Istri Tak Di Anggap Tuan Muda

Istri Tak Di Anggap Tuan Muda
Bab 48


__ADS_3

Al dan Olivia menuruni tangga menuju meja makan sambil bergandeng tangan mambuat mama Al tersenyum senang melihat nya,seperti nya hubungan mereka berdua semakin baik dan erat,pikir nya.


"Ma kami langsung pergi"ucap Al yang baru saja mendapat kabar dari Arga jika ada pertemuan dengan rekan bisnis nya.


"Kalian tidak sarapan dulu"tanya mama Al.


"Di kantor saja ma"ucap Al.


"Hati-hati"ucap mama Al.


"Iya ma"ucap kedua nya menyalami tangan mama Al bergantian.


"Kami pamit ma, Assalamualaikum"ucap Olivia.


"Waalaikumsalam"jawab Mama Al.


Kedua nya masuk ke dalam mobil di antar kan oleh supir karna Al malas membawa mobil ia lebih memilih duduk berdua di belakang bersama Olivia.


"Jangan terlalu lelah bekerja nanti siang aku akan datang ke kantor mu kita makan siang bersama"ucap Al.


"Terserah saja"ucap Olivia jika pun ia mengatakan tidak tetap saja Al akan datang bukan.


"Oh iya setelah makan nanti aku akan pergi ke suatu tempat mungkin pulang nya akan sore"ucap Olivia membuat raut wajah Al berubah datar mendengar nya.


"Kau ingin pergi kemana"tanya Al dengan nada tak suka.


"Aku hanya ke panti saja melihat keadaan mereka karna biasa nya juga setiap minggu aku akan ke sana mengunjungi mereka"ucap Olivia.


"Kalau begitu aku akan ikut dengan mu"ucap Al yang kini nada bicara nya sudah biasa kembali.


"Apa kau tak ada pekerjaan lagi nanti"tanya Olivia.


"Ada Arga yang mengerjakan nya"ucap Al santai.


"Jangan selalu menyusahkan nya dia juga butuh istirahat"ucap Olivia.


"Ck aku membayar nya mahal untuk apa yang ia kerjakan belum lagi dia juga mendapatkan bonus dari ku"ucap Al ketus.


Ya,ya,ya anda bos nya tuan muda jadi terserah kau melakukan apa dan memerintahkan siapa pun,batin Olivia.


Setiba nya di perusahaan Olivia keluar dari dalam mobil setelah berpamitan pada Al dan masuk ke dalam, Al sendiri juga kembali melanjutkan perjalanan nya ke perusahaan milik nya.

__ADS_1


"Apa yang terjadi"ucap Olivia melihat keributan tak jauh dari sana.


"Ada dua orang wanita yang tiba-tiba datang dan membuat kekacauan nona"ucap resepsionis pada Olivia.


"Siapa mereka"gumam Olivia berjalan cepat ke arah keributan tersebut.


"Apa yang kalian lakukan di perusahaan ku"ucap Olivia datar melihat siapa kedua wanita yang di katakan resepsuonis tadi.


"Oh kau sudah datang ternyata"ucap salah satu dari mereka dengan sinis.


"Kalian membuat kekacuan di perusahaan ini,maka kalian tanggung sendiri akibat nya"ucap Olivia mengambil ponsel nya dari dalam tas nya.


"Kau pikir kami takut"ucap seorang wanita lebih tua yang tak lain adalah ibu dan saudari tiri Olivia.


"Aku tak mengatakan kalian takut"ucap Olivia menekan tombol di ponsel nya dan hubungan tersambung.


"Selamat pagi nona di perusuhaan saya ada yang membuat kekacauan mohon bantuan nya untuk menangkap kedua nya"ucap Olivia santai.


"Perusahaan mana nona"tanya seseorang dari seberang sana.


"VIA'Corp"ucap Olivia.


"Baik nona kami akan ke sana"ucap orang tersebut langsung mematikan sambungan terlpon nya.


"Siapa yang kau hubungi"tanya Ririn ketus.


"Polisi"ucap Olivia santai membuat kedua terkejut.


"Apa kau bilang polisi"ucap Siska berteriak.


