Istri Tak Di Anggap Tuan Muda

Istri Tak Di Anggap Tuan Muda
Bab 50


__ADS_3

Olivia dan wanita tersebut sama-sama diam di ruangan Al dan sama-sama duduk di sofa,Olivia memilih melanjutkan bacaan nya sedangkan wanita itu sibuk dengan kaca dan makeup nya membenarkan riasan wajah nya.


Satu jam lebih menunggu Al datang ke ruangan nya membuat Olivia dan wanita itu menoleh bersamaan.


"Alll"ucap wanita itu tersenyum lebar berjalan cepat menghampiri Al dan ingin memeluk Al namun Al lebih dulu menghindar sebelum wanita di depan nya memeluk nya.


"Ck aku hanya ingin memeluk mu kau malah menghindar apa kau tak merindukan ku,setelah sekian lama tak bertemu kau masih saja kau tahu aku sangat merindukan mu"ucap wanita itu pada Al.


"Sudah lah Jeni tidak usah bertingkah seperti anak kecil kau sudah dewasa"ucap Al datar menghampiri Olivia yang masih menatap kedua nya bergantian.


"Kau masih saja sama"ucap Jeni mengikuti Al dari belakang.


"Kenapa tidak istirahat aku menyuruh mu istirahat tadi"ucap Al pada Olivia tanpa peduli dengan Jeni.


"Aku hanya membaca buku saja"ucap Olivia.


"Siapa wanita ini Al"tanya Jeni pada Al menatap sinis Olivia.


"Dia istri ku"ucap Al membuat Jeni terkejut mendengar nya.


"Tidak,tidak ini tidak mungkin"ucap Jeni menggelengkan kepala nya tak percaya jika Al telah menikah,ia jauh-jauh untuk mengejar pendidikan di luar negeri agar sepadan dengan Al malah Al menikah dengan wanita lain.


"Terserah kau saja percaya atau tidak"ucap Al datar.


"Dia siapa"tanya Olivia berbisik pada Al,ia penasaran dengan wanita di depan nya yang seperti nya begitu menyukai Al.


"Teman ku waktu kecil"ucap Al di angguki Olivia.


"Kau pasti berbohong Al tidak mungkin kau menikah dengan dia,kau sudah tahu aku menyukai mu sedari kecil bahkan aku mengerjar pendidikan ku jauh agar bisa sepadan dengan mu"ucap Jeni.


"Aku sudah sering mengatakan pada mu Jen jika aku tak pernah menyukai mu kau sudah ku anggap adik ku sendiri tidak lebih dari itu"ucap Al datar.


"Apa yang kurang dari ku Al sehingga kau tak menyukai ku"ucap Jeni kini menangis membuat Olivia menatap wanita di depan nya dengan iba.

__ADS_1


Apa sesuka itu dia pada Al hingga ia sampai menangis,cinta bisa membuat orang seperti itu ternyata beruntung aku tak pernah mengenal yang nama nya cinta dulu dan malah langsung menikah,batin Olivia.


"Kau tidak kurang apapun Jen tapi aku tak bisa menyukai mu"ucap Al datar.


Jeni hanya bisa menangis mendengar ucapan Al,ia memang tahu jika Al tak menyukai nya namun tak bisakah ia berharap pada orang yang ia cintai agar mencintai nya juga,padahal di luar sana banyak yang mendekati nya namun tak ada satu pun yang berhasil menarik perhatian dan hati nya karna ia mencintai Al.


"Arga antarkan dia pulang"ucap Al pada Arga yang baru saja masuk ke dalam ruangan nya.


"Tidak perlu aku bisa sendiri"ucap Jeni mengambil tas nya di dekat Olivia dan berjalan keluar dari ruangan Al meninggalkan perusahaan tersebut.


"Apa tak terlalu jahat berbicara seperti itu pada nya"tanya Olivia merasa kasihan pada Jeni.


"Aku sudah sering mengatakan nya pada dia jika aku tak menyukai nya dia saja yang keras kepala masih menyukai ku"ucap Al membuat Olivia diam.


"Tapi dia kasihan harus menangis karna mu"ucap Olivia membuat Al menatap datar wanita di depan nya tersebut.


Dia malah kasihan pada Jeni,apa dia tidak tahu bagaimana perasaan ku pada nya,dan apa itu wajah nya malah biasa saja saat Jeni mengatakan menyukai ku,batin Al kesal sendiri.


"Kenapa kau diam kau mengizinkan nya"ucap Al melihat Olivia yang diam saja.


"Ehh tentu saja tidak aku tidak mau di madu juga tahu"ucap Olivia cepat.


"Maka nya jangan terlalu suka mengasihani orang lain"ucap Al di angguki Olivia.


Enak saja kau ingin menikah lagi,aku tidak mau mempunyai madu dan aku juga tidak mau bercerai,kau sudah mengambil kesucian ku siapa lagi yang akan mau dengan ku jika bercerai masa aku menjadi jandi se umur hidup,batin Olivia.


"Jangan memikirkan yang aneh-aneh"ucap Al menuding kening Olivia pelan.


"Siapa yang memikirkan hal aneh-aneh"ucap Olivia.


"Aku tahu apa yang ada di dalam otak kecil mu ini"ucap Al.


"Apa kau bisa membaca pikiran orang"tanya Olivia polos membuat Al membuang wajah nya ke samping karna Olivia begitu menggemaskan saat memasang wajah polos nya.

__ADS_1


Ia berdiri dari duduk nya dan masuk ke dalam ruangan pribadi milik nya membuat Olivia bingung melihat Al yang kadang aneh begitu.


"Dia kenapa sih aku hanya bertanya malah pergi meninggalkan ku"gumam Olivia pelan.


Karna di tinggal sendirian Olivia pun berjalan masuk ke dalam ruangan pribadi Al dan melihat Al membaringkan tubuh nya di atas ranjang.


"Kau tak bekerja"tanya Olivia menatap Al yang memejamkan mata nya.


"Nanti"ucap Al.


"Mendekat"ucap Al lagi.


"Mendekat kemana"tanya Olivia polos.


"Ck mendekat ke sini"ucap Al ketus di angguki Olivia mendekati Al,kini ia berdiri di depan Al tanpa tahu melakukan apa.


Al membuka mata nya dan menarik tangan Olivia hingga Olivia terjatuh depat di dada nya membuat Olivia kaget.


"Kenapa tubuh mu kecil sekali sih"ucap Al memeluk Olivia yang berada di atas nya.


"Begitulah"ucap Olivia berusaha lepas dari pelukan Al karna ia merasa risih sendiri berada di pelukan Al.


"Apa kau kekurangan gizi saat kecil hingga tubuh mu tak bertumbuh kembang dengan baik"ucap Al membuat Olivia mengendus kesal mendengar nya.


"Aku tak kekurangan gizi kalau tuhan menciptakan ku begini yah begini"ucap Olivia ketus membuat Al terkekeh mendengar nya.


"Lepaskan aku"ucap Olivia.


"Jangan terus bergerak begitu nanti kau bisa membangunkan adik ku"ucap Al.


"Adik mu yang mana,Alya tidak ada di sini dia masih sekolah"ucap Olivia dengan wajah tak berdosa nya membuat Al menggeleng pelan karna wanita yang sudah menjadi istri nya itu ternyata begitu polos.


Dia pintar dalam mengembangkan perusahaan tapi soal begitu saja dia begitu polos,apa dia tak belajar dulu waktu sekolah,batin Al.

__ADS_1


__ADS_2