Istri Tak Di Anggap Tuan Muda

Istri Tak Di Anggap Tuan Muda
Bab 34


__ADS_3

Kini Olivia tak bekerja lagi di toko milik nya dan menyerahkan nya pada ketiga karyawan nya tersebut untuk mengurus nya. Pagi ini ia bersiap dengan pakaian formal nya untuk pergi ke perusahaan tak lupa ia juga menyiapkan pakaian Al dan semua keperluan Al ia taruh di sofa ruang ganti karna Al masih berada di kamar mandi.


Ia menatap diri nya di kaca dengan senyum tipis,jika saja nenek nya tahu jika sebenar nya ia mempunyai perusahaan sendiri pasti nya sang nenek sangat bangga pada nya namun ia sengaja untuk menyembunyikan nya dulu agar tak ada yang tahu identitas sebenar nya,ia juga senang sekarang perusahaan ayah nya mulai menurun untuk memberi pelajaran pada keluarga yang telah meremehkan nya tersebut terutama anak dan istri papa nya.


Aku ingin melihat sampai kapan kalian bertahan dengan tidak mempunyai apapun itu,kalian pikir aku tak akan bisa menjadi orang sukses tanpa kalian,sekarang kalian lihat sendiri kan siapa Olivia sebenar nya ,batin Olivia.


"Kau sedang melamun"tanya Al menepuk pundak Olivia yang melamun di depan kaca sampai ia tak menyadari kehadiran Al.


"Gak kok"ucap Olivia segera keluar dari ruangan tersebut agar Al bisa memakai baju nya,sebenar nya Al sih bisa saja memakai baju di sana walaupun ada diri nya namun melihat Al hanya menggunakan handuk saja membuat nya malu.


"Begitu saja malu padahal sudah sama-sama melihat juga"gumam Al terkekeh pelan melihat Olivia yang keluar terburu-buru begitu. Al segera memakai baju nya lalu membayawa dasi di tangan nya memberikan nya pada Olivia yang duduk di sofa memainkan ponsel nya.


"Untuk apa an"tanya Olivia menatap dasi yang di sodorkan Al pada nya.


"Ya pakaikan lah"ucap Al dengan sewot membuat kening Olivia mengerut bingung menatap Al.


"Kenapa aku juga yang memakai kan nya"tanya Olivia menerima dari tersebut.


"Jadi siapa lagi yang memakai kan nya kalau bukan kamu"ucap Al.


"Biasa nya juga pasang sendiri kan"ucap Olivia namun tetap tangan nya memasangkan dasi tersebut.


"Sekarang tugas mu bertambah memasangkan dasi ku setiap pagi"ucap Al.


"Dasar aneh"gumam Olivia.


"Selesai"ucap Olivia setelah selesai memasangkan dasi Al dan merapikan nya juga.


"Kamu berangkat dengan ku saja"ucap Al.


"Gak usah aku bisa berangkat bersama supir atau bawa mobil sendiri saja"ucap Olivia.


"Kau tak mendengarkan apa yang aku katakan nona Olivia"ucap Al menatap tajam Olivia.


"Iya iya"ucap Olivia mengambil tas nya dan keluar dari kamar sambil menggerutu tak jelas.

__ADS_1


"Kenapa tuh orang semau nya aja sih,aku juga bilang nya gak mau karna arah kami berlawanan malah dia nya maksa"gerutu Olivia.


Sedangkan Al dari belakang mengikuti Olivia geleng kepala melihat kelakukan Olivia seperti anak kecil.


"Gak baik menggerutu tak jelas begitu apalagi yang di gerutuin suami sendiri"ucap Al berjalan di samping Olivia membuta Olivia gelalapan mendengar nya.


"Ehh siapa juga yang menggerutu"elak Olivia cepat.


"Bohong itu dosa"ucap Al.


"Emang yang bilang bohong itu berpahala siapa juga gak ada kan"ucap Olivia ketus berjalan cepat.