"Bukan kah kalian tadi mengatakan tidak takut kenapa sekarang berteriak,tunggu lah sebentar lagi polisi akan datang ke sini menjemput kalian berdua"ucap Olivia.


"Kau gila"teriak Ririn keras.


"Bukan kah kalian yang membuat keributan di perusahaan ku lebih dulu"ucap Olivia berubah datar.


"Hallo nona Olivia"ucap seseorang dari belakang Olivia merangkul pundak Olivia.


"Kau sudah datang,beres kan mereka berdua membuat kekacauan di kantor ku jika butuh bukti semua karyawan ku menjadi saksi nya dan juga rekaman CCTV di sini"ucap Olivia pada gadis di samping nya yang tak lain teman nya yang menjadi seorang polwan.


"Ohh bawa mereka ke kantor"ucap Zia yang tak lain teman Olivia.

__ADS_1


Dua petugas wanita yang merupakan bawahan dari Zia segera memborgol tangan kedua wanita yang masih terkejut dengan situasi yang mereka alami,niat hati datang ingin mengacau dan mengancam Olivia agar mengembalikan saham perusahaan Permana yang di tarik Olivia agar perusahaan itu kembali berjalan lancar dan mereka akan hidup seperti dulu kini berbanding terbalik.


"Kau berani memasuk kan kami ke penjara"ucap Ririn pada Olivia.


"Kenapa juga aku tak berani memang nya kalian siapa ku"ucap Olivia melipat tangan nya di dada menatap sinis wanita di depan nya.


"Bawa mereka pergi dari sini aku tak ingin melihat wajah mereka lagi"ucap Olivia berbalik dan berjalan menuju ruangan nya berada.


"Bawa mereka sebentar lagi aku datang"ucap Zia pada kedua bawahan nya.


"Baik bu"ucap kedua bawahan Zia membawa Siska dan Ririn keluar dari perusahaan.


"Kau baik-baik saja"tanya Zia pada Olivia setelah kedua nya berada di ruangan Olivia.


"Aku baik terimakasih sudah datang"ucap Olivia.


"Ck aku teman mu tentu aku akan membantu mu"ucap Zia duduk di sofa dan menatap ruangan Olivia.


"Selera mu sungguh luar biasa buruk"ucap Zia membuat Olivia terkekeh mendengar nya.


"Kau tahu sendiri nona Zia jika aku ini tak mempunyai uang untuk membuat nya luar biasa"ucap Olivia memelas membuat Zia menatap teman nya tersebut dengan malas.


"Apa kau benar-benar akan membuat mereka berdua mendekam di penjara"tanya Zia.


"Tidak juga sih aku hanya ingin memberi sedikit pelajaran saja pada mereka agar tak mengganggu ku"ucap Olivia.


"Kau tahu kan apa yang aku maksud"tanya Olivia.


"Cih seperti kau tak tahu saja siapa aku dan aku tahu kau bagaimana nona"ucap Zia, meski pun Olivia memasuk kan kedua nya ke penjara namun Zia sangat tahu bagaimana Olivia yang tidak akan tega melakukan nya.


"Biarkan saja mereka di sana paling lama seminggu agar mereka tahu berhadapan dengan siapa agar mereka tak macam-macam lagi"ucap Viola.


"Lalu jika pria tua itu datang ke sini bagaimana"tanya Zia.


"Kau sendiri yang akan menjelaskan nya pada dia"ucap Olivia.


"Ck kau menambah pekerjaan ku saja"ucap Zia ketus.


"Nanti aku akan mentraktir mu bakso mang ucup"ucap Olivia terkekeh.


"Terserah kau saja,aku balik dulu pekerjaan ku masih ada di sana"ucap Zia memeluk Olivia.

__ADS_1


"Iya,,terimakasih sudah datang membantu ku"ucap Olivia membalas pelukan Zia.


"Jangan sungkan,aku akan membantu mu semampu ku jika kau ada masalah"ucap Zia melepaskan pelukan nya,ia sudah menganggap Viola sebagai saudara nya sendiri,mereka berteman dari Viola tinggal bersama nenek nya dan kebetulan rumah nenek Viola dan rumah Zia hanya berjarak dua rumah maka dari itu kedua nya bertemab baik.


__ADS_2