
Olivia melajukan motor nya menuju makam sang Ibu karna hanya di situ yang akan membuat nya tenang,ia segera masuk ke pemakaman setelah sampai di sana dan di sini lah ia berada di depan makam ibu nya.
"Ma dia datang hari ini menemui Oliv entah apa yang ia mau hingga ia menemui Oliv,apa dia baru ingat jika ia mempunyai putri ma,Oliv sangat membenci ma"tangis Olivia pecah di makam sang mama,ia membenci ayah nya sekaligus merindukan nya mengapa setelah belasan tahun ayah nya baru hari ini datang menemui nya kenapa tidak dari dulu saja.
"Oliv sangat membenci nya Oliv tidak ingin melihat nya lagi ma"ucap Olivia membenamkan kepala nya di makam sang ibu hingga sebuah tangan menepuk pundak nya.
"Nak Oliv"ucap orang itu membuat Olivia mengangkat kepala nya dan menatap bapak penjaga makam tersebut yang menghampiri nya.
"Ini sudah sore nak"ucap penjaga makam tersebut karna memang sudah hampir malam.
"Oliv masih ingin bersama mama pak"ucap Olivia membuat penjaga makam tersebut tersenyum tipis.
"Mama nya nak Oliv selalu bersama nak Oliv,jika ada masalah nak Oliv bisa cerita ke bapak dengan senang hati bapak akan membantu nya,tidak baik untuk nak Oliv di sini sendirian sudah hampir gelap seperti ini"ucap penjaga makam tersebut sudah hafal sekali dengan Olivia.
"Iya pak"ucap Olivia bangkit dari duduk nya segera berdiri.
"Ma Oliv balik dulu"pamit Olivia membuat penjaga makam itu tersenyum tipis.
Kedua nya segera meninggalkan makam tersebut menuju tempat dimana parkiran.
"Oliv balik dulu pak"ucap Olivia baru ingat dengan nenek nya ia khawatir nenek nya akan menunggu nya di rumah dengan cemas.
"Iya nak hati-hati"ucap penjama makam itu di angguki Oliv segera meninggalkan area pemakaman menuju rumah mereka.
Sampai di rumah benar saja nenek nya sudah berada di halaman menunggu nya bersama bik Inah dengan cepat Olivia menghampiri kedua nya.
"Dari mana saja Oliv nenek khawatir menunggu karna tidak biasa pulang hampir begini malah tidak ada kabar sama sekali"ucap nenek Olivia.
"Maafkan Oliv nek tadi ketemu teman di jalan jadi kami bicara sebentar"ucap Olivia terpaksa berbohong karna ia tidak ingin sang nenek khawatir dengan nya.
__ADS_1
"Ayo masuk ke dalam"ucap nenek nya di angguki Olivia.
"Sudah siap semua nek"tanya Olivia menatap ruangan yang hampir semua di rias karna acara besok.
"Ia mereka cepat menyelesaikan nya,setelah makan makam kamu langsung istirahat karna pagi-pagi akan bangun tadi mama nya Al sudah mengabari nenek jika perias yang akan datang pagi dan ijab kabul nya akan di lakukan sekitar jam sembilan"ucap sang nenek.
"Kenapa pagi nek biasa juga siang"tanya Olivia.
"Nenek tidak tahu lebih baik kita ikuti saja"ucap nenek Olivia di angguki Oliv segera masuk ke dalam kamar nya untuk membersihkan tubuh nya lebih dulu sebelum makan malam.
Sama hal nya di kediaman mewah Aldino yang rumah mereka juga di hias untuk menyambut menantu mereka nanti nya, Sedangkan Aldino tak ambil pusing berada di ruang kerja nya mengerjakan pekerjaan nya yang tadi tak sempat ia periksa di kantor.
"Ma kamar kak Al apa tidak di rias juga"tanya Alya.
