Istri Tak Di Anggap Tuan Muda

Istri Tak Di Anggap Tuan Muda
Bab 15


__ADS_3

Di dalam mobil Olivia meremas baju nya untuk menghilangkan rasa cemas nya namun tak kunjung hilang,sesekali ia melirik ke arah Al karna merasa mereka lama sekali sampai di rumah sakit namun tak bisa mengatakan nya.


Setelah sampai di rumah sakit Olivia segera keluar dari dalam mobil dan berlari masuk ke dalam rumah sakit di mana nenek nya di rawat.


"Bik Inah"ucap Olivia melihat bik Inah sedang duduk di kursi depan ruangan.


"Non Oliv"ucap bik Inah.


"Apa yang terjadi dengan nenek bik"tanya Olivia.


"Tidak tahu non tadi saat bibik ingin mengajak nenek keluar kamar bibik membuka pintu nenek sudah tak sadar kan diri di lantai"ucap bik Inah.


Olivia terdiam mendengar nya,ia merasa bersalah telah meninggalkan nenek nya sendirian di rumah hingga membuat nenek nya seperti sekarang.


"Bagaimana keadaan nenek saya dok"ucap Olivia saat melihat dokter yang menangani nenek nya keluar.


"Beliau ingin bertemu dengan Olivia"ucap dokter tersebut.


Tanpa kata Olivia langsung masuk ke dalam ruangan nenek nya dan melihat nenek nya terbaring lemas di sana.


"Nenek"ucap Olivia saat telah berada di depan sang nenek.


"Oliv"ucap nenel Oliv lemah menggenggam tangan Olivia.


"Nenek jangan banyak banyak bicara dulu yah agar nenek cepat sembuh"ucap Olivia menahan air mata nya yang ingin keluar.


"Di mana suami mu nak,panggil dia kemari"ucap nenek Oliv dengan suara lemah.


"Sebentar nek"ucap Olivia berbalik keluar untuk memanggil Aldino.


"Kak nenek menyuruh masuk ke dalam"ucap Olivia pada Al karna Al lebih tua tiga tahun dari nya jadi ia panggil kakak saja karna tidak tahu harus memanggil nya dengan apa lagi.


"Hemm"dehem Al masuk ke dalam bersama Olivia,ia juga bisa menatap mata wanita tersebut yang menahan tangisan nya.


"Boleh nenek meminta sesuatu nak Al"ucap nenek Olivia setelah kedua nya berada di dekat nya.


"Nenek katakan saja"ucap Al sopan.

__ADS_1


"Nenek hanya meminta nak Al untuk menjaga cucu nenek ini saja,setelah nenek pergi nenek tidak mau dia merasa sendirian"ucap nenek Olivia.


"Jangan bicara seperti itu nek Oliv tidak suka nenek tidak akan pergi kemana pun"ucap Olivia menangis mendengar ucapan nenek nya.


"Berjanji lah untuk menjaga cucu nenek ini dengan baik dan satu lagi nenek mohon jangan menyakiti nya juga"tambah nenek Olivia yang suara nya semakin tak jelas.


"Al janji akan menjaga nya dengan baik nek"ucap Al membuat nenek Olivia tersenyum.


"Olivia jadi lah istri yang baik dan menurut dengan suami mu nak,satu lagi jangan benci ayah mu karna bagaimana pun dia adalah ayah kandung mu"ucap nenek Olivia semakin membuat tangisan Olivia pecah.


"Nenek bisa tenang sekarang meninggal kan mu semoga kalian bahagia selalu,nenek menyayangi mu"ucap nenek Olivia dengan senyum dan mata nya mulai tertutup rapat.


"Nenek,bangun nek jangan tinggal kan Oliv sendirian nek"ucap Olivia mengguncang tubuh nenek nya.


"Nenek sudah tenang sekarang"ucap Al memeluk Olivia yang menangis histeris.


"Nenek jangan tinggal Oliv nek"ucap Olivia tak menghiraukan ucapan Al.


