
Al membiarkan Olivia melakukan apa yang di inginkan nya membuat wanita di depan nya kesal menjadi kesenangan nya sekarang.
"Dimana Arga"tanya Olivia kini duduk di sofa kembali dengan dua minuman kaleng di tangan nya memberikan nya satu pada Al.
"Ck dia masih banyak pekerjaan belum bisa di ganggu"ucap Al ketus.
"Bukan nya tadi kau bilang dia santai saja"tanya Olivia.
"Aku tak mengatakan itu yang aku katakan dia ada di sini"ucap Al.
"Lalu aku harus apa di sini jika ia masih bekerja dan tidak di ganggu"ucap Olivia bingung.
"Temani aku bekerja"ucap Al santai.
"Kok aku merasa seperti anda bohongi tuan"ucap Olivia dengan tatapan menyelidik.
"Siapa juga yang membohongi mu lagi pula kau juga kan gak ada kerjaan lebih baik mau menemani ku di sini"ucap Al.
"Terserah anda saja tuan"ucap Olivia menyenderkan punggung nya di sofa.
"Apa tangan mu sudah benar-benar baik"tanya Al di angguki Olivia.
"Hmm"dehem Olivia.
"Sana bekerja lah bukan kah kau masih memiliki pekerjaan"ucap Olivia.
"Walaupun aku tak bekerja masih bisa menghidupi mu nona"ucap Al.
"Ya ya ya aku tahu"ucap Olivia malas.
"Aku penasaran seberapa banyak sih uang yang kau miliki"tanya Olivia kini duduk tegap menatap Al,bagaimana tidak semua yang ada di kamar Al adalah barang mahal dan di dalam ruangan nya juga,ia sedikit minder di buat nya meski pun Olivia mempunyai perusahaan sendiri namun tak banyak mempunyai barang mahal.
"Kenapa kau bertanya begitu bukan kah kau juga pengusaha jadi pasti kau tahu bukan"ucap Al.
__ADS_1
"Hmm aku memang punya perusahaan tapi aku tak memiliki banyak uang"ucap Olivia polos.
"Lalu kau kemanakan uang hasil dari perusahaan mu itu"tanya Al penasaran.
"Aku mempunyai beberapa panti asuhan dan panti jompo jadi aku memberikan pada mereka karna aku yang menghidupi mereka semua nya"ucap Olivia jujur,memang benar ia memiliki panti asuhan dan panti jompo yang ia dirikan tiga tahun lalu,semua uang milik nya ia gunakan untuk menghidupi anak-anak panti dan orang tua lansia di sana,ia sama sekali tak menerima donasi dari orang lain karna bagi nya mereka semua adalah keluarga nya dan tanggung jawab nya maka dari itu untuk menghidupi mereka semua Olivia rela mengeluarkan banyak uang untuk mereka semua.
"Aku sendiri tak tahu berapa banyak uang yang aku miliki"ucap Al santai dan di angguki Olivia.
"Sana kembali bekerja"ucap Olivia kembali menyenderkan tubuh nya di sofa dan menutup mata nya.
Al tak mendengarkan ucapa Olivia ia menatap kagum dengan sikap dan kebaikan Olivia,pantas saja ia tak terlalu banyak dan suka mengoleksi barang-barang mewah uang nya sendiri ia jadikan sebagai penyambung hidup anak-anak panti dan para lansia yang ada di panti milik nya.
"Kenapa kau baik sekali sih"ucap Al kini duduk di samping Olivia dan memeluk wanita mungil tersebut membuat Olivia terkejut dan langsung membuka mata nya lebar Al memeluk nya erat.
"Kau kenapa"tanya Olivia masih dengan wajah terkejut nya.
"Hanya ingin memeluk mu saja"ucap Al membuat Olivia terdiam.
Aku beruntung mempunyai istri seperti mu,kebaikan mu semakin membuat ku jatuh cinta tetap lah di samping ku selama nya,batin Al.
"Lakukan apa yang ingin kau lakukan di sini aku akan melanjutkan pekerjaan ku sebentar"ucap Al.
"Hmm"dehem Olivia karna otak nya masih berpikir keras dengan apa yang terjadi di antara mereka berdua.
Al tersenyum tipis mengelus kepala Olivia sebelum ia beranjak dari duduk nya kembali ke kursi kebesaran nya lagi. Kini Olivia menatap sekeliling ruangan Al setelah Al meninggalkan nya di sofa.
"Apa ini perpustaan ia menyimpan banyak sekali buku di sini"gumam Olivia menatap di sudut ruangan terdapat banyak rak buku yang penuh.
"Boleh aku melihat buku-buku itu"tanya Olivia.
"Hmm"dehem Al yang fokus dengan komputer di depan nya.
Karna sudah mendapatkan izin Olivia mendekati rak buku tersebut dan melihat nya satu-satu mencari buku yang menarik untuk ia baca,setelah menemukan nya ia mengambil nya dan membawa nya ke sofa dari pada tak melakukan apapun lebih baik membaca saja pikir nya.
__ADS_1
Setengah Olivia masih sibuk membaca buku di tangan nya begitu juga dengan Al yang sibuk mengerjakan pekerjaan nya,satu jam kemudian karna lelah dan bosan juga akhir nya Olivia tertidur di sofa.
Tok tok tok
"Masuk"ucap Al.
"Permisi tuan sebentar lagi kita akan ada meting di luar sekaligus makan siang bersama"ucap Arga karna sudah menunjuk kan jam sebelas siang.
"Sebentar lagi kita akan pergi"ucap Al melirik Olivia yang tidur di sofa.
"Baik tuan"ucap Arga.
"Oh iya kirim kan gambar dan nomor rumah mana yang kosong di perumahan xxx nanti"ucap Al baru ingat tujuan Olivia ke kantor nya.
"Untuk apa"tanya Arga heran karna baru pertama kali nya Al meminta nomor dan gambar rumah tersebut,tidak mungkin kan Al ingin tinggal di sana karna rumah itu tak sesuai dengan selera nya lagi pula Al sudah membeli rumah mewah dan besar.
"Ck kau ingin tahu saja"ucap Al.
"Baiklah nanti akan aku kirimkan"ucap Arga di angguki Al.
Setelah Arga keluar dari ruangan nya Al beranjak dari kursi kebesaran nya menghampiri Olivia yang masih terlelap di sofa,ia berjongkok di depan Olivia sambil memandang Olivia yang tertidur membuat nya tersenyum tipis melihat Olivia yang masih nyenyak dalam tidur nya.
"Dasar kebo"gumam Al mengelus kepala Olivia pelan.
"Aku bukan kebo"ucap Olivia membuka mata nya menatap kesal ke arah Al,ia sudah bangun saat Arga mengetuk pintu namun ia malas membuka mata nya.
"Kalau bukan kebo apa lagi"tanya Al menatap Olivia yang terlihat menggemaskan baru bangun tidur dan memasang wajah kesal nya.
"Ck manusia lah"ucap Olivia membuat Al terkekeh pelan.
"Sana cuci wajah mu kita akan keluar"ucap Al kini duduk di sofa.
"Bukan kah kau masih ada meting,aku pulang saja"ucap Olivia.
__ADS_1
"Kau ikut dengan ku meting sekalian kita akan makan siang bersama"ucap Al.
"Dasar tuan pemaksa"ucap Olivia melongos pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajah nya dan memperbaiki riasan nya ia tak mau membuat Al malu karna penampilan nya nanti.