"Besok saja setelah kita di sana mama suruh mereka merias nya jika di rias sekarang yang ada kakak kamu akan mengacaukan nya kembali"ucap mama Al.
"Benar juga sih ma"ucap Alya.
"Iya ma"ucap Alya ke kamar nya beruntung besok hari libur jadi ia bisa datang ke acara kakak nya.
Setelah memastikan semua nya selesai dan tidak ada yang kurang mama Al segera ke kamar nya untuk istirahat juga,Sedangkan Al yang baru saja selesai memeriksa berkas segera masuk ke kamar nya dan menatap lantai bawah yang berubah derastis di penuhi bunga dimana-mana.
"Ck mama seperti membuka toko bunga segala,kenapa juga harus serepot itu sih"gumam nya masuk ke dalam kamar nya.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Pagi hari yang cerah Olivia sudah mulai di rias oleh tukang make up yang datang ke rumah nya pagi-pagi membuat nya pusing sendiri padahal ia baru saja bangun dan langsung mandi tukang make up itu sudah berada di rumah nya.
"Make up nya yang natural saja mbak"ucap Olivia.
__ADS_1
"Seperti nya hanya sedikit saja yang butuh sentuhan make up wajah kamu sudah cantik begini tidak pakai make up saja cantik"ucap perias tersebut.
"Mbak bisa saja"ucap Olivia.
"Mari kita buat mereka tak berkedip memandang mu"ucap perias tersebut memulai pekerjaan nya memoles wajah Olivia.
Olivia sendiri hanya diam saja wajah nya di coret-coret oleh tukang make up tersebut,hingga hampir satu jam selesai juga.
"Wawww sangat cantik"ucap perias tersebut menatap kagum dengan kecantikan Olivia yang alami di tambah sentuhan make up nya terlihat semakin cantik.
Olivia sendiri juga bengong menatap perubahan wajah nya yang seperti bukan diri nya saja karna biasa nya ia hanya memakai bedak tabur baby dan liptin saja tidak pernah memakai make up.
"Kita ganti baju nya dulu karna mempelai pria sebentar lagi akan sampai"ucap perias tersebut.
Sebelum nya mama nya Al telah mengatakan acara di mulai jam sembilan pagi maka dari itu ia tahu dan sekarang sudah tengah sembilan pasti pengantin pria sudah di jalan.
"Iya mbak"ucap Olivia berdiri segera mamakai kebaya yang telah di siapkan sebelum nya di bantu perias tersebut.
"Saya ingin memakai hijab di acar ijab kabul ini mbak"ucap Olivia karna ia ingat dulu sang mama juga memakai hijab saat menikah,ia juga ingin seperti sang mama.
"Boleh saja ayo saya bantu memakai nya"ucap perias tersebut di angguki Olivia yang kembali duduk setelah memakai baju kebaya berwarna putih bersih tersebut.
Setelah hijab tersebut terpasang rapi dengan mahkota kecil di atas kepala nya membuat penampilan nya semakin cantik.
"Cucu nenek sangat cantik jika berhijab begini"ucap nenek Olivia menatap Oliv.
"Terimakasih nek"ucap Olivia memeluk sang nenek.
"Nenek keluar dulu seperti nya mereka telah sampai"ucap nenek Oliv mendengar beberapa mobil berhenti di halaman rumah nya.
__ADS_1
Ia pun segera keluar menyambut kedatangan keluarga pengantin dan menyuruh mereka masuk ke dalam karna acara akan di mulai, Semua yang berada di ruangan tersebut merasa deg deg kan saat Aldino menjabat tangan sang penghulu untuk segera ijab kabul hingga satu tarikan nafas Aldino mengatakan ijab kabul tersebut satu kali saja sampai terdengar suara Sah dari semua yang ikut jadi saksi membuat mereka bernafas lega mendengar nya begitu juga dengan Olivia yang masih di kamar nya yang sekarang status nya telah berganti menjadi seorang istri.