
Setelah kepergian Al mereka bertiga diam mematung mendengar ucapan tuan muda Aldino tersebut yang mengatakan jika Olivia adalah istri nya.
"Ini pasti cuma mimpi"ucap Ririn istri dari tuan Permana tak dapat menerima kenyataan yang ia dengar tersebut.
"Iya ma tuan Al pasti berbohong mana mungkin wanita itu istri nya"ucap Siska putri dari Ririn,pasal nya ia menyukai tuan Al.
"Kalian bisa diam tidak"ucap tuan Permana meninggikan suara nya pada kedua wanita di hadapan nya tersebut membuat kedua nya diam tak berani bicara lagi.
"Kita akan pindah dari rumah ini karna sebentar lagi pihak bank akan menarik nya"ucap tuan Permana mendesah pelan.
"Pindah kemana pa"tanya Siska.
"Belum tahu kita cari rumah yang bisa kita tempati dulu besok"ucap tuan Permana.
"Rumah yang lebih besar pa"tanya Siska.
"Bukan,,kehidupan kita akan berubah tidak seperti kemaren lagi perusahaan sudah bangkrut dan semua nya juga akan di tarik pihak bank karna perusahaan tidak bisa berjalan lagi otomatis harus memberhentikan para karyawan dan membayar gaji mereka semua"ucap tuan Permana.
"Jadi kita akan jadi miskin"tanya Ririn.
"Hmm"dehem tuan Permana.
"Gak,,Siska gak mau hidup susah lagi ma"ucap Siska menggelengkan kepala nya.
"Bukan kah dulu hidup kalian memang susah sebelum bertemu dengan ku jadi tidak usah syok begitu karna kalian sudah pernah merasakan bagaimana hidup susah"ucap tuan Permana meninggalkan kedua wanita tersebut masuk ke dalam kamar nya.
"Ma bagaimana ini Siska gak mau hidup susah"ucap Siska.
"Mama juga gak tahu"ucap Ririn pusing di buat nya.
"Ini semua gara-gara anak itu ma"ucap Siska kesal.
"Kau benar sayang bagaimana ia bisa mempunyai perusahaan sebesar itu"ucap Ririn.
"Kita harus merebut nya ma aku tidak mau hidup miskin lagi"ucap Siska.
"Memang nya kau pikir mama juga mau hidup miskin lagi"ucap Ririn kesal.
__ADS_1
"Seperti nya kita harus membuat rencana agar bisa membuat nya menderita ma,aku tidak mau melihat nya bahagia sedangkan kita gak"ucap Siska.
"Mama setuju kita harus merencakanan untuk menghancurkan nya"ucap Ririn.
Lain hal nya dengan Al yang kini sudah berada di rumah sakit kembali setelah dari rumah tuan Permana namun ia sempat berhenti membeli buah-buahan untuk Olivia.
"Kalian pergi"ucap Al datar pada kedua suster yang tadi ia suruh untuk menjaga Olivia.
"Baik tuan"ucap kedua suster tersebut segera bangkit dari duduk mereka di luar ruangan Olivia.
Al masuk ke dalam setelah kepergian kedua suster tersebut,ia melihat Olivia kembali tidur dengan mata bengkak sehabis menangis mungkin Olivia tertidur karna lelah menangis hingga mata nya bengkak.
Melihat Olivia tidur Al memilih duduk kembali di sofa dan menghubungi mama nya untuk mengatakan jika ia dan Olivia tidak pulang malam ini karna jika tak menghubungi sang mama yang ada di rumah akan heboh.
"Hallo ma"ucap Al setelah mama nya mengangkat telpon dari nya.
"Kau kemana Al kenapa tidak masuk ke kantor Arga menghubungi mama juga tadi menanyakan mu kata nya kau gak masuk ke kantor"ucap Mama Al panjang lebar.
Ck anak itu seperti nya mau minta di potong gaji nya udah di bilang juga ada urusan,batin Al kesal pada Arga yang malah mengadu sama mama nya.
"Ck Al ada di kantor Olivia ma"ucap Al malas membuat sang mama di seberang sana tersenyum senang mendengar nya.
"Malam ini kami gak pulang ke rumah ma mungkin akan menginap di perusahaan karna Al membantu Olivia mengerjakan berkas dulu kasihan dia mengerjakan nya sendiri"ucap Al.
"Baiklah"ucap mama Al.
"Al matikan dulu ma"ucap Al langsung mematikan sambungan telpon nya membuat sang mama di seberang sana mengendus kesal karna kelakuan Al.
Al menghela nafas kasar setelah selesai menghubungi mama nya ia terpaksa terbohong karna tidak mau membuat mama nya khawatir lagi pula Olivia juga sudah bisa pulang besok dan luka di tangan nya juga sudah di balut.
"Kau masih di sini"tanya Olivia yang sudah bangun saat Al telponan.
"Hmm"dehem Al membuat Olivia mengendus malas.
"Apa masih sakit"tanya Al di balas gelengan kepala oleh Olivia.
"Kau mau apa"tanya Al melihat Olivia bangkit dari tidur nya.
__ADS_1
"Aku ingin ke kamar mandi"ucap Olivia.
Al segera bangkit dari duduk nya mendekati Olivia yang sedang menatap nya dengam bingung.
"Kau mau apa"tanya Olivia menatap Al dengan waspada.
"Ck jangan berpikir yang aneh-aneh"ucap Al menoyor kening Olivia pelan.
"Ayo aku bantu"ucap Al lagi langsung memamah Olivia dengan satu tangan nya dan satu tangan lagi memegang tiang infus.
"Ehh aku bisa jalan sendiri"ucap Olivia.
"Kau diam saja"ucap Al datar membuat Olivia diam jika Al sudah berbicara datar dan dingin membuat nya sedikit takut.
Al menduduk kan Olivia di closet setelah tiba di dalam kamar mandi.
"Sana keluar"ucap Olivia menatap Al yang masih berdiri di depan nya.
"Kenapa harus keluar"ucap Al.
"Ck kau keluar sana mana mungkin aku buang air kecil di depan mu"ucap Olivia ketus.
"Ck menyusahkan saja padahal aku juga sudah pernah melihat nya"ucap Al berbalik keluar dari dalam kamar mandi.
"Kalau sudah selesai panggil aku"ucap Al lagi dari balik pintu.
"Iya"ucap Olivia dengan wajah memerah mendengar ucapan Al yang sama sekali tak berfilter,apa ia memang seperti itu atau bagaimana sangat berbeda dengan apa yang orang-orang katakan,pikir Olivia.
Selesai dengan urusan nya di dalam kamar mandi Olivia berjalan sambil mengangkat tiang infus nya dan membuka pintu.
"Kenapa kau keras kepala sekali sih aku sudah bilang jika sudah selesai panggil aku"ucap Al segera membantu Olivia kembali.
Seperti aku sakit parah saja dan tidak bisa berdiri,kaki ku baik-baik saja tuan muda yang sakit tangan ku itu pun sebelah kiri,batin Olivia ingin mengatakan nya di depan Al sambil berteriak namun ia tak berani mengatakan nya yang ada Al akan mencekik nya membanykan nya sana membuat nya bergidik ngeri.
"Kau kenapa"tanya Al menatap Olivia.
"Eh tidak papa kok"ucap Olivia sambil menggeleng kan kepala nya.
__ADS_1
"Aku duduk di sofa saja"ucap Olivia.
"Hmm"dehem Al segera memapah Olivia ke arah sofa dan menduduk kan Olivia di sana,setelah itu ia mengambil buah yang tadi nya ia beli dan membawa nya ke sofa juga.