perhiasan yang dulu di berikan Al saat mereka menikah untuk menambah penampilan nya,tak lupa ia memakai hells cukup tinggi agar sedikit menyamakan tinggi nya dengan Al mengingat tubuh nya pendek,bisa-bisa mereka mengira aku adik nya pikir Olivia saat memakai hells tersebut.
__ADS_1