Istri Tak Di Anggap Tuan Muda

Istri Tak Di Anggap Tuan Muda
Bab 49


__ADS_3

Saat ini Olivia terduduk lemas di sofa setelah kepergian Zia,berpura-pura kuat di hadapan orang lain ternyata tak seperti yang ia banyangkan,sampai kapan ia akan terus seperti itu berpura-pura kuat agar kelihatan tak lemah itu bukan lah diri nya namun sebisa mungkin ia melakukan seperti itu agar tak ada yang menganggap nya remeh.


"Kau baik-baik saja bukan"ucap Al membuka pintu ruangan Olivia dan berjalan cepat ke arah wanita yang terduduk lesu tersebut.


"Aku baik"ucap Olivia lemah.


Al langsung memeluk Olivia ia merasa cemas takut mereka akan menyakiti Olivia dan membuat Olivia terluka lagi,saat anak anak buah nya mengabari nya tentang apa yang terjadi di kantor Olivia ia langsung menyuruh sopir putar balik ke perusahaan Olivia untuk mengecek keadaan Olivia beruntung ia menyuruh seseorang menjaga Olivia dari jauh dan mengabari diri nya jika ada hal penting tentang Olivia.


"Sebaik nya hari ini istirahat saja"ucap Al mengelus kepala Olivia.


"Pekerjaan ku masih banyak"ucap Olivia.


"Kerjakan di rumah saja nanti aku akan membantu mu"ucap Al.


"Kenapa kau bisa berada di sini"tanya Olivia menatap Al.


"Aku belum sempat pergi maka nya aku bisa di sini"ucap Al beralasan membuat mata Olivia menyipit menatap Al penuh selidik karna saat ia turun dari mobil ia masih menatap mobil Al meninggalkan perusahaan nya,jadi apa maksut nya ia belum sempat pergi.


"Jangan menatap ku seperti itu"ucap Al.


"Kau gak berbohong bukan"tanya Olivia belum percaya.


"Apa kau pikir aku ini seorang pembohong"ucap Al datar di jawab gelengan kepala oleh Olivia.


"Tidak,tidak"ucap Olivia.


Lebih baik aku bilang tidak dari pada melihat wajah datar nya itu membuat ku takut saja meski pun aku kurang percaya dengan apa yang ia katakan,mana mungkin ia masih di sini aku sendiri melihat mobil nya menjauh dari perusahaan ini,batin Olivia.


Saat Olivia masih sibuk dengan pikiran nya ponsel Al berbunyi membuat kedua nya melepaskan pelukan mereka lebih tepat nya Al yang memeluk Olivia.


"Hallo"ucap Al setelah menerima telpon tersebut.

__ADS_1


"Kau di mana Al semua sudah menunggu di ruangan"ucap Arga ketus.


"Aku masih di kantor istri ku"ucap Al santai.


"Cih,cepat lah mereka sudah berkumpul semua dan menunggu mu"ucap Arga mematikan sambungan telpon tersebut tanpa mendengarkan jawaban Al lagi.


"Asisten kurang ajar"geram Al menatap ponsel nya kesal.


"Kau ikut aku ke perusahaan di sana saja kau istirahat"ucap Al berdiri dari duduk nya.


"Aku di sini saja lagian aku sudah merasa lebih baik"ucap Olivia membuat raut wajah Al berubah dingin mendengar penolakan Olivia.


"Ahh baik lah aku ambil tas dulu"ucap Olivia menyadari perubahan raut wajah Al,ia segera mengambil tas milik nya dan mendekati Al.


"Ayo pergi"ucap Olivia lagi membuat Al menghela nafas pelan.


"Aku paling tak suka penolakan"ucap Al ketus.


"Iya iya"ucap Olivia menggandeng tangan Al lebih dulu agar lekaki itu tak marah-marah lagi.


Kedua nya berjalan sambil bergandeng tangan keluar dari perusahaan Olivia beruntung para karyawan di kantor berada di ruangan mereka jadi tak ada yang melihat kedua nya berjalan kecuali dua resepsionis yang ada di meja mereka.


Al membuka pintu untuk Olivia membuat Olivia menatap aneh lelaki di depan nya namun ia tak bertanya dan segera masuk ke dalam mobil begitu juga dengan Al.


"Jam berapa kau akan ke panti"tanya Al.


"Biasa nya saat akan jam makan siang karna kami akan makan-makan bersama"ucap Olivia tersenyum tipis di angguki Al.


Tak ada percakapan di antara kedua nya lagi hingga mereka sampai di perusahaan,Al berjalan cepat masuk ke dalam di ikuti Olivia dari belakang hingga mereka tiba di depan ruangan rapat.


"Kau lama sekali sih"ucap Arga ketus yang sudah lelah menunggu kedatangan Al,ia juga harus mencari alasan pada mereka kenapa Al bisa terlambat datang.

__ADS_1


"Kau bawel sekali sih"ucap Al datar.


"Masuk lah ke ruangan ku dan istirahat di sana aku rapat sebentar"ucap Al pada Olivia.


"Baiklah"ucap Olivia berjalan menuju ruangan Al yang tak jauh dari ruangan rapat,setelah Olivia masuk ke dalam ruangan nya barulah Al masuk ke ruang rapat bersama Arga.


Ia berjalan santai dengan wajah datar dan dingin andalannya yang membuat siapa pun melihat nya takut,kini ia duduk di kursi milik nya dan menatap mereka semua yang ada di dalam ruangan dengan dingin.


"Mulai"ucap Al singkat.


"Baik tuan"ucap mereka serentak segera memulai rapat.


Sementara di dalam ruangan Al,Olivia memilih duduk di sofa sambil membaca buku yang ia ambil dari rak buku yang berjejer rapi hingga suara pintu terbuka membuat pandangan nya menoleh ke arah pintu untuk melihat siapa yang masuk tanpa mengetuk pintu lebih dulu.


Siapa yang berani masuk tanpa mengetuk pintu,Al tidak mungkin dia kan masih meting gak mungkin selesai secepat ini,batin Olivia.


Kini Olivia menatap bingung wanita yang masuk ke dalam ruangan Al,ia tidak tahu siapa wanita tersebut yang seenak nya saja masuk.


"Siapa kau"tanya Olivia membuat wanita tersebut kaget.


"Kau yang siapa kenapa berada di ruangan Al"tanya wanita cantik dan seksi tersebut.


"Dimana Al"tanya wanita itu lagi tak melihat Al berada di sana.


"Dia sedang rapat"ucap Olivia ketus.


"Lalu kenapa kau bisa di sini jika ia rapat,apa kau ingin mencuri di sini"tanya wanita itu.


"Dia yang menyuruh ku menunggu di sini dan maaf nona saya bukan pencuri"ucap Olivia ketus membuat wanita itu tertawa.


"Kau pintar sekali berbohong tidak mungkin Al menyuruh mu menunggu di sini"ucap wanita itu,seorang Al menyuruh wanita menunggu di ruangan nya yang benar saja,pikir nya karna ia tahu siapa Al dari dulu.

__ADS_1


"Kalau kau tak percaya ya sudah itu kan urusan mu yang penting aku sudah mengatakan nya"ucap Olivia acuh meski pun ia penasaran siapa wanita itu kenapa masuk seenak nya saja.


Apa dia pacar Al,tapi yang aku tahu Al tidak mempunyai pacar jangan kan pacar dia saja tak pernah dekat dengan wanita mana pun,lalu siapa wanita ini sebenar nya,batin Olivia.


__ADS_2