Tak lama dokter datang memeriksa kondisi nenek Olivia karna bik Inah memanggil dokter.


"Bagaimana dok nenek saya baik-baik saja bukan"tanya Olivia yang masih berada di pelukan Al.


"Tidak,ini tidak mungkin"ucap Olivia menggelengkan kepala nya tak percaya.


"Nenek tidak mungkin meninggalkan ku sendirian yah tidak mungkin"ucap Olivia pelan dan ia pun jatuh pingsan beruntung Al masih memeluk nya.


"Kalian urus semua nya"ucap Al pada dokter tersebut segera menggendong Olivia yang jatuh pingsan.


"Baik tuan"ucap dokter tersebut karna mereka tahu siapa Aldino.


Jenazah nenek Olivia segera di bawa pulang ke kediaman nya menggunakan ambulans,Olivia yang sudah sadar kembali menangis histeris di dalam ambulans melihat nenek nya yang sudah terbujur kaku.


Sampai di rumah duka semua keluarga nenek Olivia telah menunggu di sana,mereka tahu kabar tersebut dari bik Inah jadi langsung ke rumah nenek Olivia.


Jenazah nenek Olivia di bawa masuk me dalam dengan bantuan tetangga yang berdatangan,Olivia sendiri di papah oleh Al karna tubuh nya lemah sedari tadi terus menangis.


"Nenek pergi meninggal kan kita Dit"ucap Olivia saat Adit berada di dekat nya dan memeluk nya.

__ADS_1


"Kakak jangan menangis kak nanti nenek ikut menangis"ucap Adit padahal diri nya juga menangis.


Olivia yang terus menangis kembali pingsan membuat yang lain terkejut sekaligus merasa iba melihat Olivia yang terlihat begitu terpukul dan kehilangan.


"Biar kakak yang urus"ucap Al pada Adit.


"Kak Oliv kenapa kak"tanya Adit kepada Al.


"Hanya lelah menangis saja,nanti juga akan sadar kembali"ucap Al menggendong Olivia ke kamar Oliv yang berada di rumah nenek nya.


Al membaringkan Olivia di atas ranjang,besok jenazah nenek Olivia baru di makam kan karna sudah malam.


"Kau tidak akan sendirian aku akan menjaga mu"ucap Al pelan mengusap kepala Olivia dan menghapus air mata Olivia yang masih tersisa di pipi nya.


Tak lama orang tua Al datang karna Alya mengabari mereka jadi mereka langsung berangkat dari luar kota.


"Dimana Olivia"tanya mama Al pada bibi Oliv.


"Di kamar bersama Al tadi dia pingsan"ucap bibi Olivia di angguki mama Al.


"Kalian yang sabar nenek pasti sudah tenang di sana"ucap mama Al mengelus pundak bibi Olivia yang masih menangis sesegukan.


"Terimakasih mbak"ucap bibi Olivia.


"Al kenapa kau keluar apa Olivia sudah sadar"tanya mama Al melihat Al keluar dari kamar.


"Belum ma"ucap Al.


"Lalu kenapa kau keluar kau butuh sesuatu"tanya mama Al.


"Tadi nya Al ingin menghubungi mama dan papa Al kira mama dan papa tidak tahu"ucap Al.


"Alya memberi tahu mama dan papa maka nya kami langsung balik ke sini"ucap mama Al.


"Masuk lah ke dalam nanti Olivia sadar tidak ada orang di sekitar nya"ucap mama Al lagi.


"Iya ma"ucap Al kembali masuk ke dalam menemani Olivia.

__ADS_1


Satu jam kemudian Olivia membuka mata nya menatap sekeliling,kembali air mata nya jatuh tanpa suara tatapan nya juga berubah kosong.


"Sudah sadar"tanya Al mengahapus air mata Olivia namun Olivia sama sekali tak merespon ia hanya diam saja dengan air mata yang terus keluar namun tak ada suara menangis dari mulut nya membuat Al menatap wanita di depan nya dengan iba.


__ADS_2