Kedua nya tiba di meja makan sambil berdebat dan duduk di kursi masing-masing.


"Al bagaimana pekerjaan mu"tanya mama Al.


"Seperti biasa ma"ucap Al.


"Kalau Oliv bagaimana nak"tanya mama Al.


"Jadi beberapa hari ini kalian gak terlalu sibik bukan"tanya mama Al.


"Iya ma"ucap Olivia membuat mama Al tersenyum lebar mendengar nya.


"Kenapa mama bertanya pada mereka"tanya papa Al menatap istri nya yang duduk di samping nya.


"Begini karna kalian gak sibuk bagaimana kalau kalian jalan-jalan gunakan waktu beberapa hari itu untuk liburan sekalian bulan madu,bukan kah dari awal kalian menikah belum pergi ke mana pun"ucap mama Al membuat kedua nya terkejut mendengar ucapan mama Al.


"Mama yang benar saja kalau bicara"ucap Al.


"Mama gak bercanda Al pernikahan kalian sudah hampir dua bulan kalian belum juga pergi bulan madu,mau sampai kapan kalian seperti itu terus tidak ada berubah sama sekali jika kalian begitu-begitu saja kapan mama akan punya cucu dari kalian"ucap mama Al.


"Semua nya butuh waktu ma gak secepat itu"ucap Al.


"Bukan kah dua bulan waktu yang cukup Al untuk kalian berdua lebih dekat"ucap mama Al membuat Al terdiam mendengar nya begitu juga dengan Olivia.

__ADS_1


"Papa akan mengurus perusahaan selama kalian pergi dan untuk perusahaan Oliv masih bisa di tangani oleh Clara juga bukan"ucap mama Al di angguki Olivia.


"Bagus kalau begitu hari ini kalian pulang lah cepat dan mempersiapkan semua yang kalian perlukan untuk di bawa pergi"ucap mama Al.


"Hari ini ma"tanya Olivia.


"Hmm hari ini mama sudah menyiapkan semua nya kecuali barang bawaan kalian"ucap mama Al.


"Memang nya mama sudah pesan tiket untuk mereka"tanya papa Al tak habis pikir dengan istri nya tersebut yang sudah menyiapkan semua nya.


"Hmm mama sudah pesan tiket pesawat kalian ke bali dan untuk Villa mama juga sudah mengatakan pada penjaga Villa jika kalian akan datang untuk mempersiapkan semua nya juga di sana jadi kalian tinggal berangkat saja nanti"ucap mama Al.


"Ma Alya boleh ikut gak bersama kakak"tanya Alya.


"Kamu sekolah Al lagian jika kamu ikut yang ada kamu akan mengganggu mereka berdua"ucap mama Al.


"Mama gak asyik"ucap Alya.


"Jika kamu libur kita bisa pergi ke sana lagi bersama-sama"ucap mama Al.


"Ya sudah nanti kalau kakak pulang jangan lupa bawa oleh-oleh sama Alya"ucap Alya.


"Ehh iya"ucap Olivia.


"Kalian berdua dengar kan apa yang mama katakan"tanya mama Al pada Aldino dan Olivia.


"Iya ma"ucap kedua nya.


"Bagus lah kalau begitu"ucap mama Al tersenyum senang,berbeda dengan Olivia yang wajah nya sudah berubah menjadi pucat mendengar kan apa yang mama Al katakan dan menatap Al yang duduk di samping nya.


"Kenapa"tanya Al pura-pura santai walau dalam hati nya deg-deg kan.


"Kau serius kita akan pergi"tanya Olivia namun berbisik agar tak ada yang mendengar nya.


"Hmm anggap saja kita sedang liburan"ucap Al membuat mata Olivia melotot mendengar nya,bagaimana bisa lelaki itu berkata seperti itu saat situasi begini,pikir Olivia.

__ADS_1


__ADS_2