
Al memperhatikan Olivia yang wajah nya memerah malu membuat Olivia bertambah gemas di mata nya,ia tersenyum manis memikirkan ucapan Olivia barusan.
"Memang siapa lagi yang mengganti baju mu jika bukan aku,kau kan tahu cuma kita berdua di sini tidak ada orang lain"ucap Al.
"Jadi kau yang membuka baju ku dan kau juga yang memakai kan nya"tanya Olivia berbalik menatap Al yang masih berdiri di sana.
"Hmm"dehem Al melangkah kan kaki nya ke ruang ganti meninggalkan Olivia yang bengong sendiri.
Hahaha mengerjai nya ternyata membuat ku terhibur juga,pagi yang menyenangkan bukan,batin Al bersiul ria.
Sementara Olivia mencengkram erat baju nya memikirkan ucapan Al,jadi dia yang mengganti baju dia juga sudah melihat tubuh ku,pikir Olivia.
Dengan cepat ia berlari ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya juga sambil menggerutu tak jelas di dalam.
"Kau bodoh sekali Olivia kenapa juga kau ketiduran dan lebih parah nya lagi dia mengganti baju mu,astaga dia telah melihat tubuh ku"gumam Olivia.
Selesai mandi Olivia yang tidak membawa baju hanya menggunakan handuk saja,ia keluar dari kamar mandi melihat Al masih duduk di sofa ia kira sudah keluar namun ia tak peduli sama sekali ia hanya melongos pergi ke ruang ganti tanpa malu,ia sudah melihat tubuh ku bukan ngapain juga malu lagi,pikir Olivia kesal sendiri.
Sedangkan Al melongo melihat Olivia,ia juga lelaki normal melihat pemandangan indah seperti itu tentu saja membuat nya panas dingin,tubuh mungil Olivia terlihat putih bersih dan seksi secara bersamaan.
Apa dia sedang menggoda pagi-pagi begini,batin Al menggelengkan kepala nya mengusir pikiran nya.
"Kenapa kau geleng kepala seperti itu"tanya Olivia ketus,tak sengaja ia melihat ke arah Al saat keluar dari ruang ganti.
"Tidak ada"ucap Al datar segera keluar dari kamar di ikuti Olivia dari belakang.
"Pagi Alya"sapa Olivia duduk di kursi nya dekat Alya.
"Pagi juga kak"ucap Alya.
__ADS_1
"Kakak mau ke toko"tanya Alya melihat Olivia sudah rapi dan tas di belakang nya.
"Iya sudah beberapa hari kakak gak ke sana "ucap Olivia.
"Kenapa kakak gak kerja bersama kak Al saja bukan nya kakak lulusan terbaik di kampus"tanya Alya.
"Kakak lebih suka di toko pekerjaan nya juga tidak terlalu ribet beda kalau di perusahaan,lagian kakak juga tidak sendirian ada karyawan yang membantu kakak hanya mengecek saja di sana"ucap Olivia.
"Benar juga sih kak kalau bekerja di perusahaan pergi pagi pulang sore belum lagi bos nya begini yang ada kakak bisa stres di sana"ucap Alya mendapat tatapan tajam dari Al,namun Alya pura-pura tidak tahu.
"Maka dari itu kakak gak mau takut nya kakak kena omel mulu belum lagi bosa nya tidak tahu malu"ucap Olivia melirik Al dengan sinis,ia masih kesal pada Al yang membuka baju nya tadi malam.
"Tidak tahu malu"ucap Al menekan kata-kata nya.
"Hmm"dehem Olivia.
"Maksut kakak"tanya Alya menatap kedua nya bergantian.
Selesai makan mereka bertiga sama-sama keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil kecuali Olivia yang menaiki motor nya.
"Jangan pakai motor pakai mobil saja"ucap Al membuka kaca jendela mobil nya dan menatap Olivia.
"Aku pakai motor saja lebih cepat juga"ucap Olivia membuat Al menatap nya datar.
"Kau ingin ke toko atau tidak,jika mau pergi pakai mobil bahaya jika pakai motor"ucap Al .
"Hey tuan aku sudah biasa pakai motor pergi kemana pun jadi tenang saja"ucap Olivia masih keras kepala ingin pakai motor.
"Wanita keras kepala"gumam Al segera keluar dari dalam mobil nya menghampiri Olivia,ia segera menarik tangan Olivia yang ingin naik ke atas motor nya dan membawa nya masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"Aku akan mengantar mu kita searah bukan"ucap Al menutup pintu mobil,ia mengitari mobil dan masuk ke dalam.
"Kau kenapa selalu berbuat seenak nya saja sih"dengus Olivia.
"Diam lah kau juga kenapa keras kepala sekali"ucap Al ketus.
"Kau saja yang berlebihan aku sudah biasa pakai motor juga kenapa kau malah menyuruh ku pakai mobil segala"ucap Olivia.
Al tidak menjawab ucapan Olivia lagi ia segera melajukan mobil nya meninggalkan rumah,sementara Alya sudah pergi karna takut terlambat ke sekolah.
"Sore nanti aku akan menjemput mu jadi jangan kemana-mana sebelum aku datang"ucap Al pada Olivia.
"Tidak perlu aku kadang cepat pulang dan kadang pulang sorean juga tergantung pekerjaan"ucap Olivia.
"Mulai sekarang batasi pekerjaan mu kau harus pulang sebelum aku pulang kerja,kau itu sudah menikah bukan seperti dulu lagi ada aku yang harus kau urus sebagai suami mu"ucap Al.
"Baiklah besok aku akan urus"ucap Olivia tidak ingin berdebat lagi karna apa yang di katakan oleh Al adalah benar,dia tidak ingin bertambah dosa lagi karna tidak mendengarkan ucapan Al,ia pernah membaca artikel jika suami melarang kita harus kita turuti karna ridho suami adalah ridha nya Allah.
"Kalau gak kau di rumah saja aku masih bisa memberikan mu uang bulanan yang cukup"ucap Al di balas gelengan cepat oleh Olivia.
"Jika aku di rumah yang ada aku akan bosan nanti nya lebih baik aku bekerja di toko saja,kau tahu sendiri mama juga ikut dengan papa keluar kota terus sedangkan Alya sekolah,aku akan pulang ke rumah sebelum kau pulang dari kantor"ucap Olivia.
"Terserah kau saja yang penting ingat kewajiban mu sebagai istri"ucap Al di angguki Olivia.
Sampai nya di depan toko Olivia yang memang tepat di tepi jalan,Al menghentikan mobil nya saat Olivia akan membuka pintu di tahan oleh tangan besar milik Al membuat Olivia duduk kembali menatap Al dengan bingung.
"Kau tidak merasa ada yang lupa"tanya Al membuat Olivia menatap sekitar nya siapa tahu ada yang jatuh.
"Tidak ada semua nya yang aku bawa di tas"ucap Olivia mengecek tas nya.
__ADS_1
"Bukan itu kau lupa untuk berpamitan pada ku"ucap Al menyodorkan tangan nya ke arah Olivia,seakan mengerti maksud Al ia segera mencium tangan Al untuk berpamitan lalu keluar dalam mobil Al dengan wajah memerah malu serta gugup yang ia rasakan.