
Setelah semua nya selesai Olivia ikut bersama keluarga Aldino meninggalkan sang nenek bersama yang lain,awal nya ia enggan meninggalkan sang nenek namun bagaimana lagi ia harus ikut serta bersama suami nya.
Di dalam mobil kedua nya diam saja seperti tak saling mengenal satu sama lain karna orang tua dan adik nya Aldino berada di mobil lain. Sampai akhir nya mereka tiba di rumah mewah milik keluarga Aldino satu persatu mereka turun dari dalam begitu juga dengan Olivia.
"Selamat datang di keluarga Bintara nak Olivia"ucap mama Al saat berada di depan pintu.
"Terimakasih ma"ucap Olivia tersenyum tipis.
"Sekarang kita sudah jadi keluarga jadi anggap saja rumah ini rumah nya nak Oliv jangan sungkan"ucap mama Al menggandeng tangan Olivia masuk ke dalam.
"Iya ma"ucap Olivia ikut saj masuk ke dalam rumah tersebut.
"Kalian istirahat saja pasti lelah seharian ini bukan, Al ajak istri mu ke kamar kalian"ucap mama Al.
"Ke kamar kalian"ulang Al.
"Ck kau ini bagaimana sih kamar mu itu kamar nya Olivia juga sekarang dia telah menjadi istri mu"ucap mama Al membuat Al terdiam.
"Ayo"ucap Al pada Olivia agar mengikuti nya menuju ke kamar nya walaupun ia tak suka berbagi kamar dengan wanita namun bagaimana lagi bisa-bisa telinga nya akan panas mendengar omelan sang mama yang tidak akan berhenti.
Olivia mengikuti Al dari belakang,ia juga tahu jika lelaki di depan nya tidak suka dengan keberadaan nya namun bagaimana lagi tidak mungkin kan mereka pisah kamar di tersebut.
Saat Al membuka pintu mata nya membulat menatap kamar nya yang berubah total bagaimana tidak,kamar nya di penuhi bunga di hias sedemikan rupa tak hanya itu meja rias di sana juga ada.
"Ini pasti ulah mama"gumam Al masih bisa di dengar oleh Olivia.
"Kenapa"tanya Olivia.
"Tidak ada"ucap Al masuk ke dalam begitu juga dengan Olivia.
__ADS_1
Olivia menatap sekeliling kamar yang berwarna gelap seperti tak ada kehidupan di dalam kamar tersebut dan menatap Al yang membuka baju luar nya.
Kamar ini seram sekali seperti tak ada kehidupan saja,sama seperti pemilik kamar ini yang seperti tak ada kehidupan nya,wajah nya saja datar begitu belum lagi jika mata nya melotot lebih menyeramkan,haiss jika saja bukan karna nenek mana mau aku menikah dengan pria model begini,batin Olivia.
Tanpa kata Al segera pergi dari dalam tersebut menuju ruang kerja nya meninggalkan Olivia yang masih berdiri mematung tidak tahu berbuat apa.
"Lebih baik aku mandi"gumam Olivia mencari kamar mandi setelah menemukan nya ia bergegas membersihkan tubuh nya yang sedari tadi sudah lengket.
Selesai mandi ia keluar dari dalam hanya menggunakan handuk saja dan segera memakai baju nya,ia pun bergegas ke sofa membaringkan tubuh nya di sana karna ia tidak mau pemilik kamar tersebut marah pada nya jika lancang tidur di atas ranjang.
"Membosan kan sekali,lebih baik aku tidur besok ke toko untuk mengecek barang baru"gumam Olivia memejam kan mata nya untuk tidur tanpa menunggu pemilik kamar tersebut yang ia sendiri tidak tahu kemana pergi nya.
Saat jam makan malam Al keluar dari ruang kerja nya langsung ke lantai bawah menuju makan malam untuk makan bersama,ia duduk di tempat nya biasa membuat sang mama menatap ke arah Al dengan bingung.
"Al istri mu di mana kenap tidak ikut turun"tanya mama Al.
"Masih di kamar mungkin ma"ucap Al.
"Di ruang kerja"ucap Al singkat.
"Ck kau ini tidak ada lelah nya apa,hari ini pernikahan mu masih sempat-sempat nya bekerja"ucap Mama Al.
"Alya panggil kan kakak ipar mu"ucap mama Al.
"Iya ma"ucap Alya segera ke lantai atas untuk memanggil kakak ipar nya tersebut.
Tok tok tok
"Kak Oliv ini Alya kak ayo turun kita makan malam"ucap Alya dari balik pintu.
__ADS_1
"Iya Alya"ucap Olivia segera bangkit dari sofa menuju kamar mandi mencuci wajah nya lebih dulu,baru lah ia turun bersama Alya yang masih berada di depan pintu.
"Kakak ngapain di kamar tidak turun"tanya Alya.
"Kakak ketiduran karna sedikit lelah"ucap Olivia di angguki Alya.
Mereka sampai di ruang makan segera duduk di kursi yang masih kosong.
"Maafkan Oliv ma tidak ikut membantu memasak"ucap Olivia tak enak.
"Mama mengerti kok kamu pasti lelah saat acara tadi lagian ada bibi yang menyiapkan nya"ucap mama Al.
"Ayo makan tidak baik bicara di depan makanan"ucap papa Al di angguki mereka.
"Kau ingin makan pakai lauk apa"tanya Olivia karna ia tahu tugas nya sebagai istri melayani suami nya,meski pun mereka tak saling mencintai namun bagi nya setidak nya saling menghargai satu sama lain.
"Terserah"ucap Al di angguki Olivia segera mengisi piring Al dengan nasi dan lauk lalu memberikan nya pada Al,ia pun mengisi piring nya dan duduk di sebelah Al.
Semua yang berada di meja makan hanya tersenyum tipis menatap pengantin baru tersebut dan mulai makan dengan diam.
Selesai makan bersama untuk pertama kali bersama orang baru yang akan tinggal bersama mereka,semua masuk ke dalam kamar untuk istirahat karna lelah saat acara tadi begitu juga dengan Al dan Olivia yang sudah berada di kamar.
"Aku bersihkan dulu sebentar"ucap Olivia membersihkan bunga-bunga yang bertaburan di atas ranjang dan memasuk kan nya ke dalam plastik. Sementara Al pergi ke ruang ganti mengganti baju nya dengan baju tidur.
"Sudah selesai"ucap Olivia namun tak ada jawaban dari Al sama sekali membuat Olivia menatap sinis ke arah lelaki yang sudah berada di atas ranjang tersebut.
Olivia pun mengganti baju nya dengan baju tidur,ia mencari selimut yang akan ia gunakan setelah mendapatkan nya ia kembali ke sofa membaringkan tubuh nya dan menyelimuti diri nya,beruntung Sofa tersebut cukup luas dan nyaman hingga tak membuat tubuh nya sakit.
"Selamat malam"ucap Olivia pelan dan menutup mata nya untuk tidur.
__ADS_1
Sedangkan Al hanya diam saja tanpa ada niatan mengajak Olivia tidur di ranjang nya,sedari tadi ia hanya melihat apa yang di lakukan gadis tersebut hingga akhir nya Olivia menutup mata nya di sofa.
"Gadis aneh"gumam Al tak peduli dengan apa yang di lakukan Olivia,ia juga memejam kan mata nya untuk segera tidur,malam ini ia satu kamar dengan seorang gadis untuk pertama kali nya walaupun tidak satu ranjang.